
Alih-alih merasa harus waspada dan berhati-hati atas risiko pekerjaan dan nama baik. Aku dan Abimanyu hanya akan menganggap badai kecil yang membuat hidup kami semakin ramai dengan rumor panas sebagai pelumas rasa. Kami membiarkan rumor itu semakin panas dengan kebersamaan kami di dunia nyata setelah konferensi pers yang kami lakukan untuk meluruskan hubungan kami. Kevin meminta hubungan ini untuk digodok terlebih dahulu sembari mengatur jadwal baru Abimanyu setelah film keduanya launching.
Mau tak mau akhirnya Bella Ellis yang terlalu seksi ini ikut-ikutan terkenal melalui skandal. Bukan lagi bisnis women mumpuni sampai-sampai rekan bisnis dan karyawan menyelamati diriku dengan tumpeng nasi kuning. Sialan emang, tapi berkat skandal itu saudara jauh yang melihatku mendadak bermunculan. Dan bagi Abimanyu, skandal itu termasuk salah satu alternatif cepat membuat namanya di kenal banyak orang.
Aku memutar tubuhku di depan cermin, satu bulan hidupku ramai dikunjungi oleh wartawan dan beberapa konten kreator yang berteman dengan Abimanyu. Untunglah, usahaku menjadi mantan istri pejabat masih bisa aku terapkan dengan baik.
Hari ini ulang tahun Abigail, Julian Rudolf yang digadang-gadang sebagai bintang tamu sedang keluar dari kamar mandi. Badannya yang hanya terselimuti handuk membuatku mengerjap dengan cepat.
"Aku udah kelar, aku cari kopi dulu baby." kataku cepat-cepat sembari melangkah keluar kamarnya.
Aku sedang di apartemennya, ada Kevin dan Joe di ruang tamu. Mereka tergeragap ketika aku menabrak meja dan meringis.
"Parah gengs, makin di buka makin pengen aku." aduku pada mereka. "Pengen kabur. Gak kuat liatnya, parah. Gede bener badannya, mana masih seger banget. Gak kuat, lemes lutut aku gengs."
"Nyonya saja yang terlalu berlebihan!"
Joe kembali memeriksa ponselnya, sebagai ajudan nyonya Bella yang ikut tenar karena ada aku pasti ada dia, kami berdua dapat job endorse seperti Abimanyu. Bedanya aku pilih-pilih sementara Joe dan Abimanyu terima semuanya. Pumpung ada job katanya. Modal nikah. Entah Joe nikah sama siapa.
Aku melemparinya dengan bantal sofa. Joe meraihnya di lantai lalu membetulkannya lagi.
"Nyonya jangan tambah kerjaan saya!" Joe mendelik. Aku meringis.
__ADS_1
"Vin, job Abimanyu gimana? Naik apa turun? Udah beres juga atur jadwalnya?."
"Belumlah, enak benar nyonya bersabda." Kevin memutar matanya, " Malah tawaran makin naik. Orang-orang pada suka dengan hubungan kalian selama kalian bisa mempertahankan yang kalian agung-agungkan, smart and fun, thankyou Bell. Pembawaanmu cukup menarik simpati positif dari ibu-ibu pecandu Abimanyu. Elo harus banyak sabar, bukan cuma adik-adik gemes yang suka sama your baby, tapi juga ibu-ibu. Sabar nyonya. Gue atur, musim semi di Spanyol mulai bulan Maret sampai Juni. Ada satu bulan full buat kalian nanti!"
Aku bersorak kegirangan dan membeku ketika Abimanyu keluar dari kamar. Ia bilang, "Kenapa baby?"
"Satu bulan di Spanyol."
Abimanyu langsung meringis dengan aneh. Dia menyelipkan rambutku ke belakang telinga. "Yakin sanggup?"
Joe berdehem, Kevin langsung pura-pura mengambil tabletnya. Aku menggeleng, semenit melihatnya hanya terbungkus handuk. Aku sudah kejang-kejang. Satu bulan tanpa jeda, aku bisa apa?
Aku mengeram, memutar tubuh, melangkah dengan lemas dan meraih tasku di sofa. "Udahlah, kita berangkat dulu aja. Keluarganya Sisca udah nungguin kita."
Kami berempat keluar dari apartemen.
Abimanyu merangkul bahuku. Dia menyandarkan kepalanya di kepalaku saat kami menaiki lift.
"Itu ya?" bisik Abimanyu.
Aku menatap Abimanyu dari pantulan kaca, dia tersenyum menawan. Cenderung usil dan menyebalkan. Bisa-bisanya dia bilang itu ya di depan Joe dan Kevin, jelas-jelas dua orang dewasa itu langsung memalingkan wajah dan bersiul-siul.
__ADS_1
Aku mengangguk dan kepalaku tetap menunduk setelah menjawabnya.
"Aku berasa nggak siap untuk melakukan itu, Abi."
Buahahaha.... Kevin terbahak dengan teramat kencang, bahkan dia sampai membungkuk untuk menekan perutnya.
"Baru kali ini gue denger janda nggak siap melakukan itu lagi, wkwkwk." Aku Kevin seraya terbahak-bahak lagi. "Benar-benar nggak kuat gue meladeni kejujuran nyonya satu ini. Ampun, Ian. Pacar elo bener-bener." Kevin mengatur napas.
Abimanyu mencium pelipisku dengan keras. "Itu alasan kenapa aku jatuh cinta padanya, kak. Kejujuran yang lucu, cuma aku gak habis pikir kok bisa janda nggak siap untuk itu. Apa jangan-jangan dulu..."
Aku langsung menimpuk punggung Abimanyu dengan tasku.
"Jangan-jangan dulu apa!" bentakku. "Oh, otak kamu pura-pura polos ternyata. Oh, mati aku..." Aku melangkahkan kakiku cepat-cepat meninggalkan Abimanyu.
Gawat-gawat, dia sudah dewasa.
Abimanyu membuka pintu mobil sembari tertawa. "Aku pacaran sama janda, jadi aku sangat bersemangat mencari tahu kesukaan wanita yang udah berpengalaman!"
Aku buru-buru melangkahkan dan masuk ke dalam mobil. Perutku mules. Abimanyu benar-benar menjadi fantasi liar yang luar biasa di otakku sekarang.
...****************...
__ADS_1