
Alex mengajak Diana berjalan jalan di sebuah Mall, Diana berjalan selalu lamban sehingga selalu tertinggal jauh di belakang Alex, dengan terpaksa Alex menggandeng lenganya sepanjang jalan.
Alex mengajaknya ke sana ke mari dan Diana hanya diam dan terus mengikuti langkah Alex, kadang Alex bertanya apakah Diana membutuhkan sesuatu namun Diana selalu menggeleng dengan malas.
Diana selalu mengikuti kemana pun kaki Alex melangkah, kadang Ia bingung dengan apa yang sedang di lakukan pria di hadapanya itu. Wajah Diana terlihat datar, tidak ada senyum sedikitpun yang terlintas pada wajahnya.
Hari semakin siang, sudah berapa kali putaran mereka memutari Mall tersebut namun belum ada satupun barang yang mereka beli. Sehingga Alex merasa sedikit kesal, Ia menggertakan giginya mengepalkan jemarinya namun tetap menahan armarahnya.
Diana terlihat seperti anak bebek yang selalu mengikuti induknya, tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya. Alex menggiringnya ke dalam sebuah restoran dengan sedikit geram, ketika ditanya mau makan apa, Diana hanya menjawab seperlunya. Terserah.
Sikapnya sungguh di luar perkiraan Alex, Alex yang berpikir bahwa Diana akan merasa senang jika di ajak jalan jalan dan di belikan barang mewah.Jangankan membeli, memilih saja Diana tidak melakukanya.
Alex meminta Diana menunggunya, Ia akan pergi ke toilet sebentar dan akan segera kembali. Diana hanya mengangguk perlahan mengiyakan perkataan Alex.
__ADS_1
Di toilet Alex mencoba menelpon Zeno untuk memerintahkanya membelikan beberapa barang mewah terkenal untuk wanita, Alex merasa puas.
"Tidak ada seorang wanita pun yang tidak akan tergoda oleh barang barang mewah." Gunamnya
Alex kembali pada mejanya, di meja sudah tersedia makanan yang Ia pesan tadi yaitu dua porsi steak dan segelas minuman ringan untuk Diana dan segelas wine untuk Alex. Alex menatapnya lalu mengeryitkan dahi, Diana sama sekali tidak menyentuh makananya, pandanganya selalu Ia alihkan ke samping kananya dan hanya terdiam dan mematung, selalu saja begitu sudah sepanjang hari ini.
Alex mencoba memotong steak miliknya menjadi bagian kecil, lalu Ia tukar dengan steak milik Diana,
"Makanlah, sudah seharian penuh kita jalan jalan dan belum memakan sesuatu. Kau pasti laparkan? " ucap Alex sembari terus memotong daging steak miliknya
" Untuk apa kau melakukan semua ini? "
Seketika suasana menjadi canggung, Alex meletakan pisau dan garpu yang sedang Ia pegang ke atas meja. Alex menatap sungguh sungguh Diana, Ia menarik nafasnya panjang.
__ADS_1
"Maafkan aku. "
DEG!!! Satu kalimat yang di katakan oleh Alex seakan membuka kembali luka lama di dalam hati Diana, meminta maaf sungguh sangat mudah, tapi untuk memaafkanya itu tidak semudah yang di pikirkan.
Meminta maaf seperti membalikan telapak tangan saja, harga diri seorang gadis yang telah hancur tidak akan utuh kembali hanya karena perkataan maaf. Sampai saat ini pun, jika menjelang malam dan saat mata akan menutup, kejadian buruk itu selalu muncul di dalam bayang bayangnya. Diana bahkan belum bisa tidur dengan tenang semenjak kejadian itu, dan Alex dengan mudahnya meminta maaf padanya. Diana tak habis pikir.
"Untuk apa? " Diana bertanya kembali, kini suaranya serak karena menahan tangis sembari menatap ke arah Alex, Alex tampak merasa sangat bersalah Ia juga berpikir memang tidak akan semudah itu untuk Diana memaafkanya atas semua perbuatan yang sudah Ia perbuat.
Hatinya begitu sakit, tidak mudah untuk memaafkan seseorang yang telah terang terangan menghancurkan hidupnya.
'Andai saja kau berpikir sebelum melakukanya, andai saja kau bisa menunggu. Sedikit saja kau menyentuh hatiku, Aku sempat berpikir bahwa aku menyukaimu. Andai saja semua itu tidak terjadi begitu cepat, mungkin rasa di dalam hatiku akan bertambah seiring berjalanya waktu. Andai saja ... "
Bersambung....
__ADS_1
Tetap setia menunggu kelanjutanya ya, see you bye bye I love you all 😘😍😍
JANGAN LUPA TAPP JEMPOL DAN TINGGALKAN JEJAK UNTUK MENYEMANGATI AUTHOR YA 😍😍