Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Honeymoon


__ADS_3

"Hei, kemasi celana dalam ku juga. "


Diana terdiam sambil menatap celana dalam Alex yang masih berada di dalam lemari. Ia enggan untuk melakukanya, karena menurutnya itu menjijikan. Alex menatap Diana dengan intens sambil mengeryitkan keningnya. Tiba tiba Alex menarik lengan Diana dan memeluk pinggangnya, kini tubuhnya menempel dengan tubuh Diana. Tangan kananya memegang kepala Diana dan mendekatkanya ke wajahnya.


Cup


Ia mencium bibir Diana dengan lembut, Diana terkejut karena Alex tiba tiba mencium bibirnya. Ia berontak mencoba melepaskan ciuman dan pelukan Alex, tapi Alex sangat kuat ciuman yang lembut tadi berubah menjadi ciuman penuh nafsu Alex ******* habis bibir mungil Diana, Diana terus meronta tapi Alex sangat kuat.


"Huh huh ..." Ia melepaskan ciumanya dan mencoba mengatur nafasnya


"Kau adalah istriku, mulai sekarang kau harus menerima hal sekecil apapun dari diriku. " Ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan Diana.


Itu adalah ciuman pertamaku, seharusnya aku merasa senang ciuman itu di berikan kepada suamiku. tapi kenapa aku ... hatiku terasa sakit.


____________________________________________


BALI


Alex memesan sebuah Resort mewah di bali, Resort bergaya bali dengan kolam renang menghadap ke pantai. Mereka berempat memasuki kamarnya masing masing, Alex dan Nameera berada dalam satu kamar.


Nameera memeluk Alex dari belakang, Alex melepaskan pelukanya dan menyuruh Nameera untuk istirahat terlebih dahulu. Nameera memasang wajah kecewanya dan merengek ingin istirahat bersama dengan Alex. Dan Alex mengingatkanya untuk tidak bersikap kekanakan.


"Kau selalu saja dingin seperti itu, aku adalah kekasihmu, Alex." Protes Nameera


Alex pergi meninggalkan Nameera di dalam kamar sendiri, Ia malas mendengar ocehan wanita itu. Nameera berteriak dan memanggil nama Alex, namun Alex tidak menghiraukan semua itu.


_ _ _


Diana menghempaskan tubuhnya di atas kasur, perjalanan yang cukup melelahkan untuknya. Ia merentangkan tubuhnya dan mencoba meraih kopernya, Ia menyiapkan pakaianya dan bersiap untuk mandi.

__ADS_1


Ceklek..


Seseorang memasuki kamarnya, Diana terkesiap dan langsung menoleh ke arah pintu. Itu Ghani yang terlihat sedang tersenyum dan berdiri di depan pintu. Diana bangun dengan malas dan menatap Ghani menanyakan sedang apa dia di dalam kamarnya.


"Ikut denganku. "


Tiba tiba Ghani menarik lengan Diana dan mengajaknya keluar, hari sudah mulai sore dan Diana tidak berniat pergi ke luar Resort hari ini, Diana meminta Ghani untuk mengajaknya keluar besok hari. Tapi Ghani menolak dan tetap menarik lengan Diana. Dengan terpaksa Ia harus mengikuti permintaan Ghani.


Mereka duduk di tepi kolam renang yang menghadap langsung ke pantai, dan menikmati pemandangan sunset yang sangat indah. Diana tersenyum dan menatap Ghani, ternyata ini yang coba Ghani tunjukan.


"Ini indah. "


Diana melanjutkan memandangi suasana sunset di depanya sambil tersenyum, angin sore menyapu rambutnya yang panjang . Mata Ghani terus tertuju pada wajah Diana


"Ya, sangat indah. " Ucapnya dengan terus menatap ke arah Diana


Hari sudah semakin gelap, Diana kembali ke dalam kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk makan malam dan meninggalkan Ghani yang masih menikmati pemandangan indah pantai.


