
Seketika kepala bawahan Tang Ren yang bicara langsung terpotong rapi oleh bilah pedang.
Melihat rekan mereka mati, keempat sisanya kini waspada.
“Siapa itu, keluar kau. Berani sekali mencari masalah dengan kami,” teriak salah satu bawahan Tang Ren.
Walau berteriak, ia terdengar memberanikan dirinya agar terlihat tidak seperti orang yang takut.
Wuss..!!
Bam..!!
Lan Yuheng langsung melompat dari atas gedung hingga saat mendarat di tanah kakinya terdengar cukup keras saat berbenturan.
“Hemm..!! Sampah seperti kalian tidak perlu tahu siapa aku, yang perlu kalian tahu adalah penjaga neraka yang akan menyiksa kalian nanti di sana,” ucap Lan Yuheng dengan nada dingin.
Dengan cepat Lan Yuheng melesat ke arah salah satu yang kedua terkuat yaitu Ranah Kaisar ⭐ 1 Awal.
Melihat jika dirinya yang menjadi target oleh sosok mengenakan jubah hitam, bawahan Tang Ren langsung mengutuk sosok tersebut.
“Mati,” gumam Lan Yuheng dengan nada pelan, namun dapat di dengar oleh mereka berempat dan Qin Ji.
Pedang kayu yang Lan Yuheng ayunkan langsung melesat membentuk sebuah bilah cahaya.
Bawahan Tang Ren langsung menarik temannya yang paling dekat.
Crash..!!
__ADS_1
Tubuhnya langsung terbelah, hal tersebut membuat bawahan terkuat Tang Ren saat ini bergetar tak terkendali.
“Sial orang ini sangat kuat, aku harus melaporkan kejadian ini kepada Tuan muda,” gumam bawahan Tang Ren kini melirik sisa temannya.
Saat ini tidak ada yang namanya saudara atau teman, baginya adalah jika dirinya selamat itulah yang terpenting.
“Kalian berdua hadang dia, aku akan menggunakan dia sebagai tawanan agar memudahkan kita melawannya, tujuan orang ini pasti si jal***ng ini,” ucap Gu Yang dengan nada yakin.
Kedua temannya langsung mengangguk, lalu mencoba menghalangi Lan Yuheng yang kini melesat ke arah Qin Ji.
Sebuah senyum langsung Lan Yuheng perlihatkan di balik tudungnya.
“Bodoh,, bisa-bisanya kalian mau di bodohi oleh teman kalian sendiri,” ejek Lan Yuheng.
“Heng,, siapa yang percaya akan ucapanmu,” ucap salah satu dari keduanya kini mengayunkan pedangnya.
Wuss..!!
Tangan Lan Yuheng langsung terayun saat mencapai dua meter dari musuhnya.
Crash..!!
Tubuh salah satu dari keduanya langsung terbelah dua bagian.
Tidak berhenti sampai di sana, Lan Yuheng langsung melompat dan muncul di atas kepala yang tersisa.
Brak..!!
__ADS_1
Kaki Lan Yuheng langsung menendang dada musuhnya hingga terlempar ke tempat Qin Ji.
Saat kepalanya tidak sengaja mengarah ke Qin Ji, ia sadar jika saudaranya tidak berada di tempatnya dan mengutuk saudaranya.
Ia juga sedikit menyesal jika tidak mempercayai ucapan Lan Yuheng.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, saat ia membalik badannya, sebuah pedang kayu kini mengarah ke jantungnya.
Jlep..!!
Urgh..!!
Darah langsung menyembur dari mulutnya.
“Hem..!! Jika ada kehidupan kedua, berubahlah menjadi orang baik,” ucap Lan Yuheng santai.
Setelah itu pandangan Lan Yuheng mengarah ke Xi Juan dan Xi Luan yang kini membantu Qin Ji berdiri.
“Hehe,, bagaimana penampilanku tadi Guru Juan, hebat bukan?” Tanya Lan Yuheng kini terlihat ingin di puji, ia juga sesekali melirik Qin Ji untuk tebar pesona.
“Heng,, aku bilang panggil saja aku Juan, jangan ada embel-embel Guru, jika tidak aku tidak akan mengajarimu Teknik itu,” ucap Xi Juan mengancam Lan Yuheng.
“Eeh,, jangan begitu Juan, baiklah aku tidak akan memanggil Guru, bagaimana jika Senior? Kakak? Atau yang lain,” ucap Lan Yuheng sedikit membujuk.
Tapi ucapan Lan Yuheng di abaikan karena saat ini Xi Juan menatap Qin Ji yang sedikit ketakutan melihat kejadian barusan.
“Mungkin ini baru pertama kali kau melihat pembunuhan di depan matamu, tapi yakinlah lambat laun kau pasti akan melakukan hal yang sama dengannya.” Ucap Xi Juan dengan santai.
__ADS_1
“Bahkan mungkin lebih kejam, jadi jangan menjadi wanita naif, aku akan menyesal membantumu jika kau naif seperti ini.”