Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Membunuh Tetua Bing Ma dan Lan Yuheng Melawan Tetua Mu Fan


__ADS_3

“Berikutnya,” gumam Xi Juan mengarah ke Tetua Bing Ma yang berada tidak jauh dari lokasinya berdiri.


Dengan cepat Xi Juan melesat ke arah Bing Ma berada.


Crash..!!


Crash..!!


Tak lupa saat Xi Juan berlari, ia membuat bilah sabit lalu melemparnya ke arah semua anggota dari tiga klan yang ia lewati maupun lihat.


Teriakan demi teriakan terdengar hingga ke telinga Tetua Bing Ma.


“Siapa itu? Keluar.” Teriak tetua Bing Ma langsung waspada.


Asap serta debu terlihat masih mengepul di sekelilingnya, sehingga ia tidak bisa melihat lokasi musuh berada di mana.


Sret..!!


Sebuah bilah sabit seketika muncul di depan tetua Bing Ma, dengan cepat ia mengayunkan pedangnya.


Trank..!!


Bom..!!


Ledakan kecil seketika terdengar.


Wung..!!


Tak lama dengungan terdengar dari atas kepala Tetua Bing Ma. Pandangan Bing Ma langsung mengarah ke atas.


Mata tetua Bing Ma seketika melotot. “Sial,” teriak Tetua Bing Ma langsung mengerahkan seluruh kemampuan yang ia miliki.


Blush..!!


Bilah pedang bercampur hawa dingin keluar dari serangan Tetua Bing Ma.

__ADS_1


“Hancur.” Teriak Tetua Bing Ma.


Wuss..!!


Duar..!!


Brak..!!


Tubuh tetua Bing Ma langsung terdorong ke bawah saat bilah pedangnya hancur oleh bola energi bewarna putih.


Terdengar juga suara patah tulang saat tubuh tetua Bing Ma terkena sambaran bola energi. “Urgh, walau aku sudah menghindar, tetap saja bola energi itu mengenai lenganku hingga hancur,” gumam tetua Bing Ma berdiri dengan susah payah.


“Ooh,, rupanya kau masih hidup,” sebuah suara dingin terdengar dari belakang tetua Bing Ma.


Saat tetua Bing Ma akan membalikkan badannya, pandangannya seketika menjadi gelap dan ia sadar saat ini akan mati dalam beberapa detik.


“Jadi seperti ini rasanya akan mati, tubuhku sangat dingin dan aku merasa akan di sambut oleh siksaan karena dosa-dosa yang telah aku perbuat semasa hidupku,” gumam Tetua Bing Ma tersenyum pahit.


Xi Juan yang mendengar penyesalan tetua Bing Ma langsung merubah ekspresinya dari wajah dingin menjadi termenung.


“Apakah aku salah?” Gumam Xi Juan.


Setelah bergumam, wajah Xi Juan kembali dingin, ia melirik ke arah Lan Yuheng yang terlihat masih belum terbiasa menggunakan energi ilahi, beberapa kali Lan Yuheng terlalu berlebihan saat mengeluarkan energinya.


Sret sret..!!


Bam bam..!!


“Uhh sial, kenapa susah sekali mengeluarkan energi dengan kemauanku sendiri,” ucap Lan Yuheng dengan nada kesal.


Saat pandangan Lan Yuheng mengarah ke musuh-musuhnya, ia sedikit memasang wajah jelek. “Jika seperti ini terus, lama-lama hutan ini akan hancur dan aku yang akan terkena imbasnya.”


“Mati.”


Saat Lan Yuheng merenung dan mencoba bagaimana caranya mengendalikan energinya, sebuah teriakan di sertai serangan muncul dari belakang dan samping Lan Yuheng.

__ADS_1


Blush..!!


Bam..!!


Tubuh para musuh langsung terlempar saat Lan Yuheng mengeluarkan auranya secara berlebihan.


Wuss..!!


Bam..!!


Bam..!!


Dengan cepat Lan Yuheng mengayunkan tinjunya hingga membuat tubuh musuhnya hancur.


Sret..!!


“Ketemu,” sebuah suara langsung mengayunkan tombaknya.


Lan Yuheng yang merasakan bahaya tentu memiringkan tubuhnya ke samping.


Crash..!!


Bom..!!


Sebuah jurang kecil seketika tercipta saat serangan Tetua Mu Fan meleset.


Wajah Lan Yuheng seketika menyeringai. “Hehe,, aku rasa dia akan cocok untuk bahan latihanku dalam menggunakan energi, kekuatannya sangat kuat, Ranah Holy Dao ⭐ 7 Awal.” Gumam Lan Yuheng tersenyum bahagia.


“Sialan, bisa-bisanya kau tersenyum setelah membunuh semua anggota klan dan sekutu ku,” teriak Tetua Mu Fan menggeram marah melihat senyum Lan Yuheng.


“Hehe,, lalu apa? Jika kau tidak terima maka serang aku kalau kau bisa,” ejek Lan Yuheng langsung membuat kuda-kuda.


Terlihat kedua jari tangan kanan Lan Yuheng naik turun tanda menyuruh Tetua Mu Fan maju.


Amarah Tetua Mu Fan semakin tersulut saat di permainkan oleh anak kecil yang hanya memiliki ranah Tyrant ⭐ 9 Puncak.

__ADS_1


“Dasar bocah kurang ajar, aku akan menyiksamu,” teriak Tetua Mu Fan langsung melesat ke arah Lan Yuheng.


Wuss..!!


__ADS_2