
“Ternyata putri ayah saat ini telah dewasa.”
Dengan cepat Xi Juan tersadar jika ini bukanlah surga, terlebih ia juga merasa tubuhnya saat ini sangat kaku dan sulit untuk di gerakkan.
“Dimana ini?” Tanya Xi Juan sambil mencoba melihat sekelilingnya.
Setelah melirik ke arah kiri, ia melihat kakaknya yang sebenarnya sudah tersadar, namun pura-pura memejamkan matanya.
“Hmm,, kenapa kakak pura-pura pingsan,” gumam Xi Juan dalam hatinya “Apakah ini tempat musuh?” Gumam Xi Juan kembali melihat sekitarnya.
Namun Xi Juan merasa tidak ada yang salah di tempat ini, ia juga merasa kedua orang di depannya tidak memiliki niat jahat.
Sedang Xi Luan.
Xi Luan sebenarnya tidak pura-pura pingsan, melainkan ia sedang memulihkan energinya, ia dan Xi Juan secara bersamaan sadar. Tapi ia tidak membuka mata atau menggerakkan badannya seperti adiknya.
Xi Luan juga malas berkomunikasi sehingga lebih memilih tetap memejamkan matanya.
Sementara Liu Mei Ling dan Liu Feng terdiam beberapa saat untuk membiarkan Xi Juan terbiasa lebih dulu.
“Ini adalah Kota Meng, tepatnya kau berada di klan Liu,” jawab Liu Feng sambil melihat dengan seksama bagaimana reaksi Xi Juan.
Xi Juan langsung melirik ke arah Liu Feng sambil mengangguk-angguk, walau ia tidak tahu kota Meng atau klan Liu.
Xi Juan tentu sangat cerdas dengan keadaan, ia juga merasakan energi Qi di tempat ini sangat padat, yang artinya ia sangat jauh dari rumahnya berada.
Karena rumahnya memiliki energi Qi yang sangat tipis, terlebih saat merasakan aura Liu Feng yang sangat kuat dan tidak tahu ia ada di tingkat berapa membuktikan dugaan Xi Juan.
“Hmm..!! Apakah Dewa Guru mengirim kami ke dunia yang jauh lebih kuat?” Gumam Xi Juan dalam hatinya, saat memikirkan hal tersebut, Xi Juan seketika menjadi semangat.
Xi Juan tidak terlalu memikirkan ayah dan ibunya, karena ia yakin dunianya saat ini pasti akan aman.
“Maafkan aku senior, kota Meng ini ada di mana? Bisa jelaskan lebih detail?” Tanya Xi Juan dengan polos.
Mendengar itu, Liu Feng dan Liu Mei Ling mengeryitkan alisnya.
__ADS_1
“Hmm,, nak, apa kepalamu terbentur dengan keras sehingga lupa ingatan?” Tanya Liu Feng mencoba menyentuh kepala Xi Juan.
Namun dengan cepat Xi Juan menghindarinya.
“Ah,, maaf senior, aku tidak hilang ingatan, namun aku merasa asing dengan kota Meng, mungkin saja saat di kejar Hewan Buas kami lari terlalu jauh, dan seingatku, aku dan kakak ku pingsan di gunung yang sangat tinggi,” kata Xi Juan mencoba mengarang cerita.
Mendengar itu, Liu Feng langsung mengangguk paham, pantas saja saat ia menemukan keduanya di gunung yang paling di takuti, karena mereka lari di kejar binatang buas, terlebih ia melihat jika tingkat kekuatan keduanya terbilang lemah.
“Kau saat ini berada di Daratan Timur, dan Kota Meng itu adalah salah satu kota besar di Daratan Timur ini, walau bukan ibukota, tapi kota Meng cukup di segani banyak kota besar lain dan sekte, karena keberadaan klan Liu,” jawab Liu Mei Ling menjelaskan dengan bangga.
Liu Feng langsung menggelengkan kepalanya. “Jangan dengarkan putriku, saat ini klan Liu kami sedang terpuruk, terlebih ada 2 Sekte Menengah dan 1 Sekte besar aliran hitam mencoba untuk mengambil alih kota ini yang menyebabkan kota ini dalam keadaan waspada.”
