
Alexis'Grup
Alex berjalan cepat memasuki ruangan karyawanya dengan di ikuti seorang wanita cantik yang menyandang status sebagai sekretarisnya.
Ketika Alex masuk, pria yang berada di dalam ruangan yang sedang mengangkat kedua kakinya ke atas meja tampak santai sembari memainkan gadgetnya itu tampak sangat terkejut. Ia langsung beranjak dari posisinya dan berdiri menunduk dengan gugup menyambut ke datangan Alex di dalam ruanganya.
Alex melempar sebuah berkas tepat pada wajah pria tersebut, pria tersebut hanya menganga dan melotot ke arah Alex.
Alex menatapnya tajam, " Kesalahan terbesar sebuah perusahaan adalah bersedia merekrut orang sepertimu!" ucapnya dengan sedikit membentak. Tanpa berkata panjang lebar Alex pergi meninggalkan ruangan dan di ikuti oleh sekretarisnya. Pria tersebut hanya bisa berdiri memaku.
Entah sudah berapa banyak karyawan yang terkena marah dan bahkan sampai ada yang di pecat oleh Alex hari ini. Suasana dingin menyelimuti seluruh ruangan di perusahaan. Seluruh karyawan menatapnya heran, entah hal apa yang sudah membuat CEO perusahaannya ini tampak begitu kesal dan marah.
Alex duduk di dalam ruanganya, dengan menautkan jemarinya dan menjadikanya tumpuan untuk menopang dagu, Ia tersenyum getir mengingat kembali kejadian yang Ia alami kemarin.
__ADS_1
Flash Back
Alex mengeryitkan dahinya melihat tingkah laku Diana, Ia tidak mengerti mengapa Diana membereskan kotak yang berisi barang barang mewah itu dengan sedikit membantingnya dan Diana memindahkan semuanya ke luar kamar.
"Kenapa kau tampak begitu marah? " tanya Alex sembari menghadang langkah Diana di depan pintu yang sedari tadi bolak balik keluar masuk kamar karena memindahkan kotak kotak itu.
Diana tidak menjawab apapun Ia hanya menatapnya tajam. Diana tentu merasa marah dengan tingkah Alex yang seperti membeli permintaan maaf darinya. Alex mengajaknya jalan jalan di sebuah mall besar sampai hadiah mewah yang Alex berikan. Diana tentu marah karena Alex menganggapnya sama seperti wanita yang pernah Alex kencani di luar sana, jelas jelas Diana bukan tipe wanita matre seperti itu.
Diana hanya terdiam dan mencoba menghindari Alex yang sedari tadi menghalangi jalanya, namun tetap saja Alex tidak memberikanya jalan. Dengan kesal Diana menjatuhkan kotak yang sedang Ia pegang itu ke atas lantai, BRAAK! Diana tetap menatap tajam Alex, sedangkan Alex menatap ke arah kotak itu dengan heran.
Tiba tiba Alex menghampiri dan menarik lenganya, hingga tubuh Diana berada di belakang tubuh Alex. Alex mengambil koper itu, kemudian Ia letakan di atas ranjang.
Dalam diamnya Diana duduk di atas ranjang dan menggeser kasar koper yang berada di hadapan Alex ke hadapanya, Alex menatapnya heran. Kemudian Diana membuka perlahan koper itu, mengacak acak isinya mencari sesuatu. Setelah mencarinya beberapa saat akhirnya Diana mendapatkanya. Ponsel, Ia mencari ponselnya. Semenjak pulang dari liburan Ia belum memegang kembali ponselnya.
__ADS_1
Diana menghidupkan kembali ponselnya yang sengaja Ia matikan pada liburan saat itu. Beberapa detik ponselnya baru menyala, notifikasi puluhan pesan masuk memenuhi layar ponselnya. Belum sempat Diana membaca pesan tersebut, ponselnya langsung berdering. Kali ini ada sebuah panggilan masuk,
"Halo, " Diana menjawab panggilan tersebut
"Baiklah, aku akan sampai dalan setengah jam. " Jawabnya lagi dengan senyum tipis di bibirnya.
Alex terus menatap dan memperhatikan gerak gerik Diana. Dari Diana pergi mengganti pakaianya ke kamar mandi sampai Diana merapihkan rambutnya dan sedikit berdandan dengan memoleskan tipis lip berwarna pink pastel pada bibir mungilnya. Tampak terlihat cantik dan lucu untuk gadis seusianya.
Diana mengambil tasnya kemudian melangkah pergi, belum sempat Ia keluar kamar tiba tiba Alex menarik lenganya kembali dan Diana langsung berbalik menatapnya.
"Kau mau pergi kemana? " Tanya Alex sembari mengangkat dagu dan kedua halisnya
"Aku akan pergi bertemu dengan Ghani, " Jawab Diana singkat dan cepat
__ADS_1
'Bagus! Kau berdandan untuk menemui lelaki lain?' batin Alex
Bersambung...