Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Awal Pertarungan Di Daratan Immortal


__ADS_3

“Huuf,, baiklah setelah mengetahui kota ini, kita akan meninggalkan Mei Ling diam-diam seperti yang kita rencanakan tadi.”


Xi Juan mengirimkan suara telepati kepada kakaknya Xi Luan.


Xi Luan yang mendengar itu mengangguk santai.


Tap tap..!!


Mereka terus melangkah mengitari Kota Meng, Liu Mei Ling terus bicara menjelaskan tentang Kota Meng.


Yang di jelaskan hanya masalah keindahan, makanan, dan semua tentang kesukaan wanita saja.


Hal tersebut membuat Xi Juan bosan, tapi ia tidak berani memperlihatkan wajahnya yang bosan karena tidak ingin membuat penyelamatnya kecewa.


Tapi tak lama ia tersenyum tipis.


“Hehe,, kak apa kau juga menyadarinya jika kita saat ini di ikuti?” kekeh Xi Juan bertanya ke kakaknya melalui telepati.


“Jangan terlalu sering menggunakan telepati, Energi Qi mu nanti terkuras habis, jika itu terjadi aku akan repot untuk melindungimu,” dengus Xi Luan kini kesal karena.


Xi Luan sudah memperingai adiknya jika jangan terlalu sering melakukan telepati, tapi adiknya ini tidak mau mendengar.


Energi Qi yang di gunakan sangatlah besar untuk melakukan telepati secara langsung ke orang yang di tuju, dan saat ini mereka berdua tergolong lemah.


Karena seseorang yang melakukan telepati hanya bisa di lakukan oleh tingkat Immortal saja.


Terlebih Xi Luan dan Xi Juan tahu saat ini mereka berada di Daratan Immortal.


Daratan Immortal adalah tempat yang di impikan oleh orang-orang dari Daratan Fana, karena jika mereka telah mencapai Puncak Saint, mereka akan langsung pergi ke Daratan Immortal.


Tap tap..!!


Saat Liu Mei Ling asik berjalan dengan wajah ceria, langkahnya terhenti di sertai wajah dingin saat melihat siapa yang ada di depannya.


“Xin Tian, apa yang kau lakukan di sini?” Ucap Liu Mei Ling dengan nada dingin, lalu pandangannya beralih ke tiga orang anggota klan Liu.


“Liu Kai, Liu Seng dan kau Liu Ji, aku tak menyangka kau menjadi budak klan Xin,” amarah Liu Mei Ling semakin meledak karena ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini.


Sementara Xin Tian hanya tersenyum ramah, ia dengan sopan menyapa Mei Ling.


“Tentu saja aku kesini untuk melihat calon istriku, dan ingin melihat kondisimu tentunya.”

__ADS_1


Setelah menjawab, pandangan Xin Tian beralih ke Xi Juan dan Xi Luan dengan tatapan niat membunuh.


Tak lama ia kembali tersenyum. “Siapa dua pemuda ini Ling'er? Dan ia dari mana?” Tanya Xin Tian.


Saat Liu Mei Ling ingin menjawab.


Xi Juan maju dengan santai.


“Perkenalkan, aku adalah manusia original, aku dari tadi jalan-jalan apakah kau buta atau sengaja bertanya,” ucap Xi Juan menjawab sambil menaikkan kedua alisnya bergantian.


Liu Mei Ling yang mendengar itu sontak tertawa kecil karena baru kali ini ia melihat seseorang berani mengejek Xin Tian.


Bahkan ketiga anggota klan Liu yang menjadi mata-mata Xin Tian ikut tertawa.


Sementara Xin Tian memasang wajah gelap. “Aku tidak bertanya kepada sampah sepertimu, jadi enyahlah sebelum aku benar-benar membunuhmu,” dengan nada dingin di sertai ancaman Xin Tian lontarkan kini kepada Xi Juan.


“Ah,, kalau begitu terimakasih telah berbaik hati kepadaku, kalau begitu aku permisi dulu,” dengan cepat Xi Juan membalikkan badannya lalu berjalan bersama Xi Luan yang hanya diam saja.


“Tapi aku lupa jika sebelum kau pergi, tinggalkan satu kaki dan tanganmu terlebih dahulu,” ucap Xin Tian tersenyum licik.


