
Tak lama mata Jendral Yin Feng seketika pudar, namun sebelum ia pingsan akibat kehabisan darah, samar-samar ia merasakan dua orang dengan kekuatan cukup besar melesat dari dalam hutan.
Sementara para pengkhianat dan ketiga anggota klan Bangsawan kini mulai melirik ke arah hutan monster wilayah dalam.
Tak lama mata semua orang melotot di sertai tubuh bergetar hebat saat melihat bilah tinju yang sangat kuat mengarah ke tempat mereka.
Bahkan ketiga tetua dan Jendral Yuan Mo ikut berkeringat dingin.
“Sial, apa-apaan serangan ini terlalu mengerikan,” teriak Jendral Yuan Mo langsung mengeluarkan senjata kesayangannya untuk mencoba menahan bilah tinju yang mengarah ke tempat mereka.
Pandangan Jendral Yuan Mo mengarah ke ketiga tetua klan yang menjadi sekutunya, ia saat ini merasa di jebak oleh ketiganya. “Kalian bertiga, cepat bantu aku menahan serangan musuh,” teriak Jendral Yuan Mo dengan niat membunuh yang merebes keluar menekan ketiganya.
Urgh..!!
“Sialan, mentang-mentang ia jauh lebih kuat, ia berbuat semaunya,” gumam ketiga tetua kini mengutuk Jendral Yuan Mo dan bilang serangan musuh.
Ketiga tetua hanya bisa mengangguk, pandangan mereka bertiga mengarah ke anggota klan mereka serta bawahan mereka. “Kalian semua kerahkan semua kekuatan kalian untuk menahan serangan musuh.” Teriak tetua Mu Fan.
Blush blush blush..!!
Seketika semua orang yang berada di sana langsung membuat pertahanan terkuat mereka di sertai bersiap menyerang bilah tinju.
...
Sementara bilah tinju yang melesat dari dalam hutan kini terlihat terus menghancurkan pohon yang ia lewati.
Lan Yuheng yang mengayunkan tinjunya hanya bisa melotot tak percaya. “Hahaha, aku tak tahu seranganku sekuat ini, terlebih Energi Ilahi ini ternyata sulit di kendalikan, jadi maklumi saja, kan aku baru mempunyai energi Ilahi dan baru menapaki jalan immortal,” ucap Lan Yuheng menatap ke arah Xi Juan yang saat ini menatapnya seperti mangsa.
“Aku suka kau langsung mencoba menyerang mereka, tapi setidaknya kau bertanya lebih dulu, lihatlah hutan yang di jaga olehnya kini semakin hancur. Bagaimana aku menjelaskannya nanti,” ucap Xi Juan terlihat ingin menjitak kepala Lan Yuheng.
__ADS_1
Lan Yuheng hanya terkekeh kecil saja saat di ceramahi, tatapannya kembali mengarah ke bilah tinju yang ia lepaskan kini bergerak cukup lambat sehingga membuat semua musuhnya mampu bersiap lebih dulu untuk menahan maupun menghindar.
Wung..!!
Bom bom bom bom..!!
Duar..!!
Bilah Tinju langsung menghancurkan pertahanan para anggota musuh, terlihat juga banyak bilah energi Qi serangan dari Jendral Yuan Mo maupun ketiga tetua yang mencoba menghancurkan bilah tinju milik Lan Yuheng.
Asap seketika mengepul ke atas. Xi Juan yang melihat itu langsung bergerak semakin cepat.
“Kau belajarlah cara mengendalikan energi Ilahimu, gunakan sedikit mungkin saat mengeluarkan energi pemberianku, jangan seperti tadi.” Ucap Xi Juan.
Tak lupa Xi Juan memperingati Lan Yuheng, karena ia pernah mengalaminya saat membantu Patriak Liu Feng dan putrinya, dan sampai saat ini Xi Juan sadar belum terbiasa menggunakan energi yang begitu kuat ini.
Wuss..!!
Crash..!!
Bruk..!!
Dalam satu kali ayunan, pinggang prajurit tersebut langsung terpotong rapi.
Memanfaatkan asap dan debu yang masih mengepul akibat ledakan. Xi Juan bergerak cepat membunuh satu persatu musuh yang ia temui.
Hingga ia bertemu salah satu tetua klan Bangsawan Wei yang terpisah dari dua tetua lainnya.
Tap tap..!!
__ADS_1
Xi Juan berhenti di depan Tetua Wei Qian yang saat ini terlihat berantakan, jubah klan Wei yang ia kenakan terlihat hancur setengahnya.
Pandangan Xi Juan seketika berubah dingin di sertai senyum kejam. “Kau yang pertama,” ucap Xi Juan mengayunkan pedangnya.
Wuss..!!
“Sialan kau bocah,” teriak tetua Wei Qian secara reflek ikut mengayunkan pedangnya. Pandangan Tetua Wei Qian juga sedikit merendahkan ke arah Xi Juan, karena merasa serangan Xi Juan sangat lemah.
Trank..!!
Dua pedang langsung bentrok, namun mata Tetua Wei Qian seketika melebar.
Piar..!!
“Tidak,” teriak Tetua Wei Qian saat pedangnya di hancurkan dengan mudah.
Crash..!!
Bruk..!!
Kepala Tetua Wei Qian langsung terjatuh.
Krak..!!
Bam..!!
Tak puas setelah memenggal kepala tetua Wei Qian, Xi Juan kembali menginjak kepala tetua tersebut hingga hancur.
“Berikutnya,” gumam Xi Juan mengarah ke Tetua Bing Ma yang berada tidak jauh dari lokasinya berdiri.
__ADS_1