Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Hilangnya Xi Luan dan Membuat Keributan di Kedai


__ADS_3

“Dia keluar dan arahnya menuju Pusat Kota Naga,” ucap Yang Tan terdengar sedikit ragu.


“Kenapa ucapanmu ragu? Apa ada?” Tanya Xi Juan sedikit meninggi.


Lan Yuheng yang mendengar itu sedikit terkejut. Tapi dengan cepat ia diam saat melihat wajah serius Xi Juan.


Yang Tan yang ragu langsung melirik ke arah hutan. “Aku juga mencium baunya mengarah ke luar kota, tepatnya mengarah ke hutan monster.” Jawab Yang Tan melirik Xi Juan.


Xi Juan langsung memasang wajah marah. “Sialan, ada yang sengaja memanipulasi jejak kakak,” gumam Xi Juan.


“Ayo kita ke pusat kota, jika dugaanku tidak salah ini adalah perbuatan Xe Lang,” ucap Xi Juan dingin sambil melirik ke arah Lan Yuheng.


Lan Yuheng tentu mengerutkan keningnya saat nama teman ayahnya di sangkut pautkan. Tapi ia diam saja karena tidak mungkin Xi Juan menuduh asal.


Lan Yuheng walau baru beberapa hari kenal dengan Xi Juan, entah mengapa ia merasa jika harus mengikuti Xi Juan dan mempercayainya apapun itu.


...


Wuss..!!


Xi Juan langsung melesat ke arah pusat kota.


Tap tap..!!

__ADS_1


Setelah sampai pusat kota, Xi Juan mengedarkan kesadarannya untuk melihat hal yang mencurigakan.


Setelah merasa tidak ada yang mengikuti atau mengintainya. Xi Juan melangkah ke sebuah kedai kecil.


Tentunya Xi Juan kesini untuk mencari informasi terbaru. Xi Juan tidak bodoh langsung mendobrak kediaman Xe Lang.


Walau ia yakin Xe Lang atau orang-orang penting di kota ini dalangnya. Xi Juan tidak ingin melakukan hal gegabah, ia butuh persiapan untuk melawan.


“Eeh..!! Kenapa kita kesini? Bukannya langsung saja ke kediaman paman Lang,” ucap Lan Yuheng bingung.


“Kau cukup diam dan ikuti aku saja. Jika kau banyak bicara, lebih baik pergi dari sini.” Balas Xi Juan dingin.


Lan Yuheng langsung menutup mulutnya sambil mengangguk-angguk patuh.


Tap tap..!!


“Apa anda kesini untuk makan atau minum?” Terdengar suara hangat dari seorang wanita cukup dewasa.


Lan Yuheng yang melihat wanita dewasa dan cantik karena memiliki karakteristik yang berbeda kini terpana.


Pandangan Lan Yuheng juga tak pernah lepas ke balon bak semangka yang sedikit bergoyang-goyang.


Pletak..!!

__ADS_1


“Masih kecil sudah memiliki otak kotor,” dengus Xi Juan yang langsung membuat Lan Yuheng, pelayan serta semua pelanggan yang ada di sana terkejut.


Suara pukulan Xi Juan sangatlah keras sehingga menggema. Tapi itu tidak sakit, buktinya Lan Yuheng kini terdiam.


Ia memang tidak merasakan sakit secara fisik, tapi secara batin ia kini kena mental.


Terlebih semua orang kini memandang Lan Yuheng dengan tatapan yang berbeda-beda.


Untuk pelayan wanita dewasa hanya bisa menutup balonnya sambil bergumam mesum kepada Lan Yuheng.


Walau begitu, sang pelayan sama sekali tidak marah. Ia malah tersenyum tipis seolah itu hal yang biasa baginya.


Dengan anggun dan sopan ia menyodorkan sebuah kulit hewan bertulis menu makanan dan minuman ke atas meja.


Xi Juan yang santai melirik sekelilingnya. Rencananya untuk membuat keributan agar semua tertuju kepadanya dan Lan Yuheng terbilang sukses.


“Hmm..!! Yuheng, kau ingin pesan apa? Jangan hanya menutup wajahmu seperti itu. Itu malah menambah jika kau memang mesum dan ketahuan berpikir yang tidak-tidak.” Ucap Xi Juan sedikit menekan ucapannya agar semua orang mendengarnya.


Wajah Lan Yuheng tiba-tiba mengeluarkan asap saking malunya.


“Sialan kau Juan, apa salahku sehingga membuatku menjadi bahan pancingan.” Kutuk Lan Yuheng dalam hatinya, ia kini mengerti jika ini adalah rencana Xi Juan untuk menarik sesuatu.


“Ehem,, tampan, kenapa kau menutup wajahmu,” goda sang pelayan dengan nada santai di sertai sedikit genit.

__ADS_1


Mendengar suara dari sang pelayan. Banyak dari pelanggan lain mengeluarkan niat membunuhnya ke arah Lan Yuheng karena iri.


__ADS_2