Mendengar itu, Xi Juan dan Xi Luan menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan.


Tapi Xi Luan tahu jika akan ada keributan dari pertanyaan Xi Juan ini, karena ia sangat mengenal karakter adiknya ini.


Untuk Liu Mei Ling, ia kini memasang wajah gelap saat mendengar ucapan Xin Tian.


Awalnya ia kecewa saat melihat Xi Juan pergi seperti seorang pengecut, tapi kekecwaannya langsung sirna.


“Aku bilang tinggalkan tangan dan kaki kalian, jika kalian merasa berat hati, aku bisa membantu kalian melepaskannya,” ucap Xin Tian kini menahan rasa kesalnya.


“Xin Tian, ini Kota Meng wilayah kekuasaan Klan Liu, jadi kau tidak berhak sewenang-wenang di sini, dan kaulah yang seharusnya pergi dari sini, jika tidak, aku akan memanggil tetua untuk menusirmu,” bentak Liu Mei Ling langsung mengeluarkan auranya.


Bukannya takut, Xin Tian malah ikut mengeluarkan auranya.


“Ini masalah laki-laki, bukan masalah wanita, jadi kau yang tidak perlu ikut campur,” ucap Xin Tian tersenyum tipis.


Setelah itu pandangan Xin Tian mengarah ke ketiga bawahannya.


“Cepat selesaikan, aku akan menahan calon istriku agar ia tidak bisa ikut campur,” perintah Xin Tian dengan nada dingin.


Liu Seng, Liu Kai dan Liu Ji langsung melesat ke arah Xi Juan dan Xi Luan yang kini saling memandang, setelah melihat Xi Luan mengangguk santai.

__ADS_1


Xi Juan kini menyeringai tipis.


“Hei kau,, apa kau menjadi seorang pengecut yang selalu memerintahkan orang, atau aku menduga jika kau memang pengecut dan penakut,” ejek Xi Juan kini mulai memprovokasi Xin Tian.


Xin Tian yang menahan Liu Mei Ling langsung memandang ke arah Xi Juan.


“Dasar sampah tidak tahu diri, aku sudah memberikan kau ampunan tapi kau malah mengundang kematianmu,” ucap Xin Tian langsung melesat ke arah Xi Juan.


Liu Mei Ling langsung panik, ia dengan cepat ikut melesat, tapi langkahnya di hentikan oleh seorang pria paruh baya.


Wuss..!!


“Mohon Nona Liu jangan ikut campur,” ucap pria paruh baya tersebut dengan nada sopan namun ucapannya mengandung nada ancaman.


“Tetua Xin Qing, apa yang kau lakukan? Cepat pergi dari hadapanku,” teriak Liu Mei Ling melangkah, namun sebuah tekanan langsung membuat Liu Mei Ling berlutut.


“Aku sudah bilang jangan ikut campur Nona,” ucap Xin Qing.


Sementara Xin Tian kini mendarat tepat di depan Xi Juan dan Xi Luan.


Xi Juan dan Xi Luan saat ini di kepung oleh Xin Tian dan ketiga bawahannya. Tapi wajah mereka tidak sedikitpun memasang jejak ketakutan, malah mereka tersenyum tipis saat melihat tatapan Xin Tian.


“Aku ingin kau mati dengan tubuh tidak utuh sampah,” teriak Xin Tian langsung menarik pedang yang ada di pinggangnya.


Setelah itu Xin Tian melesat ke arah Xi Juan.


Tingkat kekuatan Xin Tian saat ini berada di tahap Half Saint, selanglah lagi ia mencapai tingkat Saint yaitu puncak di tahap Fana.


Pedang yang di gunakan oleh Xin Tian terlihat seperti pedang tingkat 8, namun Xi Juan tahu itu pedang tingkat 9 Puncak.


“Mati,” teriak Xin Tian mengayunkan pedangnya dengan angkuh.


Xin Tian juga telah melapisi pedangnya dengan sedikit energi Qi-nya karena ia merasa Xi Juan pasti akan langsung mati.


Namun angan-angannya salah.


Trank..!!


Dengan santai Xi Juan menahan tebasan Xin Tian menggunakan pedang kayu bewarna hitam.


Melihat Xi Juan menahan tebasannya hanya menggunakan kayu, mata Xin Tian kini melotot tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2