Perjaka Kesayanganku

Perjaka Kesayanganku
Geng kemayu ft Abimanyu 2


__ADS_3

Lututku lemas, lantunan lagu yang mengatakan bahwa cinta adalah frasa yang sanggup menyakiti juga menyembuhkan lara itu begitu menggelayuti syaraf sadarku untuk memuja seluruh perwujudan Abimanyu sekarang. Dia tersenyum, memandang ke seluruh penjuru public house dengan pesona remajanya yang berani. Sementara aku, bagaikan remaja bau kencur merasa tak tahu diri. Mungkin benar apa yang dikatakan Alexa Liu kalau Abimanyu kasian, mungkin juga dia bekerja seperti ini untuk memenuhi kebutuhannya kala sang papa dan mamanya sibuk memperjuangkan sesuatu yang lain. Tapi kenapa harus jadi penyanyi di club malam seperti ini. Hiks, hiks... Kamu menambah bebanku Abimanyu, kamu getarkan sesuatu yang ku sebut empati.


Aku berbalik, menyibak kerumunan orang yang masih menanti Abimanyu bernyanyi. Aku berhenti di meja ku, selang lima menit, Alexa Liu datang.


"Ada yang mengganggumu, Bella?" tanyanya dengan napas panjang, "Sebelum kamu mengenalnya, Abimanyu sudah jadi penyanyi club to club. Cuma kebetulan banget dia performa disini. Kamu baik-baik aja kan, Bell?" jelas Alexa Liu seraya duduk.


Aku melipat kedua tanganku sambil memandang panggung hiburan sewaktu remaja itu bernyanyi lagi dengan Sisca yang menerima ajakannya untuk duet. Tante-tante girang itu nampak santai merangkul Abimanyu yang duduk di kursi tinggi sambil memetik gitarnya.


"Gak masalah kalo dia memang kerja kayak gini Alexa Liu, dia mungkin butuh uang jajan, yang jadi masalah itu kalo dia terjerumus ke lumpur dosa. Dunia kayak gini gak baik untuk dia. Gak bisa terima juga aku kalo barang jaminanku bobrok!" Aku melihatnya sejenak ketika Abimanyu menatapku dari kejauhan dan minimnya cahaya yang berpendar di public house ini.


Aku menghela napas. Bagiku dia tetap anak baik yang tidak mujur hidupnya dan semoga Abimanyu bisa menjaga dirinya dari rayuan tante-tante berduit seperti Sisca, aku, atau yang lain, yang paham remaja butuh uang sepertinya bisa memberikan kepuasan lain. Namun jika yang terjadi berbanding terbalik, so come on, Abimanyu. Seberapa besar nyali kamu berkiprah di dunia gemerlap seperti ini.


"Gue bawain bintang kita hari ini, gengs. This is it, Abimanyu Julian Rudolf. Berondong kita." seru Sisca dengan riang gembira setengah jam setelah bernyanyi dengan nada sumbang di atas panggung hiburan. Aku mendengus, urusan keberanian memang Sisca jagonya. Leo women itu tidak ingin di remehkan dalam segala hal, termasuk urusan laki. Tapi kenapa Abimanyu terlihat santai berada di rangkulannya.


"Kenalan dong, gengs. Udah gue boking nih buat nemenin kita malam ini." Sisca menaik-turunkan alisnya seperti biasa jika berhasil membawa buruannya.


Tak bisa aku pungkiri, aku menatap sinis Abimanyu. Mau-maunya dia di booking Sisca. Ampun, kalau cuma uang jajan. Aku akan memberinya, jadi ia gak perlu menjual waktu untuk menemani tante-tante seperti kami.


"Berapa harganya?" tanyaku tak acuh. Sisca meringis sambil memaksa Abimanyu duduk di sebelahku. Terpaksa pula aku menggeser tubuhku dan menaruh tas jinjingku untuk dijadikan batas.


"Dia gue sewa untuk nemenin elo, Bella. Elo kan lagi butuh hiburan, sekali-kali mainlah sama cowok muda. Jangan pengusaha mulu, bosen!" bisik Sisca dengan gaya kenes.

__ADS_1


"Anjinggg!" gumamku sambil menepuk jidat. Apa kabar Alexa Liu dan Abimanyu yang sudah tahu cowok muda itu incaran ku, perjaka kesayanganku. Abimanyu mengulum senyum sembari menuangkan minuman bening berbau tajam ke gelas sloki.


Abimanyu tersenyum tenang sambil mengulurkan gelas itu ke depanku.


Aku menatapnya dengan sinis gelas itu dan kelakuannya. Aku bilang dalam hati, jangan pernah mau jadi laki-laki sewaan, jangan pernah mau. Itu pekerjaan rendahan berbayar tinggi namun melukai harga dirimu, Abi. Please... Aku mengiba lewat sorot mataku dan tersadar dari lamunan ketika sorak-sorai dari geng kemayu dan tepuk tangan mereka.


"Minum, minum, minum... Ayo minum Bella, enjoy your life, enjoy your next level! Lupain papi, lupain rasa sakitmu. Malam ini adalah milikmu..."


