Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Kemarahan Xi Bersaudara dan Membunuh Han Bong


__ADS_3

“I..Iblis kau adalah Iblis berwajah manusia,” teriak Han Bong langsung melesat di penuhi oleh amarah.


Dengan membabi buta Han Bong melancarkan serangan ke Xi Juan.


“Mati,” teriak Han Bong mengayunkan pedangnya ke arah kepala Xi Juan.


Xi Juan yang baru saja menembus Ranah Kaisar ⭐ 3 Puncak langsung ikut menngayunkan pedangnya karena ingin mencoba sampai mana batasannya.


Trank..!!


Crak..!!


Pedang Xi Juan langsung hancur di sertai ia di buat mundur saat melakukan bentrok jarak dekat.


Han Bong yang belum menyadari Ranah Xi Juan menyeringai kejam saat melihat Xi Juan langsung mundur.


Sementara para pedagang dan orang yang mengenal Xi Juan cukup terkejut saat menyadari Ranah Xi Juan yang mampu menahan tingkatan Ranah Half Saint Awal.


“Pemuda ini sangat mengerikan dan sadis, sangat beruntung waktu itu ia tidak membunuhku, menurut ucapan bawahanku ia tidak puas saat aku di buat pingsan,” gumam Dan Zan perlahan mundur tanpa terasa tubuhnya berkeringat dingin.


“Hoho,, kau lumayan juga bocah,” ucap Han Bong kembali menyerang Xi Juan yang kini mengusap sedikit noda darah di mulutnya.


Tak lama ia menyunggingkan senyum tipis. “Hem, ia berada di tingkat Half Saint karena bantuan pil dan obat-obatan saja, terlebih pondasinya sangat rapuh sehingga terlihat sedikit lebih kuat dariku,” gumam Xi Juan langsung mengeluarkan pedang yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Dengan cepat Xi Juan melesat maju.


Trank..!!

__ADS_1


Saat melakukan bentrok kedua, Han Bong tersadar jika lawannya hanya berada di ranah Kaisar ⭐ 3 Puncak.


Merasa di permalukan, Han Bong semakin terbawa amarah.


“Aku akan mencincang mu dan membunuh semua keluargamu bocah, setelah itu aku akan mencicipi semua wanita yang ada di keluarga termasuk ibumu,” teriak Han Bong kini melakukan kesalahan karena mengikut sertakan keluarganya.


Wajah Xi Juan yang tersenyum nakal langsung berubah dingin.


Bukan hanya Xi Juan saja, orang yang ada di dalam gerbong kereta milik Yin Jing tanpa sadar mengeluarkan auranya.


Blush..!!


Wuss..!!


Tatapan dingin Xi Luan langsung mengarah ke Han Bong, tanpa sadar Han Bong mundur saat merasa di tatap oleh sosok Monster.


Yin Jing ingin melihat sejauh mana tingkat bertarung sosok yang ia kagumi saat ini.


“Tarik kembali ucapanmu pak tua,” ucap Xi Luan dingin.


“Heeeh,, hahaha, aku menarik ucapanku, hahaha mimpi.” Ejek Han Bong memberanikan diri.


“Asal kau tahu, ini kotaku, kau akan di buru karena telah-”


Wuss..!!


Duar..!!

__ADS_1


Tubuh Han Bong langsung terlempar saat Xi Luan menggunakan teknik terkuatnya. Walau saat ini Xi Luan tidak menggunakan pedang utamanya, itu sudah cukup untuk membuat Han Bong terluka parah.


Bukan hanya itu saja, Xi Juan mundur, saat ini Xi Juan menggunakan kekuatan penuhnya.


“Teknik Dewa Pedang.”


“Tebasan Kematian.” Ucap Xi Juan dengan nada dingin.


Wuss..!!


Bilah energi tak kasat mata melesat ke tubuh Han Bong yang baru saja berusaha bangun.


Crash..!!


Tanpa mengetahui apa-apa, ia hanya melihat pandangannya menjadi gelap saat berdiri.


Gleduk..!!


Kepala Han Bong langsung menggelinding yang langsung membuat semua orang yang ada di sana terpana di sertai sedikit merasa takut.


Sementara Lan Yuheng kini matanya sangat cerah melihat Xi Juan memenggal kepala musuh yang jauh lebih kuat darinya.


“Woah,, kau memang memang sosok yang paling aku kagumi Juan,” teriak Lan Yuheng langsung memecahkan keheningan.


Yin Jing yang melihat Xi Luan tadi tak kalah dengan Lan Yuheng, matanya kini cerah. “Memang pantas menjadi suamiku, kau harus menjadi milikku,” gumam Yin Jing langsung mengklaim Xi Luan miliknya.


Saat Xi Juan dan Xi Luan ingin memasukkan pedang mereka, tiba-tiba terdengar sebuah suara menggelegar dari dalam kota Han.

__ADS_1


__ADS_2