Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Episode 68


__ADS_3

Diana tertunduk malu di atas ranjang, Diana malu setelah tadi Elios memeriksa keadaanya. Alex benar-benar keterlaluan, Ia tidak mempercayai Diana dan malah memanggil Elios yang bukan bekerja di spesialis kandungan untuk memeriksanya kembali.


***


Tidak lama setelah Alex menelpon, Elios langsung datang. Alex meminta Elios untuk benar-benar memeriksa keadaan Diana kembali. Diana sempat tercengan dengan tingkah suaminya itu, Alex merasa bahwa Diana tengah berbohong kepadannya.


“Apa yang dokter katakan? ” Elios bertanya sembari tangannya sibuk memeriksakan tekanan darah Diana.


“Masalah pada kehamilanku ... ” Diana diam, Elios menatapnya dan mengangkat kedua halis menunggu kelanjutan dari istri sahabatnya itu. “Dokter mengatakan bahwa kandunganku bermasalah, dengan placenta yang terletak tidak pada tempatnya. ” Elios tampak mengangguk-anggukan kepalanya.


“Lanjutkan, ” Alex yang sedari tadi diam dan memperhatikan, kini angkat bicara.


Diana berkerut kening menatap Alex, “Apa? ”


“Katakan semua yang dokter itu katakan, kepada Elios! ” tegasnya, Diana tertegun. Seketika wajahnya merona karena malu. Bagaimana bisa Ia mengatakan hal seperti itu kepada orang lain.


“Em, kurangi olahraga dan ... berhubungan intim. ” “Fttt... ”Seketika tawa Elios pecah namun segera Ia tahan kembali, kini Ia tahu mengapa sahabatnya itu begitu marah dan tidak sabaran. Sementara Diana, Ia terus menundukan wajahnya guna menutupi pipinya yang merona menahan malu.


Alex menatap sinis ke arah Elios, sedikit merasa kesal melihat expresi yang di tunjukan oleh sahabatnya itu.


“Sekarang, naikan bajumu. ” Diana sontak mendongakan wajahnya dan menatap Elios, begitu pula Alex yang langsung menatapnya dengan tajam. “Ya, aku akan memeriksa perutmu. ” Elios menatap penuh arti ke arah Diana.


Diana berkerut kening, pandangannya Ia alihkan untuk melihat Alex. Terlihat wajah Alex yang mulai menunjukan expresi tidak suka sembari terus menatap ke arah Elios. Diana menatap Elios kembali, Elios tersenyum tipis ke arahnya.


Diana membaringkan tubuhnya yang sedari tadi tengah terduduk ketika di periksa oleh Elios, perlahan Ia menarik baju tidur yang Ia kenakan ke atas.


“Apa kau sudah gila? ” Alex menatap Diana dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


“Kau yang meminta Elios untuk memeriksaku, tapi kenapa sekarang kau berkata seperti itu? ” balas Diana, berbicara dengan nada tinggi menyamai nada bicara suaminya. Elios yang berada di tengah-tengah mereka hanya bisa menahan tawa melihat kedua orang yang tengah berdebat di hadapannya.


“Turunkan kembali bajumu! ” tegasnya, menunjuk ke arah baju Diana yang tadi sempat Ia tarik sedikit ke atas.


“Apa? Tidak! Cepat periksa aku, Elios. ” Elios mengangguk dan bersiap-siap untuk memeriksa Diana.


Tangan Elios hendak menyentuh perut Diana, namun langsung di tampik oleh Alex. Diana dan Elios refleks menatap ke arahnya.


“Sudah cukup dengan pemeriksaanya! Dan kau, ikutlah denganku. ” jari telunjuknya Ia arahkan pada Elios, lalu berjalan keluar dari kamar.


“Baiklah, jaga dirimu baik-baik. ” Tak lama Elios pun berjalan keluar menyusul Alex.


Diana tersenyum tipis menatap kepergian keduannya, lalu tangan kanannya mengelus-elus perut bagian bawahnya. Expresi Alex baginya bukanlah hal biasa, yang mana Alex biasanya menunjukam sikapnya yang dingin dengan expresi datarnya. Namun kini, Ia terlihat begitu marah dan tidak tahan karena melihat lelaki lain yang akan menyentuh istrinya. Walaupun dengan maksud memeriksa kondisi Diana.


Elios duduk bersandar di sofa yang berada di dalam ruang baca Alex. Sementara Alex, Ia tengah berada di balkon dan tengah menyulut rokoknya.


