
Saat pintu terbuka, Xi Juan dan Xi Luan melihat seorang wanita cantik masuk.
“Eeh,, kalian sudah sadar,” ucap Liu Mei Ling berjalan santai sambil membawa nampan berisi bubur dan sup.
Tap tap..!!
“Sarapanlah dulu, mumpung bubur dan sup ini masih hangat, terlebih sup ini memilik khasiat untuk menghangatkan badan,” ucap Liu Mie Ling meletakkan nampan tersebut di atas meja tepat di samping Xi Juan dan Xi Luan.
Xi Juan yang sedikit terpana seketika tersadar.
“Ah ya,, setelah sarapan kami juga ingin melihat kota Meng ini, mungkin saja ada sesuatu yang menarik di sini,” ucap Xi Juan bergegas mengambil nampan berisi bubur dan sup.
Liu Mei Ling terdiam sesaat, ia kini melihat Xi bersaudara selama beberapa detik, setelah itu ia mengangguk.
“Energi Qi kalian cepat sekali pulih, jika begitu aku akan membawa kalian keliling kota setelah sarapan,” ucap Liu Mei Ling.
Tanpa menunggu jawaban dari Xi Juan dan Xi Luan, Liu Mei Ling bergegas keluar.
Brak..!!
Pintu tertutup dengan cukup keras, saat ini Liu Mie Long mengusap dadanya dengan wajah sedikit memerah.
Liu Mei Ling dari tadi menahan diri untuk tidak malu di depan Xi Juan tempat ia menaruh perhatian lebih.
Setiap ia menatap mata Xi Juan, jantung Mei Ling selalu berdetak lebih cepat.
“Mei Ling,, kenapa kau harus malu, kau harus bersikap biasa, itu akan memalukan jika kau terus seperti ini di depannya,” gumam Liu Mei Ling mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Setelah itu ia langsung bergegas ke kamarnya untuk bersiap-siap, Mei Ling tentu saja harus tampil lebih cantik lagi untuk menarik perhatian Xi Juan.
Tap tap..!!
Tidak jauh dari sana, tepatnya di ujung lorong, saat ini Liu Feng hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan putrinya ini.
“Anak ini, jika sudah menetap sesuatu maka ia pasti akan keras kepala,” gumam Liu Feng menghela nafas.
“Semoga saja klan Xin belum mengetahui perihal ini, jika ia tahu, aku yakin Tuan muda klan Xin akan memburu kedua anak ini,” sambung Liu Feng.
Klan Xin dan Klan Liu adalah dua klan yang selalu bermusuhan dari dulu, tapi saat ini kedua klan tersebut tidak pernah bentrok karena kedua leluhur klan mereka telah melakukan perjodohan antara Liu Mei Ling dengan Xin Tian.
Perjodohan itu bahkan telah terikat sebelum Liu Mei Ling Xin Tian lahir.
__ADS_1
***
“Aah, kenyangnya,” ucap Xi Juan kini mulai bangun.
“Kak ayo kita keluar, aku tidak sabar ingin melihat dunia luar,” ajak Xi Juan kini melihat ke arah kakaknya.
Xi Luan hanya diam saja, tapi ia kini telah berdiri.
Mereka berdua pun langsung melangkah ke arah pintu.
Cklek..!!
Bertepatan saat Xi Juan membuka pintu, Liu Mei Ling terlihat ingin membuka pintu juga.
“Ah,, ternyata kalian sudah selesai sarapan,” ucap Liu Mei Ling terkejut, sesaat kemudian kedua jari telunjuknya langsung bertemu lalu memutar-mutarnya.
Terlihat jika Liu Mei Ling kini merasa canggung karena Xi Juan tidak membalas ucapannya.
Xi Juan diam karena mencoba untuk melihat tingkat kekuatan Liu Mei Ling, tapi ia masih belum bisa melihatnya.
“Hmm..!! Apa dia menggunakan metode tertentu untuk menyembunyikan tingkat kultivasinya,” gumam Xi Juan dalam hati.
“Ehem-ehem,, apa jadi kalian jalan-jalan,” ucap Liu Mei Ling membuka suara.
Xi Juan langsung tersadar.
“Ah ya,, tentu saja jadi,” jawab Xi Juan kini tersenyum lembut.
