Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Yang Tan Melawan Kedua Jendral Iblis


__ADS_3

“Hehe,, Iblis sialan, aku tak akan puas jika tidak menyiksa kalian,” kekeh Xi Juan dengan wajah seringai kejam.


Dret..!!


Xi Juan semakin mempercepat langkahnya.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tidak sampai 5 menit, kini Xi Juan berdiri tepat di atas kepala para Iblis yang mengelilingi Yang Tan dan Qin Ji.


“Hemm..!! Walau Qin Ji manusia biasa tanpa bisa menyerap energi, tapi kejeniusannya tidak pernah pudar,” gumam Xi Juan tersenyum puas.


...


“Hahaha,, jangan biarkan mereka kita bawa tanpa tubuh utuh, siksa mereka terlebih dulu baru menyerahkannya ke Yang Mulia,” ucap salah satu dari dua Jendral Iblis yang berada di sana.


Semua pasukan Iblis yang mengepung Yang Tan dan Qin Ji seketika menyeringai kejam. Kebanyakan dari pasukan Iblis melihat ke arah Qin Ji dengan nafsu.


“Hemm..!! Apa kau yakin mampu menahan mereka semua Qin Ji?” Terdengar suara Yang Tan melalui telepati.


“Bukan menahan, melainkan membunuh Iblis-iblis bejat ini,” balas Qin Ji dengan tatapan membunuh.


“Hem,, baiklah jika begitu aku akan berusaha membunuh kedua Jendral Iblis tersebut, aku juga memiliki hutang yang harus ku bayar terhadap mereka.” Ucap Yang Tan langsung merubah wujudnya.


Krak krak..!!


Wuss..!!


Goar..!!


Yang Tan langsung meraung sambil memamerkan dua taring pedangnya ke arah kedua Jendral Iblis.


Kedua Jendral Iblis yang melihat Ranah Yang Tan langsung memasang wajah serius.


“Binatang ini pertumbuhannya sangat cepat, jika terus di biarkan, makan akan menjadi ancaman,” ucap Jendral Iblis yang memiliki tubuh tinggi dan warna kulitnya sedikit kecoklatan.


“Kau benar, ayo bereskan dia dengan cepat dan sisakan saja wanita itu.” Ucap Jendral Iblis yang memiliki tubuh kekar namun sedikit pendek.


Saat keduanya akan bergerak ke arah Yang Tan. Kedua Iblis tersebut langsung melakukan pertahanan saat insting mereka merasakan bahaya yang luar biasa.


Blush..!!


Keduanya langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing di sertai menyelimuti tubuh mereka menggunakan Energi Qi mereka.


“Siapa di sana, cepat keluar,” teriak Jendral Iblis kekar melihat ke sekelilingnya.


Sementara Yang Tan yang melesat ke arah kedua Jendral Iblis kini tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang salah satu dari mereka.


“Mati,” teriak Yang Tan mengayunkan cakar kanannya.


Jendral Iblis bertumbuh kekar yang fokus mencari siapa yang mengeluarkan auranya kini terkejut saat sebuah cakar tiba-tiba muncul dalam jarak 1 meter di depannya.


“Sialan,” teriak Jendral Iblis bertubuh kekar langsung mengayunkan pedangnya untuk menahan cakar Yang Tan.


Trank..!!

__ADS_1


Crash..!!


Mata Jendral Iblis bertubuh kekar melotot saat cakar satunya kini bersarang di dadanya.


Yang Tan yang serangannya susulannya sukses tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas. Mulut Yang Tan langsung terbuka lebar.


Namun sebelum itu terjadi, ia dengan cepat mundur saat merasakan musuh dari sampingnya muncul.


Duar..!!


Bilah energi berbentuk kapak terlihat melewati wajah Yang Tan, beruntung ia dengan cepat menghindar.


Tap tap..!!


“Apa kau tidak apa-apa?” Tanya Jendral Iblis bertubuh tinggi.


“Heng,, tidak apa-apa mata mu, apa kau tidak lihat tubuhku berlubang,” dengus Jendral Iblis bertubuh kekar. “Beruntung ia tidak menyerang titik vital ku, jika tidak, mungkin aku sudah mati dari tadi.” Sambung Jendral Iblis bertubuh kekar memarahi rekannya tanpa rasa terimakasih sedikitpun karena telah menolongnya.


...


Xi Juan yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Ia hanya menembakkan secuil energi Qi-nya untuk membuat kedua Jendral tersebut berbagi fokus, dan apa yang ia rencanakan ternyata sukses.


