
Jam sudah menunjukan pukul 7:45. Sinar mentari pagi menembus masuk ke dalam kamarnya. Diana membuka matanya perlahan dengan malas.
Diana turun dari ranjangnya berjalan mendekat menuju ke arah jendela untuk menarik kembali tirainya, membiarkan kamarnya tetap gelap lalu Ia kembali ke atas ranjangnya. Memejamkan matanya perlahan, membiarkan kejadian semalam kembali hadir sebagai ingatan mimpi buruk untuknya.
Semalam...
Alex memberitahu Nameera perihal luka pada tubuhnya, "Jika kau tidak percaya, kau bisa melihat luka di balik syal yang menutupi lehernya,"
Diana terperanjak, Ia langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap tajam ke arah Alex.
Nameera menjauhkan tubuhnya perlahan dari Alex, melangkah mendekat ke arah Diana Ia mengernyitkan keningnya dan lenganya menggapai syal yang menutupi leher Diana Ia mendapatkan penolakan dari Diana, Diana tidak memperbolehkanya untuk menarik syal yang menutupi lehernya.
Nameera memaksanya untuk membuka syal itu, namun Diana tetap menolak. Nameera menarik paksa syal yang menutupi leher Diana hingga syal itu terlepas, kemudian terpampang jelas bekas luka pada lehernya.Matanya terbelalak dengan amarah menyelimuti hatinya, marah dan kesal Ia rasakan. Lenganya mengepal erat, ingin sekali Ia melabrak langsung Diana namun keberadaan Alex di sana membuat Nameera mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Tatapan amarahnya meluluh, gertakan giginya berubah menjadi senyuman. Nameera berbalik kemudian menghampiri Alex, memegang lenganya erat. Ia menjinjitkan kakinya lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Alex,
"Bagus seperti ini, akan lebih cepat kau meninggalkanya. "
Diana menatap heran Nameera, Ia sama sekali tidak marah mengetahui hal itu. Apa Nameera berpikir bahwa bekas luka itu bukan di berikan oleh Alex.
Tiba tiba Alex mendorong kasar Nameera menjauhkanya dari hadapanya, Ia berjalan ke arah Diana dan menarik lenganya keluar dari ruang rawatnya. Sebelum pergi Alex mengatakan sesuatu yang membuat Diana dan Nameera tercengang,
"Mulai saat ini, aku tidak memiliki hubungan apapun denganmu Nameera. Tolong, jangan menggangguku lagi, " Ucap Alex berlalu pergi sembari membawa Diana bersamanya meninggalkan Nameera sendiri yang hanya berdiri mematung setelah mendengar perkatan dari Alex.
Sraak...
Tirai jendela terbuka kembali, Diana terperanjak dari tidurnya dan langsung duduk di atas ranjangnya, sebelah telapak tangan menutupi setengah wajahnya karena sinar mentari yang terlalu menyilaukan matanya.
__ADS_1
"Bangun, pergi ke dapur dan buatkan sarapan untukku, " Ucap Alex
Alex yang sedang berdiri di hadapan Diana membuka kembali tirai jendela yang baru saja Diana tutup, Ia hanya memakai handuk dan telanjang dada, rambutnya tampak basah, terlihat jika Ia baru saja selesai mandi.
Alex membuka lemari bajunya, dan melemparkan satu persatu baju yang akan Ia kenakan ke atas ranjang, membuat Diana semakin heran melihatnya.
Tiba tiba Alex membuka sekaligus melempar handuk yang sedang Ia pakai ke atas ranjang, Diana tertegun melihatnya matanya terbelalak, kini tubuh Alex tidak tertupup sehelai kain pun, tarpampang jelas dada siz pax milik Alex dan tentu ada sesuatu yang membuat Diana bergidik saat melihatnya. Beberapa detik Diana hanya memaku sembari menatap ke arah Alex,
"Apa kau sudah puas memandangiku? Cepat pergi ke dapur dan buatkan aku sarapan! " perkataan Alex yang membangunkan Diana pada lamunanya
Diana terkesiap, Ia langsung turun dari ranjang dan berlari kecil menuju dapur.
"Kenapa dia berani sekali? " Gunamnya sembari terus berlari ke arah dapur,
__ADS_1
Bersambung....