Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Sebuah Raungan Sosok Penguasa Hutan Monster


__ADS_3

Tak lama puluhan Serigala Hitam langsung melesat setelah mendapat perintah untuk menyerang Yang Tan.


Wuss wuss..!!


Salah satu Serigala hitam muncul lebih dulu, mulutnya langsung terbuka lebar saat akan mencapai perut Yang Tan yang di sebelah kanan.


Dengan cepat Yang Tan menggunakan ekornya, ekor Yang Tan mempunyai ujung layaknya pisau.


Crash..!!


Mulut Serigala Hitam tersebut langsung sobek oleh ekor Yang Tan.


Tidak sampai di sana, dua Serigala hitam muncul di atas dan samping kiri Yang Tan.


Kedua Serigala hitam tersebut kini mengayunkan cakar mereka.


Yang Tan pun langsung mengayunkan tangan kanannya lalu kepalanya mengarah ke yang satunya sambil mengarahkan taringnya.


Crash..!!


Bam..!!


Kedua Serigala hitam ada yang langsung terlempar dan ada yang mati seketika.


Tapi Yang Tan juga ikut terluka di bagian perutnya, karena terjangan dua Serigala Hitam yang muncul tiba-tiba.


Kini Yang Tan mundur secara perlahan, para Serigala Hitam semakin mengganas saat melihat darah di perut Yang Tan.


Goar..!!

__ADS_1


Mendengar teriakan pemimpin mereka, para Serigala Hitam mundur secara perlahan. Kini kedua pemimpin Serigala maju sambil memamerkan gigi mereka.


Mereka melihat Yang Tan dengan tatapan mengejek karena tidak mampu mengalahkan bawahan mereka.


Gerr..!!


Yang Tan langsung menggeram marah, instingnya mengatakan ingin bertarung sampai mati saat ini.


Dengan segera ia melesat maju, tapi tak lama tubuhnya bergetar ketakutan.


Goaarr..!!


Raungan mengerikan dari kedalaman Hutan Inti terdengar menggema, bahkan raungan tersebut sampai terdengar ke Kota Kekaisaran.


Entah apa yang terjadi, tapi yang pasti keributan di seluruh Daratan Timur.


Jika saja pemimpin tertinggi di Hutan Monster ini tidak ada, mungkin sudah sangat banyak para kultivator yang telah mencapai immortal pergi memburu para Hewan Buas.


***


“Pergilah kalian, jangan usik mereka.”


Mendengar sebuah suara dalam bahasa Binatang Buas, kedua pemimpin Serigala Perak langsung lari kocar kacir.


Sementara Yang Tan yang melihat kepergian para Serigala langsung menghela nafas panjang.


Walau begitu tubuhnya tak henti-hentinya bergetar karena mengenali sosok suara ini.


Wuss..!!

__ADS_1


“Lama tak bertemu Harimau Kecil.” Sosok Singa Merah dengan warna rambut seperti api muncul.


Tubuhnya yang muncul hanya seutas jiwa saja, tapi tetap saja Yang Tan ketakutan. Apalagi melihat seringai Singa Merah ini.


Ingatannya seketika kembali ke masa lalu, ia teringat saat ikut menyerang Singa Merah hingga terluka.


“Sialan, kenapa nasibku sangat sial jika mengikuti kedua anak ini,” gumam Yang Tan langsung mengutuk dirinya dalam hati yang selalu sial.


“Hmm..!! Kau tak perlu takut seperti itu, bawa kedua keturunan Tuan ke Inti Hutan ini, aku akan menunggumu di sana,” ucap Singa Merah, tak lama jiwanya mulai pudar.


Yang Tan seketika memikirkan ucapan Singa Merah, apakah harus mengikuti keinginannya atau tidak. Pirasatnya mengatakan ia akan menderita di dalam sana, dan ia tak pernah meragukan pirasatnya sendiri.


“Sialan kalian, mau tak mau aku harus kesana membawa kalian,” kutuk Yang Tan kepada Xi Luan dan Xi Juan yang pingsan dengan mengeluarkan senyum.


Dengan berat hati Yang Tan membawa Xi Juan dan Xi Luan.


Saat di perjalanan, tidak ada hambatan yang ia lalui, bahkan para Hewan Buas terlihat membukakan jalan dengan kepala tertunduk tanda hormat.


Tentu saja Yang Tan yang Rasnya Hewan Buas langsung mengangkat kepalanya tinggi-tinggi saat melihat tanda hormat mereka.


Kini Yang Tan merasa dirinya seorang Raja Hewan Buas.


***


Di Kekaisaran Yin, saat ini Kaisar Yin Long duduk di singasananya.


Tatapannya mengarah ke semua Jendral dan pejabat, maupun mentrinya.


“Jelaskan kepaadaku? Siapa yang telah membuat Monster mengerikan itu marah?” Tanya Kaisar Yin Long kini memijit keningnya.

__ADS_1


__ADS_2