“Hehe,, aku akan bermain dengan kalian berdua,” kekeh Xi Juan melirik ke arah Yang Tan yang kini menatap kedua Jendral dengan ganas.


“Ehem ehem,, cek cek,” gumam Xi Juan mencoba mengubah suaranya sedikit serak dan menyeramkan.


“Hem..!! Bocah kecil, apa kau ingin menang melawan kedua Iblis tersebut.” Ucap Xi Juan melalui telepati dan nada suaranya sangatlah menyeramkan, Xi Juan juga membuat sedikit tekanan agar Yang Tan sedikit merinding.


Benar saja, Yang Tan yang mendengar itu langsung bergetar ketakutan. Tapi saat mengingat suara tersebut ingin membantunya langsung mengangguk-angguk patuh layaknya anak kecil.


Mendengar itu Yang Tan hanya mengangguk-angguk patuh.


Setelah mendengar perintah Xi Juan yang menyuruhnya maju ke arah Jendral Iblis bertubuh kekar. Yang Tan langsung melesat tanpa ragu.


Wuss..!!


Gerakan Yang Tan kini jauh lebih cepat dari sebelumnya, namun ia tidak bergerak lurus, melainkan bergerak acak.


Sementara kedua Jendral Iblis yang melihat Yang Tan mulai menyerang, Jendral Iblis bertubuh tinggi ingin menghadapi Yang Tan tiba-tiba membeku tanpa bisa menggerakkan tubuhnya.


Yang Tan yang melihat itu langsung mengayunkan bilah cakar kanannya.


Wuss..!!


Crash..!!


Duar..!!


Tubuh Jendral Iblis bertubuh tinggi langsung terlempar cukup jauh.


Gerr..!!


Yang Tan yang sudah muncul di depan Jendral Iblis bertubuh kekar langsung menggeram sambil memperlihatkan taring pedangnya yang siap merobek tubuh Iblis tersebut.


“Sialan,” gumam Jendral Iblis bertubuh kekar yang masih memulihkan diri.


Tanpa menunggu waktu lama, Yang Tan langsung menerjang ke arah Iblis di depannya dengan seringai ejekan.

__ADS_1


Goar..!!


Teriakan Yang Tan langsung menggema di area tersebut.


Crash..!!


Bomm..!!


Jendral Iblis bertubuh kekar langsung terlempar dengan darah kini terus menerus keluar dari dadanya yang berlubang.


“Sialan,” gumam Jendral Iblis kekar mencoba untuk bangkit.


Saat pandangannya mengarah ke atas, ia melihat sebuah cakar kini tepat di depan matanya.


Crash..!!


Duar..!!


Argh..!!


Teriakan Jendral kekar kini terdengar sampai ke para pasukan Iblis.


Dret..!!


Goar..!!


Yang Tan seketika meraung saat berdiri di dekat Jendral Kekar, kaki kanannya juga menekan tubuh iblis tersebut yang membuat ia semakin meraung kesakitan.


Krak..!!


Yang Tan langsung menekan kakinya, hal tersebut membuat Iblis tersebut semakin berteriak kesakitan.


Argh..!!


“Sialan kau Binatang, aku akan mencabik-cabik tubuhmu, cepat lepaskan aku.” Teriak Jendral Kekar meraung sambil mengancam Yang Tan.


“Gerr..!! Apakah seperti ini yang kau maksud,” ucap Yang Tan langsung mengayunkan cakar kanannya berulang kali.


Crash..!!


Crash..!!


Crash..!!


Argh..!!


“Tolong hentikan, ampuni aku,” teriak Jendral Iblis kekar terlihat tidak mampu menahan rasa sakit, terlihat juga bercak darah berceceran di kaki hingga ke wajah Yang Tan.


“Hehe,, siapa yang ingin mengampuni iblis seperti dirimu,” kekeh Yang Tan. “Tapi karena aku baik hati, aku akan membiarkan kau hidup saat ini, karena aku ingin bermain dengan temanmu itu.” Sambung Yang Tan.


Pandangan Yang Tan mengarah ke Jendral Iblis bertubuh tinggi yang kini melesat menuju ke arahnya.


Yang Tan juga merasakan aura membunuh yang sangat pekat dari Jendral Iblis tersebut. Entah berapa banyak manusia yang sudah ia bunuh hingga mengumpulkan aura membunuh yang menjijikkan tersebut.


Wuss Wuss..!!


“Mati.” Teriak Jendral Iblis bertubuh tinggi langsung mengayunkan kapak besarnya.

__ADS_1


__ADS_2