Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Menyadarkan Lan Yuheng


__ADS_3

Dengan semangat serta bertekad kuat, Lan Yuheng mengikuti langkah Xi Juan yang terus menerus tersenyum licik.


Tap tap..!!


Pandangan Xi Juan terlihat sedikit mengeryitkan alisnya.


Xi Juan sekilas melihat sekelebat bayangan beberapa saat tadi, tapi ia tidak mengetahui siapa orang ini.


“Orang ini sangat kuat, benar apa yang kakak katakan beberapa waktu lalu jika Kota ini tidak sesederhana yang terlihat di luar.” Gumam Xi Juan dalam hati.


“Hei,, hei Juan. Kenapa kau malah berhenti?” Wajah Lan Yuheng terlihat samgat bodoh saat menatap Xi Juan dari depan di sertai mengguncang tubuh Xi Juan.


“Heng,, aku ini laki-laki normal, jadi menjauh sedikit,” dengus Xi Juan langsung mengayunkan tinjunya.


Bam..!!


Karena tinju Xi Juan yang spontan, Lan Yuheng tidak mampu menghindar.


Duar..!!


Tubuh Lan Yuheng langsung menabrak dinding toko seseorang.


“Urgh siala kau Juan, jika ingin memukul maka bilang dulu, agar aku bisa menghindar,” ucap Lan Yuheng sedikit mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Xi Juan yang melihat itu tersenyum kecil. “Hehe,, kau urus masalahmu lebih dulu, aku akan menunggu di pinggiran Hutan Monster.” Dengan cepat Xi Juan melesat kabur saat melihat pemilik toko keluar dengan wajah memerah.


***


Satu jam telah berlalu, kini Lan Yuheng datang dengan wajah lesu.


Xi Juan yang melihat Lan Yuheng langsung tersenyum seolah tidak pernah terjadi sesuatu kepada Lan Yuheng.


“Yoo Yuheng, kenapa kau lama sekali?” Tanya Xi Juan pura-pura menaikkan alisnya.


“Kau sungguh kejam Juan, pria botak gendut itu ternyata sangat serakah, ia bahkan hampir menguras setengah harta dari milik peninggalan ayahku,” keluh Lan Yuheng.


Buk buk..!!


Dengan santai Xi Juan menepuk punggung Lan Yuheng. “Dari sana kau dapat belajar sesuatu, hidup ini tidak seindah yang kau bayangkan. Bahkan orang terdekatmu pun bisa saja membunuhmu kapan saja.” Ucap Xi Juan berubah serius.


Cukup lama Lan Yuheng berpikir dan Xi Juan hanya membiarkan Lan Yuheng untuk berpikir lama.


Satu jam lebih barulah Lan Yuheng paham, wajahnya terlihat sedikit serius.


“Aku sadar jika aku terlalu naif, aku mengira jika dengan berbuat baik dan memberikan seseorang untuk berubah itu adalah pilihan yang benar dalam hidupku. Tapi nyatanya aku salah. Tidak semua orang bisa benar-benar berubah. Ada kalanya kita kejam tanpa berbelas kasih dan ada kalanya kita selalu menunduk.” Apakah ini arti dalam ucapanmu Juan.


Lan Yuheng melirik ke arah Xi Juan yang kini telah tertidur pulas.

__ADS_1


“Sialan, aku bicara seorang diri panjang lebar,” ucap Lan Yuheng seketika kesal.


Dan saat memandang ke arah sekitar, ia tiba-tiba tersadar jika saat ini bukan tempatnya yang tadi.


“Eeh,, dimana ini?”


Gerr gerr..!!


Tak lama setelah Lan Yuheng bergumam, terdengar suara Binatang Buas dengan aura mengerikan menghampiri Xi Juan dan Lan Yuheng.


Wajah Lan Yuheng langsung jelek. “Juan cepat bangun, ada Binatang Buas tingkat 4 datang kesini,” teriak Lan Yuheng langsung mengarahkan pandangannya ke tempat Xi Juan tertidur.


Tapi apa yang ia lihat hanya pepohonan saja. “Sial, Juan jangan bercanda, aku ini serius,” teriak Lan Yuheng langsung membuat Binatang Buas tingkat 4 dengan cepat mendekat.


Binatang Buas ini terlihat tidak memiliki pikiran, ia hanya mengandalkan instingnya. Dan Binatang Buas ini merasa dirinya di tantang oleh Lan Yuheng yang selalu berteriak.


Gerr..!!


Goarr..!!


Suara raungan Harimau Ekor dua muncul dengan gigi taring yang tajam.


Lan Yuheng dengan cepat mundur sambil melihat ke arah sekelilingnya, merasa tidak bisa merasakan keberadaan Xi Juan.

__ADS_1


Lan Yuheng kembali berpikir apakah ini ilusi.


Tapi dengan cepat ia menepisnya saat melihat cakar Harimau Ekor dua ingin mencabik-cabik tubuhnya.


__ADS_2