Perjaka Kesayanganku

Perjaka Kesayanganku
I'm not, Bella.


__ADS_3

Butuh tiga hari bagi aku untuk bisa melanjutkan hidup tanpa bibi Marni di apartemen yang aku sewa dengan percaya diri. Hari ini aku akan memulai mengatur hidup pribadiku, bisnis, usaha, dan mendongkrak reputasi ku lagi di keanggotaan geng kemayu.


Dengan semangat penuh dan suasana hati cerah. Aku menyuruh Joe untuk tetap berada di rumah, mengawasi renovasi yang sudah berjalan.


"Apa nyonya benar-benar yakin dengan risikonya?" tanya Joe waktu kami teleponan.


"Aku yakin Joe, jangan khawatir. Dengan begini aku yakin cowok-cowok pada minggir. Tapi aku akan diet kok, serius. Aku bersumpah akan langsing lagi." kataku serius.


"Baiklah, hubungi saya jika nyonya butuh bantuan. Beberapa orang Narendra masih mencari nyonya untuk beberapa hal yang belum saya pastikan. Nyonya hati-hati."


Aku membuka pintu apartemen, hari ini aku sudah berdamai dengan diriku sendiri demi memulai masa depan. Maka akan aku hadapi Narendra jika dia masih mencariku. Toh paling-paling dia menyesal menceraikan aku dan dengan badanku yang gemuk ini dia pasti ilfill. Ck, mantap betul Bella. Lemakmu tidak sia-sia.


Aku mencibirkan bibir dan masuk ke dalam lift, tinggal di apartemen membuatku bisa bertemu dengan orang asing kapan saja di dalam ruang ini. Cuma aku berharap jangan bertemu titisan jailangkung. Jangan sampai keberadaan ku terendus olehnya. Cukup orang Narendra dulu yang aku hadapi, Abimanyu nanti saja.


Tiba di parkiran basement. Sedan hitam keluaran Bavarian Motor Works menjadi kendaraan baruku. Tidak ada bekas Abimanyu atau Narendra, yang ada cuma bekas Joe yang mengantarnya ke sini. Ini sesuatu yang baru. Di sisi lain, mereka yang sibuk tidak bisa menemukan aku dengan mobil baru, tubuh baru, dan rambut baru.


***


Telapak tanganku lembap. Di depanku adalah klinik kecantikan yang semakin jaya di bawah tangan Alexa Liu, tak terhitung seberapa besar kesetiaannya kepadaku. Hari ini Alexa Liu mungkin akan marah atau geli, dia tidak tahu aku datang karena selama dua tahun ini semua koneksi bisnis hanya terhubung dengan Joe.


Aku mendorong pintu kaca dengan harap-harap cemas. Hingga tatapan ku tertumbuk pada Larasati, orang pendaftaran.


Matanya membeliak hebat, jeritannya sanggup membuat siapa saja panik hingga mendatanginya tak terkecuali Alexa Liu yang keluar dari ruang kerjaku. Ia berlari dengan heels lima centimeter di lorong shine bright like diamond seraya menatapku seperti detektif. Dari atas ke bawah, depan ke belakang.


"Kamu kurang ajar, Bella." Alexa Liu berkacak pinggang. Hal itu membuatku tersenyum.


"I miss you, Liu."

__ADS_1


"I'm NOT, Bella!"


"Come on, bestie. Cuti sebulan untuk privilege kamu selama aku pergi. Deal?" rayuku sembari menggenggam tangannya.


"Tuhan ku." Alexa Liu menyeretku ke ruangan yang selama ini aku rindukan. Dia mengempaskan diriku di kursi kerja.


Aku meringis, mataku melihat-lihat sekeliling. Tidak ada sentuhan baru yang Alexa Liu lakukan, semua masih sama seperti waktu meninggalkan ruangan ini.


"Kalian semua ke klinik sekarang, Bella pulang dengan bantal super sintal." Alexa Liu menaruh ponselnya dengan keras di meja, matanya lalu tajam menyorotku seraya menggelengkan kepala.


