
“Sial, aku baru sadar, tidak kakak, tidak adik, mereka sama-sama mengerikan,” gumam Yang Tan ketakutan setengah mati.
Setelah bergumam, Yang Tan langsung membawa Lan Yuheng dan Qin Ji dengan alasan latihan.
Tentu saja keduanya langsung mengangguk patuh, karena setiap hari dalam waktu 5 jam mereka berdua akan di bawa ke Hutan Monster untuk berlatih.
Tap tap..!!
Setelah kepergian Yang Tan, Qin Ji dan Lan Yuheng, beberapa pasukan Kekaisaran yang setia di kubu Yin Jing dan Yin Jian datang.
Mereka semua langsung mengepung penginapan tempat Xi Luan berada.
Duar..!!
Pintu kamar Xi Luan langsung di hancurkan dari luar, tak lama Jendral Yin Chen, Jendral termuda Kekaisaran Yin masuk, tatapannya langsung mengarah ke Xi Luan.
Saat melihat Xi Luan yang hanya berada di tingkat Fana, Jendral Yin Chen langsung mengerutkan keningnya.
“Apa kau Xi Luan?” Tanya Jendral Yin Chen dengan nada datar.
Xi Luan langsung membuka matanya, kilatan cahaya seketika keluar dari mata Xi Luan.
Hal itu langsung membuat Jendral Yin Chen mundur, karena instingnya merasakan bahaya.
__ADS_1
“Orang ini, walau masih di tingkap Fana, tapi ia mengerikan,” gumam Jendral Yin Chen.
“Menyerahlah dan patuhi Kekaisaran, jika kau ikut bersama ku dengan baik-baik, maka kau tidak akan terluka,” ucap Jendral Yin Chen sedikit tegas.
Xi Luan pun langsung berdiri lalu menjulurkan tangannya.
Melihat Xi Luan tidak melawan saat mau di tangkap, Jendral Yin Chen seketika menghela nafas.
Setelah mengikat tangan Xi Luan menggunakan rantai yang terbuat dari Batu Kutukan atau yang bisa menyegel energi Qi seseorang, kini Jendral Yin Chen langsung menggiring Xi Luan keluar.
Tap tap..!!
Terlihat saat Xi Luan turun, banyak sekali penduduk kota pinggiran melihat ke arah dirinya dengan berbagai macam pandangan.
“Hentikan, apa yang kalian lakukan, apa kalian mau di tangkap juga, cepat bubar,” teriak Jendral Yin Chen saat melihat beberapa penduduk nakal atau kultivator nakal melempari Xi Luan batu hingga kepala Xi Luan berdarah.
Jika Xi Juan melihat itu, maka ia pasti akan bersumpah membasmi Kekaisaran Yin ini dengan tangannya hingga ke akar-akarnya. Sifat Xi Juan paling bar-bar, tapi saat melihat keluarga, terlebih kakaknya di lukai, Xi Juan pasti akan membalasnya jutaan kali lebih menyakitkan.
Tap tap..!!
Setelah memasuki kereta, Xi Luan melihat Yin Jing dan Yin Jie sudah menunggu Xi Luan dan Jendral Yin Chen.
“A..Apa yang terjadi padamu?” Tanya Yin Jing seketika khawatir.
__ADS_1
Yin Jie yang melihat tingkah bibinya langsung menatap bibinya dengan pandangan kosong.
“Singkirkan tanganmu, itu terlalu mulia bagiku di bantu oleh seorang adik Kaisar,” ucap Xi Luan dengan nada dingin.
Tangan Yin Jing sedikit bergetar saat mendengar nada suara Xi Luan yang jauh berbeda dari yang biasa ia dengar.
Tatapan Yin Jing lalu mengarah ke Jendral Yin Chen yang bingung juga dengan sifat Yin Jing.
“Apa yang terjadi dan kenapa ia terluka? Bukankah aku menyuruh Jendral Chen membawanya tanpa harus melukainya?” Tanya Yin Jing dengan nada dingin.
Jendral Yin Chen yang bingung dengan perubahan sikap Yin Jing langsung menjawab dengan jujur.
Mendengar itu, ia ingin menyuruh Jendral Yin Chen menangkap orang-orang tersebut. Tapi tidak jadi saat melihat Xi Luan memejamkan matanya.
Ingin rasanya Yin Jing membuka tudung kepala Xi Luan lalu mencoba mengobati luka Xi Luan yang saat ini darahnya terus mengalir.
Tapi ia tidak berani membuat Xi Luan semakin membencinya lagi, rasa sukanya terhadap Xi Luan kini semakin tumbuh dengan tulus.
“Ayo berangkat,” ucap Yin Jing berubah datar seperti biasa.
Mereka pun langsung berangkat membawa Xi Luan ke penjara Khusus.
***
__ADS_1
Di sebuah lembah, terlihat sosok pemuda tampan dengan rambut biru muda kini berdiri di atas batu.