Alex berjalan mendekat ke arah Elios, lalu duduk di sampingnya. Ia mematikan sulutan rokoknya dan beralih menuangkan minuman wine ke dalam gelasnya.


“Kau benar-benar puas? ” Elios terkekeh, “Ya, tentu saja. Dan istrimu, sangat mudah di ajak kerja sama. ”


“Sialan! ” umpat Alex lalu meneguk minuman di dalam gelasnya sampai habis.


“Ckck, istrimu benar. Kau harus bisa menahan diri dulu selama dia mengandung. Jika tidak, maka akibatnya akan fatal. ”


“Sama sekali tidak ada kesempatan? ”


Elios tersenyum miris dan menggelengkan kepanya pelan, “Kau tidak pernah kekurangan wanita, untuk apa kau meresahkan masalah seperti ini? ”

__ADS_1


“Aktivitasku terhenti semenjak aku menikahinya, ” Elios tersedak ketika Ia tengah meneguk minumannya untuk kedua kali. Elios menatap tak percaya ke arah Alex, benar-benar tidak percaya.


“Kau? Ckck, aku tidak percaya! ” ledek Elios lalu terbahak, Alex mengangkat sebelah bibirnya ke atas menanggapi komentar temannya itu. Memang benar, semuanya sulit di percaya.


Semuanya terjadi begitu saja, entah sejak kapan Alex menyadari bahwa dirinya berhenti bermain dengan wanita-wanita di luar sana. Bahkan Alex sudah jarang mengunjungi tempat hiburan malam ketika Ia sudah menikah dengan Diana. Bahkan jika Ia pergi, itu hanya sekedar formalitas ketika kliennya meminta bertemu di salah satu club malam.


Elios menatap Alex masih dengan tatapan tidak percaya, terlihat memang Alex tengah berkata jujur. “Gadis itu luar biasa, bisa mengubah monster sepertimu. ”


Alex menyimpulkan senyumnya, “Gadis itu selalu membuatku tidak tahan dengan sikapnya. Dia benar-benar sudah membuatku gila! ” “Ya, kau gila karena terlalu mencintainya. ” gunam Elios dengan nada rendah, namun masih bisa terdengar oleh telinga Alex. Bagus jika seperti itu, Alex akan mulai membuka hatinya kembali untuk wanita lain selain dia. Pikir Elios.


“Jangan selalu menahan dirimu, ”


Alex mendengkus, “Bicara apa kau ini. ”


Benar, Elios sama sekali tidak berhak ikut campur mengenai kehidupan sahabatnya itu. Namun, sesekali memberinya saran agar sahabatnya itu tidak terus berlarut-larut di dalam masa lalu, menurutnya itu adalah hal yang penting.


***


Pagi-pagi sekali Diana sudah bangun dan bersiap-siap, Ia takut jika Alex akan membantunya lagi seperti sebelum-sebelumnya. Meskipun telah berhubungan beberapa kali dengan wanita, namun lelaki tidak akan melibatkan perasaanya. Namun Diana, hatinya akan bergejolak walau sekedar melihat wajah Alex. Diana tidak tahu kapan Ia akan mengetahui isi hati Alex yang sebenarnya, mungkin Diana tidak akan pernah tahu. Diana baru beberapa bulan mengenalnya, Ia belum mengenal Alex dengan begitu dekat. Hatinya selalu di landa di lema seperti ini, labil dan tidak kompeten dalam hal perasaan.


“Nona, kau ingin makan apa untuk sarapan? ” “Apa saja, ” jawab Diana, sembari terus mengupas kulit jeruk.


Tiba-tiba Alex merebut buah jeruk yang baru di kupas oleh Diana, “Kau akan sakit perut jika pagi-pagi sudah makan jeruk asam ini. ”


“Perutku mual, aku ingin memakan jeruk itu. ” rengek Diana, mencoba mengambil kembali jeruk yang Alex rebut tadi.


“Sangat tidak penurut! ” gerutu Alex menatap tajam ke arah Diana, Diana tertegun. “Kau ingin aku menghukummu lagi? ” Alex berkata dengan terus terang, Diana melihat sekitar. Beberapa pelayan tampak terkejut dengan apa yang di katakan oleh Alex tadi. 'Hukuman' kalimat itu ... Diana bergidik ngeri.

__ADS_1


__ADS_2