
Lan Yuheng menggelengkan kepalanya berkali-kali. “Ti..Tidak aku bisa sendiri, permisi.” Tanpa menunggu jawaban dari Elang Emas, Lan Yuheng melesat kabur.
Wuss wuss..!!
30 menit telah berlalu, merasa sudah aman, Lan Yuheng menghentikan larinya, ia kini mengelus-elus dadanya.
“Huuff,, untung dia tidak mengejar, jika tidak aku bisa-”
“Bisa apa? Bisa aku makan ya.” Potong sebuah suara tepat di atas kepala Lan Yuheng.
Glek..!!
Lan Yuheng memberanikan diri mengangkat kepalanya, ia melirik ke asal suara. Tepatnya di sebuah pohon yang cukup besar terlihat pemuda duduk santai sambil memakan sesuatu.
Melihat banyak darah di bibir dan tangan pemuda tersebut.
Lan Yuheng langsung pingsan.
“Eeh kenapa dia malah pingsan,” ucap Elang Emas melirik ke arah Singa Merah.
“Bagaimana dia tidak pingsan, wajahmu sangat jelek dan menyeramkan. Lihat wajahku yang tampan, ia malah akan lengket kepadaku,” ejek Singa Merah memamerkan giginya dan membusungkan dadanya dengan sombong.
“Heng kau ini sama sekali tidak pernah mengaca dari dulu,” dengus Elang Emas. “Oh ya aku lupa jika cermin akan langsung pecah jika kau mengaca,” sambung Elang Emas tersenyum kecil.
Wajah Singa Merah seketika menjadi gelap, saat ia ingin marah, ia tiba-tiba tersadar sesuatu.
“Ooh ya bawa anak ini kembali ke tempat bocah licik itu, dan aku sarankan kau jangan mencampuri urusan bocah itu, jika tidak Tuan akan marah jika keturunannya di ganggu atau di bantu.” Ucap Singa Merah dengan nada serius.
__ADS_1
“Ya ya aku sudah tahu itu,” balas Elang Emas. “Tapi sebelum itu, aku ingin berkunjung ke Kekaisaran Yin melihat-lihat,” sambung Elang Emas.
Wuss..!!
Elang Emas muncul di depan Lan Yuheng lalu membawanya pergi.
“Si sialan itu sulit sekali di beritahu, ia terlihat sangat ingin sama dengan Kaisar Dewa Pengacau sehingga semaunya sendiri,” gumam Singa Merah menghela nafas, setelah itu ia menghilang.
***
Huf huf..!!
Terdengar suara nafas tersengal-sengal dari pemuda yang tak lain Xi Juan.
“Sudah hampir sempurna dan di sini aku sudah 2 hari,” ucap Xi Juan mengelap keringat yang menetes di dahinya.
“Yang Tan, apa kau tahu kemana anak itu pergi?” Tanya Xi Juan melirik Yang Tan yang terbaring santai.
Xi Juan terdiam, ia lalu menutup matanya untuk mencoba menghubungi Singa Merah.
“Woe woe,, kalian kemana saja, aku mencari kalian dari tadi.”
Xi Juan langsung membuka matanya, ia melirik ke arah Lan Yuheng yang terlihat kelelahan serta kelaparan.
“Hmm..!! Ayo kita kembali,” ajak Xi Juan langsung mengabaikan Lan Yuheng.
Saat ini Xi Juan merasakan adanya bahaya akan datang. Jadi Xi Juan tidak ingin berlama-lama.
__ADS_1
Mendengar suara Xi Juan terdengar serius, Lan Yuheng yang ingin mengeluh terdiam. Sementara Yang Tan langsung bangun.
“Ada apa bocah, tumben sekali kau serius?” Tanya Yang Tan dalam bahaya Binatang Buas agar Lan Yuheng tidak mengerti.
“Kita kembali saja, jangan banyak tanya. Karena nanti kau akan mengetahuinya sendiri,” ucap Xi Juan langsung naik ke punggung Yang Tan.
Yang Tan mengangguk serius walau dalam hatinya ia sedikit kesal dan kurang puas.
Setelah Lan Yuheng naik. Yang Tan melesat dengan kecepatan penuhnya.
Wuss..!!
Tak sampai 1 jam kini Yang Tan sudah melihat Kota Naga.
Xi Juan dan Lan Yuheng langsung turun lalu melesat kedalam kota.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tidak ada yang menghalangi jalan Xi Juan serta Lan Yuheng saat memasuki kota.
Tap tap..!!
Saat sampai penginapan. Xi Juan langsung ke kamar kakaknya.
Tapi Xi Luan tidak ada di sana. “Yang Tan coba kau cari aura atau jejak kakak,” ucap Xi Juan melalui telepati.
__ADS_1
Yang Tan yang berada di dalam jubah Xi Juan langsung mengikuti perintah Xi Juan.
“Dia keluar dan arahnya menuju Pusat Kota Naga,” ucap Yang Tan terdengar sedikit ragu.