Perjaka Kesayanganku

Perjaka Kesayanganku
Geng kemayu ft Abimanyu


__ADS_3

"You can keep me, inside your heart, and holiding me close until our eyes meet." ucapku mengulang kalimat Abimanyu tadi di hadapan Alexa Liu diiringi suara live musik di suatu public house. Tengah malam setelah aku merayu Alexa Liu untuk menemani kegundahan hati ini.


"Serius?" Alexa Liu menyergah dengan nada tak percaya. Matanya sedikit melebar dari biasanya seakan-akan dia menanggapi ucapan Abimanyu sama halnya denganku tadi.


Aku meneguk jus anggur sebagai pengganti anggur merah kala aku sulit membandingkan hari-hari yang sulit ini. Apakah aku yang bodoh ataukah Abimanyu seorang remaja penipu?


Angin dari penyejuk udara berhembus malas di antara gegap gempita suasana, berbanding terbalik dengan suasana hatiku. Toh pada siapa aku mengeluh jika bukan pada tempat-tempat seperti ini ujungnya.


"Dia ngomong kayak gitu kalau keluarganya gak bisa bayar hutang-hutangnya. Maksudnya apa coba Alexa, apa dia nyuruh aku jomblo. Terus berharap dan berdoa dia gak bisa bayar itu semua dan kita hidup bersama setelah hari-hari terlalui tanpa renjana? Really? Ya ampun, apa Abimanyu sama gilanya seperti aku?" cerocosku sambil menyandarkan tubuh di sandaran sofa.


Aku tak habis pikir, remaja itu bisa-bisanya mengungkapkan kalimat separah dan seromantis itu. Dia memberi perhatian bukan memberi kepastian. Tanpa pernah menyadari Abimanyu menyakiti diri sendiri, kekasihnya, dan aku. Namun, apakah dia sedang menjadi pengecut yang jatuh hati dan mengalihkan itu semua dengan perhatian saja. Aku mengerang, muak dengan kata hatiku sendiri.


Alexa Liu meneguk minuman bersodanya. Dia mencecap rasanya lalu menghela napas sambil menggenggam gelasnya yang dingin.


"Menurutku Abimanyu gak sepenuhnya salah, Bella. Abimanyu sekarang hanya melakukan apa yang menurutnya, dia tidak lari dari hutang-hutang keluarganya. Dia tahu semua keinginanmu atas uang-uang yang kamu berikan itu. Cuma di satu sisi, dia punya batasan. Dia remaja kasian yang punya bokap sakit-sakitan, ibunya pun bukan ibu kandung, slalu ada batasan diantara mereka. Sekarang, apa yang bisa dilakukan bocah seusianya? Perhatian, cuma itu yang bisa dia lakukan Bella. Gampang, bahkan jika Abi memang ikhlas melakukan itu, yang salah berarti kamu Bella!"


Alexa Liu menonyor kepalaku sampai aku mendongak.


"Kenapa aku?" sahutku jengkel sambil merapikan rambutku.


"Karena kamu habis cerai bodoh, di manapun orang yang habis cerai itu butuh perhatian dan Abimanyu kamu jadikan korban!" seru Alexa Liu seraya menguyel-uyel pipiku.


Aku meringis sambil menepis tangannya.


"Dia datang di saat yang tepat, Alexa. Aku cuma menggunakan kesempatan untuk menjeratnya. Lumayan kan dapat benih segar dan gesit, itu lho alasannya."


Kembali lagi aku merasakan tangan Alexa Liu menonyor kepalaku.


"Untungnya Abimanyu masih cukup waras untuk gak melakukan itu, bodoh. Untung, gimana enggak. Kalo seumpama kamu hamil anak dia, apa mungkin beban hidupnya gak nambah? Bodoh sekali kamu Bella, tega tau gak." protes Alexa Liu sambil geleng-geleng kepala.


Aku menghela napas. Hamil aja belum, bahkan mendaftar program bayi tabung saja tidak, pikiran-pikiran kritis dan kritikan Alexa Liu sudah kemana-mana.


"Udah deh, dia udah nolak kok. Sekarang itu sebaiknya kamu ngasih saran aku biar gak baper kalo ketemu Abimanyu, Alex. Dia itu kayak jailangkung. Datang tak dijemput pulang tak diantar. Nongol gitu aja, mana sok-sokan ngasih perhatian, itu lho yang bikin aku cenut-cenut." Aku menghabiskan jus anggur ku seraya mengemasi barang-barangku di meja.


"Kamu masih mau disini?" Alexa Liu mengangguk, "Oke aku temenin sampai jam 12 malam." Aku mengangkat tangan, melambai pada bartender yang kebetulan lewat di jarak dua meter dari mejaku.

__ADS_1


"Dua sloki anggur merah kakak." sebutku seraya tersenyum.


Alexa Liu langsung membatalkan sepihak pesananku. "Dua es krim stroberi aja kakak!" Dia mengerling usil sambil mencubit pipiku.


