Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Pelatihan VI Memperlajari Teknik Bertarung


__ADS_3

“Pelatihan ketiga kalian akan di mulai?”


Mendengar ucapan Dewa Guru, Xi bersaudara langsung melempar batu yang ada di punggung mereka.


Bam..!!


“Apa itu Dewa Guru?” Tanya Xi Juan dengan semangat, Xi Luan tidak bertanya karena sudah ada yang mewakilinya.


“Hmm..!! Melawan para Binatang Buas, tapi kali ini berbeda, karena yang kalian lawan semua sangat ganas dan liar. Aku juga akan membuka segel yang menyegel tenaga dalam kalian dan juga membiarkan kalian merasa lapar dan haus seperti manusia pada umumnya.” Kata Duan Du sambil tersenyum.


Mendengar itu, Xi bersaudara menjadi tambah semangat, mereka tentu ingin sekali bertarung karena telah lama mereka tidak bertarung.


“Ayo Dewa Guru, aku sudah tidak sabar,” kata Xi Juan.


“Heh,, apa kalian mempunyai teknik bertarung yang cukup kuat untuk melawan mereka? Jangan terlalu bersemangat, karena teknik bertarung yang kalian latih dulu mungkin tidak berguna saat melawan para Binatang Buas, walau tubuh fisik kalian cukup kuat sekarang, tapi jangan pernah berbangga diri dengan hasil yang kalian dapatkan ini, karena di atas langit masih ada langit. Paham,” kata Duan Du dengan nada tegas.


Xi Luan dan Xi Juan langsung mengangguk patuh dan berkata dengan nada keras.


“Paham Dewa Guru, kami tidak pernah akan berpuas diri mulai sekarang, dan akan terus berlatih.”


Duan Du seketika tersenyum.


Duan Du langsung menembakkan dua jarinya ke arah Xi Luan dan Xi Juan.


“Aku memberikan kalian masing-masing dua teknik bertarung, kalian pelajari gerakan teknik tersebut dan ikuti gerakan yang ada di pikiran kalian, teknik itu akan menghilang jika kalian telah mempelajarinya hingga sampai tahap puncak,” kata Duan Du kemudian menghilang.


“Hmm,, aku mendapat Teknik Tapak Cahaya dan Teknik Pedang Pemusnah, ini sangat cocok dengan ku, dan juga bisa Teknik Tapak Cahaya bisa di gunakan untuk menyerang dan bertahan.” Gumam Xi Luan.


Sementara Xi Juan kini mendapatkan Teknik Pedang Dewa yang tidak mempunyai batas dan juga Teknik Tubuh Emas yang bisa di gunakan untuk menyerang menggunakan tangan kosong dan bisa di gunakan bertahan saat mengeraskan tubuh menjadi Tubuh Emas.


“Adik, Teknik apa yang kau dapatkan? Kenapa kau diam saja?”, tanya Xi Luan penasaran.

__ADS_1


“Hehe, nanti kakak lihat saat kita latih tanding. Lebih baik kita pelajari gerakan-gerakan dasar yang muncul di dalam kepala kita, ini memudahkan kita juga mempelajarinya dari pada menggunakan manual buku yang ada di perpustakaan, ia menggunakan tulisan jadi agak sulit mempelajarinya,” kata Xi Juan langsung pergi ke arah yang menurutnya cocok untuk mempelajari kedua teknik tersebut.


Xi Luan langsung memasang wajah heran, ia langsung pergi setelah melihat kepergian sang adik. Tentu saja ia bingung, karena adiknya kini tidak bisa ia tebak. Selalu berubah-ubah.


Beberapa menit telah berlalu, kini Xi Juan yang telah melihat gerakan tahap pertama dari Teknik Pedang Dewa langsung memperagakannya.


Tapi ia langsung diam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena kini ia tidak memiliki pedang untuk memperagakannya.


Beberapa saat kemudian, Xi Juan langsung menemukan ide. Tak ada pedang rantingpun jadi, itulah yang ada di dalam otak Xi Juan.


Setelah mendapatkan ranting. Xi Juan langsung mengalirkan tenaga dalamnya terlebih dulu ke ranting yang ia pegang.


Ranting tersebut seketika hancur. “Hmm,, benar dugaanku jika teknik Peda Dewa ini tidak semudah yang terlihat di gambar kepalaku, Teknik Pedang Dewa ini juga mengajarkan cara mengendalikan tenaga dalam agar tidak cepat terkuras habis saat melawan musuh. Dewa Guru pasti telah memikirkan ini semua sehingga memberikan Teknik yang cocok untuk masing-masing dari kami. Walau ia jarang mengajarkan secara langsung dan hanya menyuruh, tapi Dewa Guru di setiap latihan yang ia berikan dapat memberikan banyak manfaat bagi kami,” gumam Xi Juan tersenyum senang.


