Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Bertemu Liu Sao San dan Kekesalan Xi Juan


__ADS_3

“Tunggu apa lagi kak, ayo kita sapa mereka,” ajak Xi Juan langsung melesat dan berharap jika memang benar masih ada manusia yang tinggal di kota ini.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Duar..!!


Saking semangatnya, Xi Juan langsung menerjang pintu rumah yang di maksud kakaknya.


Tapi apa yang Xi Juan lihat setelah sampai, hanya ruangan kosong.


“Eeh,, kosong,” ucap Xi Juan terlihat cemberut.


Tap tap..!!


“Mungkin pemiliknya sedang pergi berburu,” ucap Xi Luan yang muncul di belakang adiknya.


“Lihatlah, isi dalam bangunan ini sangat bersih dan setiap perabotannya di tata dengan rapi. Artinya kakak memang benar jika tempat ini ada penghuninya.” Sambung Xi Luan.


Xi Juan pun mengangguk membenarkan.


“Tapi kemana kak? Bukankah gerbang utama kota ini hanya 1, itu pun sudah kita lewati tadi,” ucap Xi Juan.


***


Di saat yang bersamaan, di Istana, Liu Sao San dan pelayannya yang mendengar suara ledakan di tempat para klan Shen tinggal, langsung bangkit saat mendengar suara ledakan.


“Mereka sudah tiba kakek, San'er akan kesana dulu, jika terlambat, San'er akan di hajar,” ucap Liu Sao San tersenyum hangat ke arah pelayannya.


Pelayannya hanya bisa menatap Tuan mudanya dengan tatapan Iba, lantaran betapa kejamnya para pasukan klan Shen memperlakukan Tuan mudanya.


Tap tap..!!


Liu Sao San yang berjalan ke arah bangunan tempat para pasukan klan Shen tinggal, seketika terhenti.


“Ada yang aneh, biasanya mereka selalu berkumpul dulu di sana dan jumlah mereka lebih dari 20'an,” gumam Liu Sao San.


Tapi karena tidak ingin berpikir terlalu lama, Liu Sao San kembali melangkah.

__ADS_1


Tap tap..!!


Tepat di saat Liu Sao San mencapai pintu yang hancur, di saat yang sama, Xi bersaudara keluar dari pintu.


“Woah,, apakah kau manusia?” Teriak Xi Juan langsung melesat ke arah Liu Sao San.


Wuss..!!


Tap..!!


Dengan bahagia Xi Juan menyentuh bahu Liu Sao San dengan wajah berbinar-binar.


Tapi wajah bahagia Xi Juan seketika sirna di saat ia merasakan tubuh Liu Sao San bergetar ketakutan.


“Eeh eeh,, jangan takut nak, kakak mu ini bukan orang jahat,” ucap Xi Juan dengan nada sedikit panik.


Tapi Liu Sao San tetap bergetar, lantaran kedua bahu yang Xi Juan pegang saat ini terluka.


“Cukup Juan'er, lihat lah kondisi anak ini, dia di penuhi oleh luka, dan luka-lukanya ini masih baru, artinya ia mengalami penyiksaan,” ucap Xi Luan langsung memperingati adiknya.


Kini Xi Juan pun melihat Liu Sao San dengan tatapan seksama.


“Hemm..!! Luka-lukanya ini baru 2 minggu, artinya 2 minggu yang lalu ia menerima siksaan kakak,” ucap Xi Juan sambil memegangi dagunya.


“Jadi, siapa yang melakukan ini kepadamu adik kecil?” Tanya Xi Juan dengan nada penasaran.


Tapi Liu Sao San hanya diam saja, ia bukannya tidak ingin menjawab, namun ia sama sekali tidak mengerti bahasa yang di ucapkan Xi Bersaudara.


Tap tap..!!


“Tuan muda, apakah anda tidak apa-apa?” Teriak pelayan Liu Sao San terdengar mendekati Tuan mudanya mudanya.


Sontak, Xi bersaudara yang mendengar suara pelayan tua tersebut pun, kini saling memandang.


“Eeh,, bahasa apa yang di gunakan pria tua ini kak?” Tanya Xi Juan meliril ke arah kakaknya sambil menggaruk kepalanya dengan wajah bingung.


“Kakak juga tidak tahu,” jawab Xi Luan datar.

__ADS_1


...


Kini pelayan tua yang memeluk Tuan mudanya, langsung melihat ke arah Xi bersaudara dengan tatapan waspada.


Pelayan tua tersebut sadar jika Xi bersaudara bukan anggota klan Shen, terlihat dari pakaian yang keduanya kenakan tidak sama dengan anggota klan Shen.


“Siapa kalian, dari mana kalian berasal?” Tanya Pelayan Tua tersebut ke arah Xi bersaudara.


“Hemm..!! Kakek, aku tidak mengerti apa yang kau katakan, bisa tidak kau bicara dengan bahasa kami saja,” balas Xi Juan melihat pelayan tua.


Pelayan tua yang mendengar pemuda di depannya berbicara dengan bahasa kuno, seketika terkejut luar biasa.


“I..Ini, bahasa kuno,” ucap pelayan dengan tubuh sedikit gemetar. “Apakah ini yang Tuan maksud,” sambung sang Pelayan sambil mengingat pesan Tuannya sebelum kematiannya.


Akan datang sosok yang membantu Klan Liu bangkit dan sosok tersebut menggunakan bahasa kuno.


“Tuan, apakah anda berasal dari klan Bai kuno yang telah musnah di masa lalu?” Tanya pelayan Tua dengan bahasa kuno.


Eeeh..!!


Mata Xi Juan melotot saat mendengar pelayan tua di depannya bisa bicara menggunakan bahasanya. Dan pada saat ia mulai bersemangat untuk mengatakan sesuatu, suara ledakan di sertai teriakan lebih dahulu terdengar berasal dari gerbang utama kota.


Wung..!!


Bom bom..!!


“Liu Sao San, cepat kemari kau budak sialan, jika kau tidak datang dalam hitungan 10 detik, akan ku siksa kau lebih parah dari sebelumnya.”


Sontak Liu Sao San dan sang pelayan yang mendengar itu, gemetar ketakutan. Keduanya yakin jika sosok yang teriak tadi sedang mabuk.


...


Xi Juan yang melihat reaksi kedua orang yang baru ia temui di depannya sangat ketakutan, seketika yakin jika teriakan tadi adalah teriakan ancaman dan juga yakin jika luka lebam anak kecil yang di depannya ini di berikan oleh yang berteriak tadi.


“Dasar sialan, berani sekali dia membuat orang yang pertama kali ku temui dan lawan bicara ku ketakutan, sudah bosan hidup juga mereka,” ucap Xi Juan dengan nada dingin. Tanpa basa basi Xi Juan langsung terbang menuju gerbang kota.


Dret..!! Wuss wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2