Aku berontak dalam hati. Aku menempatkan kesabaran begitu tipis saat ku teguk air keras dari gelas yang Abimanyu siapkan.


"Selamat untuk statusku yang baru, selamat untuk pernikahan mantan suamiku. Mari bersulang." Aku menghenyakkan gelas sloki itu di meja, maka perayaan patah hatiku lengkaplah sudah. Satu persatu gelas terisi dan aku mati-matian pura-pura tak peduli dengan Abimanyu.


"Well done, Tante." Abimanyu menahan gelas yang hendak aku minum, "cukup." Abimanyu meneguknya lalu menjauhkan gelas itu dari jangkauanku.


"Gimana, Bi? Mau ambil job lagi?"


Abimanyu menggelengkan kepala, dia menyunggingkan senyum untuk geng kemayu.


"Aku titip tas sama gitarku mas, besok malam aku ambil sekalian ngisi job." kata Abimanyu.


"Oh, oke. Beres." Pegawai itu meringis geli, "Gak ada yang mau di oper sama gue nih, Bi?" selorohnya. Sisca yang gembira langsung menepuk-nepuk pahanya. "Sini sayang." ucapnya, Alexa Liu tertawa sambil menggeleng. "Kerja aja yang bener kakak, dia udah banyak peliharaannya."

__ADS_1


Sisca yang sudah di atas awan terbahak sambil menyandarkan kepalanya di bahu Regina. "Ingin Tante menggenggam erat jari-jarimu, tapi sekarang bukan hariku. Sekarang harinya Bella. Janda baruuu..." Pipiku di cubit dan gelak tawa mengudara. Bukankah ini menyebalkan? Aku berusaha berdiri dengan badan yang seringan kapas. Sejenak aku menahan bobot tubuhku di sandaran sofa. Dan detik itu juga Abimanyu ikut berdiri.


"Aku antar Tante pulang!" ucapnya tegas. "Uwuwww..., manisnya." seru Sisca, "Besok giliran sama Tante ya?" Mata lentik itu berkedip-kedip usil. Aku melototi Abimanyu langsung. "Milikku, Abimanyu cuma milikku!" kataku menegaskan.


Alexa Liu menepuk jidatnya, dia yang anti alkohol dan hanya sebagai pecinta minuman bersoda berdiri. "Jangan bikin takut anak orang deh, kasian Abimanyu karena seharusnya dia sama aku. Tante baik hati." ucapnya dengan enteng. Dan tawa kembali pecah, tapi aku tetap diam sambil memaku tatapan Abimanyu. Sementara dia berusaha untuk bersikap netral di hadapan geng kemayu yang berpamitan dengannya.


"Pulang dulu geng, Abimanyu aku bawa dan selamanya dia akan jadi simpanan gue. Gue, Bella Ellis. Bukan Sisca Alindri." ucapku jujur tapi terlihat ngelantur. Abimanyu cuma boleh jadi sewaanku. Jangan yang lain meski sekarang tampangnya diincar banyak orang yang mulai tahu remaja ini bisa di sewa untuk bersenang-senang.


Aku melangkahkan kakiku dengan gontai di antara padatnya public house yang ramai menuju tempat parkir. Namun langkahku yang terasa ringan membuatku sesekali berhenti dan menyandarkan tubuhku di tembok.


"Mau aku bantu?" tawar Abimanyu di depanku. Sorot matanya yang masih menyala tajam menusuk redupnya mataku dengan seksama. Dia menghela napas, "Aku antar Tante pulang!" desaknya.


"Untuk apa?" jawabku sambil memejamkan mata, "aku harap apa yang aku pikirkan salah, Abi. Kamu hanya penyanyi, bukan gigooo..."


Abimanyu memapah ku dengan paksa keluar dari ramainya public house ke area parkir yang sepi. Dia menyandarkan aku di badan mobil sementara ia menarik tas jinjing ku, membukanya, mencari kunci mobil lalu menatapku dengan kedekatan yang nyaris membuatku merasakan napasnya yang hangat.


"Apapun yang Tante pikirkan tentang aku sekarang, Tante juga ingin memiliki ku atas nama hutang. Apa bedanya dengan Tante Sisca?" kata Abimanyu dengan ekspresi dingin.


"Jelas beda, Abi! Jelas beda. Aku memilikimu atas nama harapan, bukan hanya sekss atau menjadikanmu penghibur seperti tadi." Aku mendorong bahunya, "Dan kerap kali aku memikirkan rencana itu, aku memang bersalah dan aku akan melupakannya. Ngerti kamu, Abi? Kalo enggak, berhentilah berada di dekatku dan bikin aku ngerasa kamu memang menginginkan lebih dari sekedar jaminan!" seruku dengan frustasi.


"Tante-tante, logika ku sering bilang untuk jauh-jauh dari Tante. Tapi hati aku enggak. Tante ngerti? Kalo enggak, aku akan bikin Tante ngerti hari ini."

__ADS_1


Remote mobilku berbunyi, Abimanyu membuka pintu mobil dan menyuruhku masuk dengan hati-hati.


__ADS_2