"Aku tidak tau jalan pikiranmu, Bella."


"Tapi aku tau, Alexa. Aku tahu jalan pikiranku!"


"Terserah," Alexa Liu membuang napas seperti membuang sesuatu yang mengganjal di dadanya dengan kasar.


***


Aku memejamkan mata seraya menunduk jengah. Di depanku semua geng kemayu ada. Reaksi yang mereka berikan sama seperti semua orang yang melihat ku lagi untuk pertama kali.


"Geng, sorry." ucapku.


"Kami sayang sama kamu Bella. Tapi jangan menyiksa Abimanyu dengan berat badanmu itu." Sisca bicara. "Kasian anak itu."


"Kenapa? Dia bukan urusan kita lagi sekarang, hidupnya sudah di atur management. Urusan kita dengan Abimanyu cukup sampai hari ini geng, aku berterima kasih kalian semua sudah ada untuk dia."


Sisca menggeleng, wajahnya acuh tak acuh. Cenderung kesal dengan ucapanku.

__ADS_1


"Abimanyu masih butuh kamu." Semuanya mengangguk, "Satu Minggu setelah kamu pergi dia sakit, dia patah hati, patah semangat. Semua kacau hanya karena Bella Tante gembira yang Abimanyu puja minggat dan menjadi ikan buntal jadi-jadian. Hah!" Sisca mengembuskan napas kasar.


"Gue gak mau tau, Abimanyu udah gue buang baik-baik dan kita ayomi setulus hati harus balik ke elo, sia-sia gue kalo sampai dia jatuh ke tangan perempuan lain. Lagian dia udah jomblo dan itu kan yang elo tunggu-tunggu, Bella. Nunggu apalagi?


Masih aja galak, batinku menggerutu.


"Masalahnya, semua udah jauh berjalan geng. Abimanyu sekarang bukan orang sembarangan, aku gak maulah, karirnya hancur hanya karena pdkt sama janda." ucapku sambil wira-wiri, bahuku merosot "Aku gak percaya diri!"


"Apa susahnya jujur Bella, udahlah gak jaman juga cowok yang bilang cinta duluan. Elo aja yang mulai." sahut Regina.


"Terus kalo dia gak cinta dan hanya sebatas kagum aja, aku makan malu seumur hidup. Nggak mau, udahlah geng, mending bawa aku kemana gitu. Aku harus diet dan kembali bersinar lagi."


Semua geng kemayu tersenyum dengan muka mencurigakan. Dan inilah jawabannya. Aku dipaksa dan digiring seperti anak domba ke kandang serigala.


"Dengan nama yang sesuai sekali dengan kamu sekarang Bella. Menggemaskan." Sisca menampar pantatku. "Adorable Gym, milik Abimanyu. Gue bisa pastiin kamu dapat servis plus-plus di gym ini, Bella. Gak cuma langsing kamu juga bisa bunting!"


Aku terbahak dengan nada ganjil. "Aku gak bisa hamil, kalian tau itu!"


"Belum dicoba lagi kan?" Sisca tersenyum iblis. "Geng, usir semua orang yang ada disini. Lex, telepon manager Abi. Suruh bocah itu ke sini."


"Dengan senang hati, ketua." Alexa Liu mengacak-acak rambutku. "Sebentar Bella, Abimanyu akan di depan mata kita. Ralat, matamu."


Kuat-kuat aku memasang kuda-kuda, menahan tarikan tangan dari Regina dan Sisca yang seperti perempuan kesurupan.


"Aku gak mau geng, aku malu."


"Gak usah malu, kamu pake baju Bella kecuali..." Sisca tersenyum iblis sambil menampar pantatku lagi lebih keras hingga membuatku goyah. Langkahku terseret ke dalam. Pintu Adorable Gym tertutup, kuncinya Regina sembunyikan.

__ADS_1


Aku yang merasa kalah cuma bisa menggedor-gedor pintu kaca sembari berharap Abimanyu syuting stripping sampai malam hari. Syuting aja terus, Abi. Syuting sampai tabunganmu banyak!


__ADS_2