“Eeh,, kenapa aku harus menjelaskan hal seperti ini kepada orang tak di kenal,” gumam Liu Feng tersadar.
Xi Juan yang mendengar itu hanya mengangguk-angguk.
“Oh begitu ya, tapi ngomong-ngomong perkenalkan namaku adalah Xi Juan dan ini kakak ku Xi Luan, jika boleh tahu siapa nama kalian?” Tanya Xi Juan.
“Ah,, maafkan aku jika lupa memperkenalkan diri,” jawab Liu Mei Ling dengan nada canggung.
Xi Juan langsung mengulurkan tangannya. “Terimaksih Mei Ling, karena telah menyelamatkan dan merawat kami,” kata Xi Juan tersenyum lembut.
Mie Ling seketika menunduk malu dengan wajah merah merona, melihat itu. Xi Juan merasa bersalah karena mengira Mei Ling marah.
“Eeh,, maafkan aku jika salah kata yang membuat mu marah Mei Ling,” kata Xi Juan dengan nada polos.
Namun Mei Ling langsung berlari keluar dengan wajah semakin memerah.
Melihat itu, Xi Juan semakin bingung dan penasaran mengapa Mei Ling semakin marah.
Liu Feng yang melihat itu hanya bisa menggeleng lalu berkata. “Kau tidak perlu merasa bersalah, dan juga aku sebenarnya ingin bertanya banyak tentang identitas kalian, tapi karena kalian baru sadar dan perlu pemulihan, maka kalian lebih baik istirahat dan pulihkan energi kalian terlebih dahulu.”
Xi Juan melirik ke arah Li Feng.
“Terimakasih senior,” ucap Xi Juan dengan tulus.
__ADS_1
Liu Feng mengangguk lalu keluar. “Anak muda yang begitu polos, dengan kepolosannya itu, bisa-bisa ia mati dengan cepat di dunia yang keji ini,” gumam Liu Feng berjalan santai.
Melihat kepergian Liu Feng, Xi Juan melirik ke arah kakaknya.
“Kak, kau bisa membuka mata karena ia telah pergi,” ucap Xi Juan.
“Aku tahu, karena aku merasakannya,” jawab Xi Luan. “Aku merasakan jika pria tadi sangat kuat, aku bahkan tidak tahu ia ada berada di tingkat apa, sehingga lebih baik kita berhati-hati Juan'er,” ucap Xi Luan dengan nada serius.
“Ya,, ya aku tahu, tapi aku penasaran, apakah ia bisa melihat tingkat kultivasi kita yang asli atau tidak ya?” Xi Juan melirik ke ara Xi Luan untuk mengetahui apakah kakaknya tahu atau sama seperti dirinya yang ikut bertanya-tanya.
Xi Luan menggeleng. “Aku rasa ia tidak tahu, saat melihat ekspresi pria tadi yang biasa saja, berarti ia tidak tahu tingkat kultivasi kita yang asli.”
“Tapi aku lebih penasaran dengan wanita tadi, aku tidak dapat merasakan energi apapun di dalam tubuhnya, namun aku merasa ia sangat kuat,” kata Xi Luan.
“Ya kak, aku juga merasakan hal yang sama.”
Setelah bicara sebentar, keduanya saling melirik lalu memejamkan mata untuk memulihkan energi mereka yang kosong.
3 hari telah berlalu.
“Hmm..!! Kak, walau hampir penuh, tapi aku merasa ini sudah cukup,” kata Xi Juan membuka suara.
Xi Luan langsung membuka matanya. “Baiklah, tapi pertama-tama bagaimana cara kita untuk keluar dari tempat ini,” Xi Luan mengangguk sambil bertanya.
“Hehe,, kau tenang saja, dengan wajah polos adik mu ini, maka itu hal yang cukup gampang,” kata Xi Juan tersenyum penuh arti.
Xi Luan mengangguk santai, ia tahu jika adiknya cerdas, jadi ia melepaskan masalah ini kepada adiknya ini.
Tak lama setelah itu terdengar suara langkah kaki berjalan ke arah kamar tempat mereka memulihkan diri.
Tap tap..!!
Cklek.
Saat pintu terbuka, Xi Juan dan Xi Luan melihat seorang wanita cantik masuk.
__ADS_1