Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Melumpuhkan Perampok dan 10 Hari Berlalu


__ADS_3

Saat Yin Jing melihat banyak orang mengelilingi kereta dengan berbagai senjata. Wajah Yin Jing sedikit kesal.


“Hoho,, rupanya hari ini kita mendapatkan domba yang gemuk,” ucap pria berbadan kekar dengan seringai lebar saat melihat Yin Jing yang membuka tirai jendela kereta.


Bibir pria berbadan kekar yang tidak lain pemimpin perampok kini terlihat menjilat pedangnya.


Hahaha..!!


Hahaha..!!


Tak lama tawa dari para bawahan pemimpin perampok terdengar menggema.


“Anda benar bos, lihatlah kereta yang mereka gunakan sangat mewah, aku yakin jika mereka dari kalangan bangsawan,” sambung bawahan perampok dengan tersenyum lebar.


“Apa lagi wanita ini terlihat sangat matang, aku sudah tidak sabar ingin mencicipinya setelah bos,” balas salah satu bawahan perampok.


Mendengar itu, Yin Jing awalnya ingin keluar menghajar mereka di hentikan oleh kusir.


“Biarkan hamba yang menghajar mereka Tuan putri,” ucap pria tua terlihat biasa-biasa saja.


Tapi Xi bersaudara tahu jika pria tua yang menjadi kusir kereta ini sudah mencapai Ranah Immortal.

__ADS_1


Wuss..!!


Pria tua tersebut langsung muncul di depan pemimpin perampok dengan sebuah tongkat kayu.


“Nak, kau salah menghadang orang, salahkan nasibmu yang akan mendekam di penjara Kekaisaran nantinya,” ucap pria tua tersebut langsung mengayunkan tongkatnya.


Sementara pemimpin perampok yang terkejut melihat kecepatan pria tua tersebut langsung menyilang kedua kapaknya.


Tapi niatnya langsung sirna saat mendengar ucapan pria tua tersebut. “Sialan, mereka anggota Kekaisaran,” gumam Pemimpin perampok langsung berniat melarikan diri.


Bam..!!


Namun tubuhnya langsung terasa berat, tak lama ia terlempar hingga menabrak beberapa pohon lalu pingsan di tempat.


“Ka..Kami menyerah,” ucap salah satu yang tadi bicara ingin mencicipi Yin Jing.


Pria tua tersebut langsung menghentikan aksinya.


Dengan santai ia mengangguk. “Baiklah kalian kawal kami menuju Kekaaisar Yin, ini juga merupakan hukuman kalian dan jika sampai disana nanti maka hukuman kalian akan di ringankan,” ucap pria tua tersebut kembali menuju kereta.


Xi Juan yang melihat itu seketika kurang puas. “Heng,, sungguh naif, jika tidak di bunuh maka mereka tidak akan jera, hanya kematianlah yang membuat mereka berhenti merampok,” ucap Xi Juan menatap tajam para perampok dari dalam kereta.

__ADS_1


Para perampok langsung lemas mendengar ucapan Xi Juan, sementara pria tua tersebut hanya melirik Xi Juan sekilas lalu mengacuhkannya.


Di samping Xi Juan, Lan Yuheng yang telah terhipnotis pengaruh Xi Juan hanya mengangguk-angguk membenarkan tanpa adanya rasa iba.


Sementara di depan Xi Juan, Yin Jing kini menatap Xi Juan dengan tatapan tajam.


“Mereka juga manusia, setiap manusia pasti akan ada yang ingin berubah jika di bimbing dengan benar,” dengus Yin Jing.


Xi Juan mengerutkan keningnya, saat ia akan membalas ucapan Yin Jing. Xi Juan langsung mengurungkan niatnya saat mendengar suara kakaknya melalui telepati jika jangan meladeni orang-orang dari Kekaisaran.


Melihat Xi Juan diam, Yin Jing tersenyum penuh kemenangan.


***


Drum drum..!!


Butuh waktu 10 hari perjalanan bagi kereta rombongan Yin Jing dan Xi bersaudara untuk melewati jalan memutari Hutan Monster menuju Kekaisaran Yin.


Walau begitu, mereka masih belum sampai, saat ini kereta mereka menuju sebuah kota yang jauh lebih besar dari Kota Naga.


Melihat sebuah kereta yang sangat mewah, banyak penduduk yang berada di luar kota langsung memberi jalan.

__ADS_1


Umumnya penduduk ini adalah para petani yang ingin mengadu nasib, ada juga yang ingin menjual hasil pertanian mereka.


Tak sedikit juga para pedagang besar terlihat ikut mengantri di bagian selatan, karena disana khusus untuk kereta kuda atau orang-orang kelas 3 ke atas.


__ADS_2