
“Lu..Luar biasa.” Hanya dua kata saja yang mampu Lan Yuheng ucapkan dari mulutnya.
Kini matanya bersinar cerah saat melihat Xi Juan, dengan cepat ia mendekati Xi Juan layaknya dirinya seorang pelayan.
“Woah kau hebat sekali,” puji Lan Yuheng dengan senyum lebar.
Xi Juan hanya mendengus ringan. “Kau telah aman, jadi pergilah dari sini,” ucap Xi Juan langsung berjalan ke arah empat murid sekte racun yang masih hidup.
Tap tap..!!
Tapi Lan Yuheng masih mengikuti langkah Xi Juan.
“Kau ini kenapa? Membuat kesal saja,” ucap Xi Juan.
“Hehe karena kau telah menyelamatkan ku dan aku kini tidak mempunyai keluarga, maka aku akan mengikutimu serta menjadi perisaimu,” ucap Lan Yuheng cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Xi Juan tahu jika Lan Yuheng ini cukup pintar, jadi ia melihat adanya kesempatan dan tahu jika ia memiliki musuh yang sama. Maka Lan Yuheng berusaha untuk terus mendekati Xi Juan.
“Huuff,, aku tahu niatmu tapi jalan kita berbeda, aku bukan orang baik sedangkan aku merasa kau masih memiliki hati yang bersih. Jadi hilangkan saja dendam mu itu sebelum kau sama dengan mayat itu yang telah hilang kendali,” ucap Xi Juan sambil mengayunkan pedangnya.
Crash..!!
Kepala murid sekte racun yang ada di depannya langsung terpisah. Darah menyemprot langsung ke jubah Xi Juan.
__ADS_1
Glek..!!
Lan Yuheng langsung menelan ludahnya. Tapi tak lama ia bertekad untuk terus mengikuti Xi Juan.
Walau ia sadar jika apa yang di ucapkan Xi Juan benar dan sebelum ayah serta ibunya mati, mereka berpesan untuk jangan membunuh atau menaruh dendam kepada klan Xin.
10 menit telah berlalu, Xi Juan baru selesai membunuh semua murid sekte racun serta menjarah harta mereka.
Kini Xi Juan langsung berjalan ke arah kakaknya dengan wajah dongkol.
Tap tap..!!
“Ayo kita jalan kak,” ajak Xi Juan melihat ke arah kakaknya yang sedang tertidur di atas dahan pohon yang cukup besar.
Setelah itu pandangan Xi Luan mengarah ke Lan Yuheng sekilas.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Xi Luan langsung melompat dan mendarat di depan adiknya.
Mereka berdua pun langsung berlari ke arah Kota yang telah di beritahu oleh Singa Ekor Pedang.
__ADS_1
Di belakang Lan Yuheng terus mengikuti dalam diam, awalnya ia selalu bicara tidak jelas. Tapi karena tidak di tanggapi oleh kedua kakak beradik itu, ia pun akhirnya diam.
Wuss..!!
Saat hari sudah mulai malam, mereka pun akhirnya keluar dari Hutan Monster.
Pandangan Xi Juan dan Xi Luan kini mengarah ke kota yang cukup besar.
“Woo,, kota ini memiliki benteng yang tinggi,” ucap Xi Juan kagum.
“Hmm..!! Kota ini bernama Kota Naga, dulunya di kota ini ada sebuah legenda jika ada salah satu Naga lahir di sini lalu membuat legendanya sendiri,” sambung Lan Yuheng langsung menjelaskan.
Wajah Xi Juan seketika cerah saat mendengar tentang legenda atau cerita masa lalu seseorang yang berjuang hingga mengukir namanya.
“Siapa namanya? Apakah kau tahu?” Tanya Xi Juan langsung mendekap leher Lan Yuheng dengan tangannya layaknya mereka adalah sahabat.
Lan Yuheng dengan senyum cerah langsung menjelaskan apa yang ia ketahui dari orang tuanya dulu.
Sambil berjalan, Lan Yuheng menceritakan banyak legenda-legenda masa lalu.
Hingga tak sadar mereka telah sampai di gerbang masuk Kota Naga.
Seorang penjaga dengan wajah sangar menghadang langkah Xi bersuadara dan Lan Yuheng.
__ADS_1
“Berhenti, apa tujuan kalian ke Kota Naga? Dan berapa lama kalian ingin menetap di sini?” Tanya penjaga tersebut dengan nada tegas.