
“Hem..!! Siapapun kau, mengantrilah dengan teratur, jangan kau mengira jika kau dari penguasa Kota ini maka kau bisa seenaknya,” ucap Yin Jian datar.
Ffttt..!!
“Hahaha,, siapa yang berani menghentikanku di Kota ini? Jika mereka memiliki keberanian, maka hanya kematianlah yang menanti mereka,” ucap Han Fu arogan.
Han Fu langsung berjalan ke arah Yin Jian, ia sama sekali tidak mengenal Pangeran ke empat karena tidak pernah datang ke Ibukota. Hanya para tetua klan Han, ayah dan pamannya saja yang mengetahui wajah Yin Jian.
Melihat wajah arogan Han Fu, Yin Jian ingin melesat namun langkahnya terhenti saat para perampok yang di taklukkan oleh kusir kini muncul dari dalam hutan dengan langkah kelelahan.
Huft huft huft..!!
“Tu..Tuan maaf kami datang terlambat, itu di karenakan beberapa bawahanku ada yang masih manusia biasa.” Ucap pemimpin perampok kepada Yin Jian.
Pemimpin perampok sama sekali tidak peduli dengan Han Fu dan pengawalnya, ia saat ini berlutut di depan Yin Jian dengan wajah menunduk tanpa berani mengangkat kepalanya.
“Bangun dan ladeni mereka, jangan sampai mengganggu mereka yang ada di dalam,” ucap Yin Jian datar.
Xi bersaudara saat ini sedang bermeditasi sehingga tidak ikut keluar, jika mereka ikut keluar maka Kota Han mungkin akan kacau oleh kelakuan Xi Juan.
Mendengar itu wajah pemimpin perampok langsung cerah, bertepatan dengan ia mengangkat wajahnya, para bawahannya kini berdatangan keluar dari pinggiran Hutan Monster.
__ADS_1
Sementara pengawal Han Fu yang melihat siapa pria berbadan kekar di depannya langsung terkejut saat melihat wajahnya dengan jelas.
“Dan Zan pemimpin perampok Serigala Pemburu,” ucap pengawal Han Fu sedikit ketakuta, ia dan semua penduduk Kota Han sangat mengenal Dan Zan yang menjadi buronan nomer satu, karena Dan Zan terbilang sangat sadis dalam merampok, ia bahkan tidak segan-segan membunuh semua korbannya.
Tapi saat ini Dan Zan menunduk di depan seorang pemuda dan bahkan sangat menghormati pemuda tersebut.
“Hooh,, jadi dia buronan nomer satu kota Han, sangat kebetulan sekali, tangkap mereka semua lalu potong kaki mereka agar tidak bisa melarikan diri,” ucap Han Fu seolah tidak peduli.
Mendengar itu, pengawal Han Fu terdiam kaku, bagaimana ia bisa melawan seorang Half Saint, itu sama saja ia menyerahkan nyawanya.
Melihat pengawalnya hanya diam, wajah Han Fu langsung gelap. “Apa kau ingin aku hukum pancung," ucap Han Fu dengan nada dingin ke arah pengawal terkuatnya.
Dan Zan yang melihat itu langsung menyeringai kejam, ia tentu sangat mengenal Han Fu.
Seketika bawahan Dan Zan yang sudah siap langsung mengepung para pengawal Han Fu.
Untuk Dan Zan, ia kini muncul di depan Han Fu. Tangan Dan Zan yang besar langsung terayun ke wajah Han Fu tanpa Qi.
Crak..!!
Bam..!!
__ADS_1
Terdengar suara tulang hidung Han Fu patah.
Argh..!!
“Berani sekali kau memukulku,” teriak Han Fu kini bangkit. “Apa kau tidak takut ayah dan pamanku akan memburu kalian semua lalu-”
Wuss..!!
Kaki Lan Yuheng kini muncul di depan wajah Han Fu yang sudah babak belur.
Bam..!!
“Heng,, bahkan jika ayah dan pamanmu di sini pun, ia tidak akan bisa menolongmu,” ejek Lan Yuheng dengan nada sedikit arogan serta memasang wajah jijik.
Lan Yuheng kini melihat Han Fu layaknya klan Xin yang menjijikkan.
“K..Kau..”
Bruk bruk..!!
Tidak puas menendang wajah Han Fu yang hanya berada di ranah Raja Bumi ⭐ 1 atau terbilang sampah di usianya yang sudah hampir 50 tahun, walau wajahnya terlihat 25 tahunan.
__ADS_1
Lan Yuheng terus menerus memukul Han Fu tanpa belas kasih, bahkan Lan Yuheng tersenyum lebar saat memukul Han Fu hingga terlihat hampir mati.
“Hehe,, jadi begini rasanya mendominasi seperti Juan,” kekeh Lan Yuheng dalam hati.