"Es krim dimalam hari sama aja bikin gemukan, bodoh. Mau bikin aku sulit dapat jodoh lagi?" seruku ganti menonyor kepalanya. Alexa Liu tertawa sampai matanya menghilang.


Dan dua mangkok es krim datang sepuluh menit kemudian ketika aku dan Alexa Liu sibuk membalas pesan di grup chat geng kemayu. Beberapa anggota geng akan menyusul untuk memeriahkan suasana patah hatiku.


Di bawah cahaya remang-remang. Aku memandangi tiga slop es krim stroberi, satu stoberi segar, dan lelehan cokelat yang lumayan memberi penghiburan di malam-malam penuh lampu disko ini.


Aku menikmati semangkok es krim sambil memperhatikan live musik yang sejak tadi mengalun di antara canda dan tawa yang berpendar di dalam public house ini.


•••


Pukul setengah dua belas malam. Gegap gempita suasana semakin meriah, lampu disko yang tadi hanya bergerak di sekitar panggung hiburan kini merembet ke lantai dansa dan seluruh ruangan. Aku bersedekap sambil mengerucutkan bibir ketika Sisca, Jovita, dan Regina datang dengan membawa satu botol minuman keras di tangan mereka.


"Aku gak butuh itu ya gengs, aku cuma butuh brondong kesayangan gue datang dan ngajak gue nikah." seruku, menerima cium pipi kanan dan pipi kiri dari mereka secara bergantian.


"Brondong kesayangan? Emang punya elo, Bella? Kenalin dong." sahut Sisca. Dia yang menolak tua dengan terus melakukan suntik botox dan tarik benang menarik kursi kosong dari meja sebelah.


Aku langsung membekap mulut Alexa Liu ketika ia hendak menjawab.


"Gak akan pernah aku kenalin ke kamu, Sisca.... Manis, dia...berondong...aku!" ucapku mendramatisir.


Sisca tertawa karena aku yang gak ketulungan paniknya saat di tarik ke depan panggung. Berjejalan dengan pengunjung lainnya ketika seseorang yang kusebut berondong kesayanganku ada di sini, bawa gitar. Duduk manis di kursi tinggi.


"Abimanyu, godain kita dong!" seru Sisca. Aku yang mendengarnya memanggil kekasih khayalanku langsung menatapnya tajam.


"Kok kamu kenal Abimanyu, Sis? Wait-wait-wait, dia bukan salah satu gigolomu kan?" tukas ku dengan napas tercekat.


Geng kemayu langsung tertawa sambil merangkulku kanan kiri. Sisca di kanan, Alexa Liu di kiri.


"Dia gak mau jadi gigoloku Bella sayang. Udah sering aku tawarin tapi nolak, katanya dia hanya freelance nyanyi dan gak berminat untuk jadi simpanan tante-tante berduit kayak kita!" jawab Sisca santai.


"Freelance? Nyanyi?" Aku memandang Abimanyu tak percaya, dia memandangku juga tak kalah terkesiapnya dan disaat pikiranku menerka-nerka sejak kapan Abimanyu menjadi penyanyi freelance di club malam seperti ini suaranya yang semanis permen kapas menyusup ke telingaku.

__ADS_1


"Selamat malam. Senang sekali kita bisa ketemu lagi di malam Jum'at yang sedang hujan-hujanan di luar. Dingin?" tanya Abimanyu sambil menyunggingkan senyum sempurnanya ketika mendengar kata peluk aku Abi, peluk aku. Mana perempuan semua yang berteriak seperti itu.


Aku mencebikkan bibir. Banyak yang godain ternyata. Pantas saja godaan Bella Ellis tidak mempan. Banyak yang berpakaian lebih seksi dan berani dariku. Dia mungkin tidak tergoda dengan ku yang janda, setengah seksi juga.


Abimanyu menggenggam mic sambil menyamankan letak duduknya. Dia tersenyum memandang ke sekeliling.


"Aku akan memeluk kalian dengan suaraku, semoga menghangatkan malammu yang dingin."


Ih, aku ingin lenyap dari depan panggung ini. Aku gak bisa mendengarnya bernyanyi. Aku gak bisa, aku takut suaranya membasahi diriku, mengejangkan syaraf-syarafku dan menjadi candu atas nama rindu.


Aku menutup telingaku cepat-cepat ketika petikan gitarnya mulai terdengar, tapi Alexa Liu langsung menyingkirkan semua tanganku.


"Dengarkan dia bernyanyi!" bisiknya galak.


Petikan gitar akustiknya mengalun, berirama, membius siapa saya yang mendengar hingga terpatri hanya pada Abimanyu dan lagu yang dibawakan.


...Loving can heal, loving can mend your soul...


...And it's the only thing that I know, know...


...I swear it will get easier...


...Remember that with every piece of ya...


...Hmm, and it's the only thing we take with us when we die...


...And if you hurt me...


...That's okay, baby, only words bleed...


...Inside these pages, you just hold me...


...And I won't ever let you go...


...Wait for me to come home...

__ADS_1


...Ed Sheeran - Photograph...


__ADS_2