
Tak sedikit juga para pedagang besar terlihat ikut mengantri di bagian selatan, karena disana khusus untuk kereta kuda atau orang-orang kelas 3 ke atas.
Drum drum..!!
Saat ini kereta yang di tumpangi oleh kelompok Yin Jing dan Xi bersaudara ikut mengantri seperti yang lain.
Mereka sama sekali tidak ingin menimbulkan kegaduhan masuk dengan identitas asli mereka.
Melihat kereta yang sedikit lebih mewah dari klan besar di kota ini, para pedagang berpikir jika mereka salah satu klan atau bangsawan dari Kekaisaran.
“Hei apa kau tahu siapa orang yang ada di dalam sana?” Tanya salah satu pedagang yang terbilang masih muda.
“Aku tidak tahu Tuan muda, tapi jika di lihat secara jelas kusirnya saja memiliki kekuatan sedikit lebih kuat dariku, maka aku yakin jika mereka dari kalangan bangsawan, karena hanya merekalah yang mampu memperkejakan orang setingkat Immortal,” ucap pria tua yang menjadi pengawal pedagang muda tersebut.
“Hemm..!! Jika begitu, orang-orang yang ada di gerbong kereta pasti sangat penting, jadi jangan sampai menyinggungnya, paman beritahu yang lain,” ucap pemuda tersebut, ia terlihat pintar dalam mengambil kesimpulan sehingga mengambil langkah ke depannya lebih dahulu.
...
__ADS_1
Drum drum..!!
Dari dalam Hutan Monster, terlihat kereta kuda yang mewah keluar.
“Beri jalan bagi Tuan muda Han,” teriak salah pengawal yang mengawal menggunakan kuda bersama beberapa pengawal.
Saat mereka mendekati kereta millik Yin Jing, mereka langsung berhenti karena kereta milik Yin Jing tidak mau minggir.
“Sialan, berani sekali kau tidak memberikan jalan untuk Tuan muda Han,” teriak pengawal yang mengenakan armor lengkap. Pengawal tersebut juga mengeluarkan aura yang berada di ranah Nirmawa untuk menakuti orang-orang yang berada di dalam kereta milik Yin Jing.
Orang-orang yang berada di arah timur, tempat gerbang para pejalan kaki serta kalangan rakyat biasa hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Bukan hanya ia saja yang iba terhadap kereta mewah yang di tumpangi oleh Yin Jing dan Xi bersaudara, semua orang-orang yang ikut mengantri ikut iba.
Tidak ada yang tidak mengenal Tuan muda Han, putra dari Patriak klan Han, yaitu klan yang satu-satunya terkuat berada di kota Han ini.
Bahkan pemimpin Kota pun adalah paman sekalis adik dari Patriak Han.
__ADS_1
...
Han Fu yang mendengar teriakan pengawalnya langsung keluar dari gerbong, saat melihat sebuah kereta mewah menghalangi keretanya, Han Fu langsung mengerutkan keningnya.
“Hemm..!! Suruh keluar semua orang yang ada di dalam gerbong kereta itu, jika mereka tidak mau. Maka seret keluar saja.”
Karena terbiasa arogan dan menikmati sesuatu dengan mudah, Han Fu tidak peduli siapa orang yang ada di dalam kereta mewah ini.
Sementara Yin Jing yang kini menikmati wajah Xi Luan sedang bermeditasi langsung memasang wajah gelap saat seorang pengawal berteriak di dipan pintu gerbong kereta.
Yin Jian yang kini melihat perubahan kakaknya berubah drastis hanya bisa pasrah. “Apa yang di ucapkan oleh kakak pertama (Kaisar Yin Long ) Jika wanita adalah makhluk yang paling sulit di tebak,” gumam Yin Jian langsung keluar.
Melihat wajah tampan Yin Jian kini melangkah keluar bersama Lan Yuheng. Semua orang sedikit terpana.
Pemuda yang menjadi pedagang bersama pengawalnya langsung mengenali Yin Jian. “Pangeran ke empat.” Gumam keduanya serempak.
...
__ADS_1
Kini pandangan Yin Jian ke pengawal Han Fu terlihat datar, bahkan ia sama sekali tidak merasakan tekanan dari pengawal Han Fu ini.
“Hem..!! Siapapun kau, mengantrilah dengan teratur, jangan kau mengira jika kau dari penguasa Kota ini maka kau bisa seenaknya,” ucap Yin Jian datar.