Liu Mei Ling terdiam saat melihat Xi Juam tersenyum ke arahnya.
Xi Juan yang sadar jika Liu Mei Ling menyukainya hanya diam saja, walau ia tertarik juga, tapi ia merasa masih lemah dan belum saatnya ia untuk mencari pasangan saat ini.
Terlebih lagi kakaknya juga belum memiliki pasangan.
“Hei,, ayo kita keluar, atau kau tidak jadi menunjukkan kami Kota Meng ini,” ucap Xi Juan langsung menyadarkan Mei Ling.
“Ah ya,, ayo,” ajak Mei Ling.
Tap tap..!!
Mereka bertiga langsung keluar, saat di perjalanan, banyak sekali anggota klan Liu menatap ke arah Xi Luan dan Xi Juan.
__ADS_1
“Hei,, apa kau tahu dengan siapa Nona Mei Ling itu,” bisik salah satu pemuda berutubuh kurus dengan nada curiga.
“Hmm,, aku tidak tahu, yang pasti mereka bukan anggota kita,” jawab pemuda yang memiliki tinggi hampir 2 meter.
Bukan hanya mereka saja yang berbisik-bisik, banyak sekali para generasi muda yang berlatih di lapangan kini menghentikan latihan mereka untuk melihat dua pemuda yang bersama Liu Mei Ling.
Sementara ada 3 pemuda dari kejauhan kini menatap Xi Luan dan Xi Juan dengan tatapan permusuhan serta niat membunuh.
“Hei Liu Seng, apa kau tahu siapa dua sampah itu?” Tanya Liu Kai menunjuk ke arah Xi bersaudara.
Liu Seng yang paling kecil dan lemah hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu kakak Kai, tapi jika ingin tahu, lebih baik kita selidiki dulu asal usulnya, jika mereka berdua bukan siapa-siapa, kita akan mengurusnya dan tidak perlu melapor kepada Tuan muda Xin Tian.”
Mendengar jawaban dan saran Liu Seng, Liu Kai tersenyum tipis, ia langsung mengangguk. “Tumben otak mu cerdas,” puji Liu Kai dengan nada sedikit mengejek.
Kini pandangan Liu Kai melirik ke arah temannya yang selalu diam.
“Bagaimana Liu Ji, apakah kita akan langsung menyelidiki mereka?” Tanya Liu Kai.
Liu Ji hanya mengangguk tanpa menjawab, bukan karena ia sombong atau tak mau bicara, namun ia memang tidak bisa bicara karena ada sesuatu di pita suaranya.
Setelah itu mereka bertiga pergi keluar dari pintu yang berbeda dengan pintu keluar dimana Liu Mei Ling dan Xi bersaudara saat ini lewati.
***
Xi bersaudara sadar jika banyak sedang melirik maupun membicarakannya, tapi ia cuek saja.
“Hei-hei,, apa kalian mendengar ku,” ucap Liu Mei Ling kini menghentikan langkahnya sambil melihat ke arah Xi Juan dengan tatapan mata yang bisa membuat para generasi muda iri.
Xi Juan langsung menggaruk kepalanya, tentu saja ia tidak mendengar ocehan Liu Mei Ling. Karena Xi Juan sedang berkomunikasi dengan kakaknya melalui telepati.
“Tadi aku sedang melihat keindahan tempat ini dan melihat murid-murid sedang berlatih sehingga aku tidak mendengar ucapanmu Mei Ling,” jawab Xi Juan dengan senyum kecil.
Wajah Mei Ling langsung cemberut.
“Hmm..!! Baiklah aku nanti akan menjelaskan dari awal, tapi sebelum itu kita keluar dari wilayah klan terlebih dahulu, karena aku cukup risih dengan tatapan mereka semua,” ucap Mei Ling dengan nada ketus.
Dengan cepat ia melangkah meninggalkan Xi Juan dan Xi Luan.
Xi Juan dan Xi Luan saling melirik satu sama lain, Xi Luan hanya mengangkat bahunya.
“Huuf,, baiklah setelah mengetahui kota ini, kita akan meninggalkan Mei Ling diam-diam seperti yang kita rencanakan tadi.”
__ADS_1