"Kak Alex lepas. "


Alex tidak melepaskanya, malah Ia semakin erat memeluk tubuh Diana. Lalu Alex membalikan tubuhnya, dan kini Ia yang berada di atas dan menindih tubuh Diana. Lengan kanan Alex memegang kedua lengan Diana dengan erat karena Diana terus meronta ronta. Ia ******* bibir Diana dengan lembut, Diana mencoba melepaskanya namun Alex sangat kuat. Kini Alex beralih mencium telinga Diana dan sesekali meniupnya, reaksi Diana diluar dugaan seluruh tubuhnya bergetar hebat mendapat sentuhan dari Alex.


Bagus seperti itu, malah akan aneh jika tubuhmu merasa biasa saja ketika ku sentuh.Batin Alex


"Tubuhmu sensitif sekali, Sayang. " Ucap Alex


Itu adalah pengalaman pertama untuk seorang Gadis yang selalu menjaga kesucianya, Diana bahkan belum pernah berpacaran sebelumnya. Lalu, Ia melanjutkan mencium leher Diana dan lengan kirinya menyentuh lembut Squishy milik Diana. Diana menjerit dan terus meronta ronta, tapi Alex tidak menghiraukanya seakan jeritan Diana menjadi semangat tersendiri bagi Alex untuk terus melanjutkan pada langkah berikutnya.


Alex kembali ******* habis bibir mungil Diana, kali ini Ia melumatnya dengan penuh nafsu. Nafasnya mulai tidak karuan, Diana yang merasa tidak nyaman akan perlakuan Alex padanya terus meronta dan menitikan air matanya. Tangisanya tidak bersuara karena bibirnya sedang asyik di mainkan oleh bibir Alex, Alex beralih kembali menciumi leher Diana dan membuat Kissmark disana. Lalu Ia membuka satu persatu kancing baju Diana

__ADS_1


"Kak Alex jangan, aku mohon hiks."


Alex yang mencoba melepaskan baju Diana mengurungkan kembali niatnya karena melihat Diana yang terus terusan menangis. Alex bukan tipe lelaki yang akan memaksa wanita untuk melakukan hubungan intim denganya, Ia kemudian melepaskan cengkramanya pada lengan Diana dan beranjak pergi dari atas tubuh Diana, lalu Diana langsung duduk dipinggiran ranjang.


"Ini adalah kewajibanmu sebagai istriku,kenapa kau begitu takut? "


"Maaf kak Alex, aku belum siap. " Ucapnya sambil terus menangis


"Hapus air matamu! Bukankah sudah ku bilang aku membenci wanita yang lemah! " Alex sedikit berteriak kepada Diana


Kemudian Diana menurut kepada Alex dan langsung menghapus air matanya,


"Cepat bersiap untuk makan malam. Ingat, kau akan melakukanya cepat atau lambat. " Ucap Alex lalu pergi ke luar kamar Diana


Tubuh Diana seketika bergetar mendengar ucapan Alex barusan, cepat atau lambat Ia akan melakukan hal itu dengan Alex. Ia kembali menitikan air matanya, umurnya masih 18 tahun itu terlalu cepat baginya.


_ _ _


Setelah selesai mandi Diana memakai pakaian yang sudah Ia siapkan tadi, Ia mengenakan Syal guna menutupi kissmark yang Alex buat tadi, agar tidak terlihat oleh siapapun. Pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang Diana sedikit terkejut, tapi itu ternyata Ghani yang memintanya segera keluar untuk makan malam. Diana merasa takut jika yang mengetuk pintu itu adalah Alex, karena bayang bayang kejadian barusan belum hilang dari pikiranya.


"Aku akan siap dalam sepuluh menit. " Teriaknya dan Ghani mengiyakan perkataan Diana.


Diana menarik nafas panjang, Ia yakin setelah ini Ia pasti akan bertemu dengan Alex lagi. Tapi, Diana mencoba menyembunyikan ekspresi wajahnya yang khawatir di hadapan Ghani, seolah tidak ada yang terjadi padanya.


Diana membuka pintu kamarnya, terlihat Ghani yang sedang berdiri membelakanginya.


"Aku sudah siap, ayo pergi untuk makan malam. "


Oh tidak. Itu bukan Ghani, melainkan kak Alex.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2