“Walau guru tidak terjun langsung mengajari kami, tapi ia tetap memberikan sesuatu yang menjadi teka teki untuk kami pecahkan, ini demi kebaikan kami juga agar harus berusaha lebih keras tanpa mengandalkan orang lain,” gumam Xi Juan sekali lagi, lalu berlari ke arah pohon mengumpulkan ranting kayu untuk ia jadikan bahan latihan.


Sementara di lokasi Xi Luan berada, kini ia mencoba mengalirkan tenaga dalamnya ke arah telapak tangannya.


“Tapak Cahaya ini harus memaksimalkan tenaga dalam yang pas, tidak boleh berlebihan maupun kurang. Ini cukup sulit juga, karena aku biasanya saat bertarung tidak pernah mengendalikan tenaga dalamku. Saat bertarung ya langsung alirkan lalu serang saja.”


“Tapi Dewa Guru memberikan Tapak Cahaya ini pasti untuk kebaikanku agar tidak kehabisan tenaga dalam saat bertarung melawan banyak Binatang Buas nanti, ini untuk kebaikan ku. Walau Dewa Guru jarang turun tangan tapi ia sangat perhatian, terimakasih guru,” kata Xi Luan terharu.


Ia langsung memperagakan kembali Tapak Cahaya tingkat pertama yaitu mengalirkan tenaga dalam dan bertumpu pada tangannya hingga sebuah cahaya keluar.


Walau gagal Xi Luan terus berusaha keras tanpa pernah mengeluh atau kecewa, malah sebaliknya. ia semakin bersemangat karena semakin sulit teknik yang ia pelajari yang berarti teknik tersebut semakin kuat.


Xi Luan dan Xi Juan tidak tahu jika teknik yang Duan Du berikan itu adalah teknik Dewa Abadi yang bahkan di alam Dewa sekalipun sangat jarang orang bisa melatihnya.


Jika mereka tahu, mungkin mereka akan muntah darah dan berkata tidak mungkin baginya untuk mempelajarinya dalam waktu singkat.


Waktu terus berlalu.

__ADS_1


Kini genap 1 bulan mereka telah mempelajari Teknik yang di berikan Duan Du.


Xi Luan kini tersenyum karena tahap pertama dari Tapak Cahaya sudah ia kuasai.


Tangan Xi Luan kini bercaya, walau tidak terang tapi ia cukup senang dengan penghasilannya ini. Dengan cepat Xi Luan melirik ke arah batu yang penah menjadi bahan latihannya.


“Tapak Cahaya tingkat pertama,” kata Xi Luan dengan santai. Lalu tangannya mengeluarkan cahaya sebelum mengenai target.


Bom..!!


Batu tersebut seketika hancur berkeping-keping. Kini mulut Xi Luan terbuka lebar saat melihat serangannya, padahal ia hanya menggunakan sehelai tenaga dalam. Tapi kekuatan serangannya sangat dahsyat.


Saat Xi Luan bersemangat dan akan mempelajari Tapak Cahaya Tingkat kedua, sebauh suara menghentikan niatnya.


“Kau cukup pelajari Tapak Cahaya Sampai Tahap pertama dulu, jika kau mempelajari tahap kedua, butuh waktu lama bagimu untuk menguasai setengah dari tahap kedua. Yang sekarang kau pelajari adalah Teknik pedang Pemusnah karena waktumu tinggal dua bulan lagi sebelum melawan Binatang Buas.” Kata Duan Du melalui telepati.


Xi Luan langsung kecewa, tapi ia tetap mengangguk menuruti perintah gurunya.


Kini Xi Luan langsung melihat gerakan-gerakan dasar dari teknik Pedang Pemusnah.


Glek..!!


Xi Luan seketika menelan ludahnya sendiri. Karena Teknik Pedang Pemusnah sangatlah rumit.


Tapi Xi Luan tidak menyerah begitu saja. Bukan Xi Luan namanya jika langsung menyerah, dengan sigap Xi Luan mencari sesuatu untuk ia jadikan sebuah pedang.


Saat Xi Luan melihat sebuah Batu yang cukup panjang, ia langsung mengambilnya.


Dengan sigap Xi Luan mencoba menggerakkan tangannya mencoba meniru gerakan yang ada di isi kepalanya.


Walau Xi Luan gagal karena Teknik Pedang Pemusnah gerakannya sangatlah lentur seperti belut. Sedangkan dirinya memiliki otot-otot yang keras dan kaku. Xi Luan tetap mencobanya.

__ADS_1


__ADS_2