
Malam harinya, saat ini ada tiga bayangan berkelebat di atas atap rumah dan toko penduduk.
Wuss wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Tunggu dulu, aku ingin memastikan kita benar-benar aman saat melakukan pergerakan nanti di dalam.” Ucap Yin Jing berhenti di depan kediaman Xe Lang.
Xi Juan mengangguk paham, sementara Lan Yuheng mengangguk bingung.
Tak lama setelah mendapat informasi dari mata-matanya, Yin Jing hanya mengisyaratkan tangannya ke 3 arah.
Xi Juan langsung melesat ke arah barat, Lan Yuheng melesat ke arah timur, sementara Yin Jing melesat ke arah kediaman Xe Lang.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Penjara ke arah sana, seperti yang di beritahu oleh Nona Yin,” gumam Xi Juan melangkah dengan hati-hati saat melihat sebuah pintu yang cukup besar.
Di depan Xi Juan ada lima penjaga sedang berpatroli.
Tiga dari mereka sedang bermain judi di meja tepat di depan pintu yang mereka jaga, dua lainnya terlihat berdiri menahan kantuk.
Xi Juan yang di abaikan tersenyum tipis, jarak antara Xi Juan dengan kelima penjaga hanya 100 meter.
Dengan cepat Xi Juan mengeluarkan jarum, namun ia kembali memasukkannya. Kemudian mengeluarkan belati kecil.
“Hehe,, tidak baik jika mereka tidak sedikit menjerit kesakitan,” kekeh Xi Juan dalam hati.
Wuss..!!
Jlep..!!
__ADS_1
Xi Juan yang langsung mencoba melempar belati ke sebuah tembok sebagai uji coba langsung tersenyum bangga. “Rupa aku memiliki bakat terpendam lainnya,” gumam Xi Juan.
Setelah itu Xi Juan melangkah dari kegelapan.
Tap tap..!!
Saat sudah berjarak 30 meter, barulah ketiga penjaga yang bermain judi merasakan kehadiran Xi Juan yang sengaja mengeluarkan auranya.
“Penyu-”
Jlep..!!
Argh..!!
Baru saja salah satu dari ketiga penjaga yang bermain judi ingin berteriak, sebuah belati langsung menanjap di pundaknya hingga berteriak kencang.
Dua temannya langsung mengeluarkan senjata, namun keduanya terlambat menghalau belati yang kini sudah melesat di depan mata mereka.
Jlep.!!
Jlep..!!
Tap tap..!!
“Beruntung kalian bukan orang jahat, jika tidak-” Xi Juan memperagakan jika ia ingin menyayat leher musuh.
Glek..!!
Ketiganya seketika terdiam tanpa berani mengeluarkan suara.
Wuss..!!
Buk buk buk..!!
__ADS_1
Xi Juan langsung membuat ketiganya pingsan, lalu pandangan Xi Juan mengarah ke kedua penjaga yang kini tertidur lelap sambil berdiri.
Buk buk..!!
Xi Juan langsung memukul pundak leher mereka dengan cepat.
Cklek..!!
Dengan cepat Xi Juan masuk, pandangan pertama yang ia lihat hanya ruang yang terlihat seperti ruang tamu.
“Di balik tembok ini, aku mencium bau kakakmu ada di sana,” ucap Yang Tan memunculkan kepalanya dari balik jubah Xi Juan.
Xi Juan melangkah, dengan cepat ia menemukan tombol untuk membuka ruang di balik tembok.
Sreet..!!
Tembok tersebut langsung terangkat ke atas secara otomatis saat Xi Juan menekan tombol di balik mulut patung Rusa.
Tap tap..!!
Saat Xi Juan melangkah, setiap sel yang ia lihat kosong. Hingga ia berjalan ke Sel yang memiliki pintu tertutup.
Xi Juan yang telah mengambil kunci dari penjaga yang ia lumpuhkan langsung mencoba semua kunci.
Cklek..!!
Xi Juan tersenyum tipis.
Saat Xi Juan membuka pintu, pandangan pertama yang ia lihat adalah, kakaknya kini sedang bermain kartu bersama seorang pemuda yang seusia dengan kakaknya.
“Eeh,, kau terlihat santai saja tanpa beban,” ucap Xi Juan sedikit kesal saat merasakan kakaknya tidak khawatir saat di dalam penjara.
“Aku tahu kau pasti akan datang, dengan sikapmu yang keras kepala dan melakukan segala cara jika keluargamu kenapa-napa, tidak sampai beberapa hari saja kau sudah menemukanku.” ucap Xi Luan datar.
__ADS_1
Bibir Xi Juan langsung mengerucut, lalu pandangan Xi Juan mengarah ke pemuda yang bersama kakaknya bermain kartu.
“Lalu siapa pemuda ini? Jangan bilang kau ingin mengajak beban lagi,” tanya Xi Juan dan terang-terangan menyindir.