Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Melumpuhkan Keempat Murid Sekte Racun


__ADS_3

Seketika sebuah suara tepuk tangan menghentikan langkah keempat murid Sekte Racun.


Tap tap..!!


“Hahaha inilah yang namanya sebuah keberuntungan.”


Xi Juan langsung muncul dengan senyum lebar.


Keempat murid Sekte Racun melihat siapa yang muncul kini membelalakkan mata mereka beberapa saat sebelum tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha,, tidak sia-sia kita datang kesini, buronan nomer satu yang klan Xin ajukan di sekte ternyata masih hidup, terlebih berada di depan kita,” ucap salah satu dari keempat murid sekte Racun.


Sementara Xin Deng kini langsung maju dengan gaya arogan.


“Aku tak menduga jika kau berani sekali muncul, dan saat kau muncul di situlah kepalamu akan melayang, seperti saat ini,” ucap Xin Deng dengan sombong.


Xi Juan yang mendengar itu hanya mengkorek kupingnya. “Apa yang kalian katakan aku tidak dengar, bisakah kalian mengulanginya?” Ucap Xi Juan langsung memajukan kepalanya sembari tangannya di miringkan.


Amarah Xin Deng serta murid Sekte Racun seketika memerah padam saat merasa di permainkan.


Dengan segera Xin Deng menyuruh keempat bawahannya untuk melumpuhkan Xi Juan.


“Cepat patahkan kaki dan tangannya, jangan sampai membunuhnya karena aku ingin menyiksanya lebih dulu,” teriak Xin Deng.


“Hooh,, hanya Ranah Kaisar ⭐ 2 Ahir kalian berani sekali ingin melawanku. Hmm,, kalian tidak sadar betapa besarnya gunung rupanya,” ucap Xi Juan tak sadar jika ia saat ini sedikit arogan.


Xi Juan yang melihat keempat murid Sekte Racun masih acuh setelah mendengar ucapannya kini menyeringai kejam.

__ADS_1


Ia kini langsung mengeluarkan pedangnya.


“Mati,” teriak salah satu murid Sekte Racun menerjang Xi Juan dari depan.


Xi Juan langsung menggeser sedikit tubuhnya lalu spontan tangan kirinya terayun yang telah ia baluti oleh energi qi-nya.


Wuss..!!


Bam..!!


Tubuh murid yang menerjang Xi Juan langsung terlempar hingga menabrak pohon.


Ketiga murid yang ingin menyerang Xi Juan langsung terhenti saat melihat dengan mudahnya Xi Juan memukul teman mereka hingga terluka.


Xi Juan yang melihat adanya kesempatan langsung melesat ke arah ketiganya.


Kaki kanan Xi Juan terayun ke arah wajahnya.


“Sialan,” teriak murid kurus tersebut langsung menyilang kedua tangannya untuk menahan tendangan Xi Juan.


Bam..!!


Walau telah berusaha menahan tendangan Xi Juan, tetap saja ia terlempar cukup jauh.


Wuss..!!


Bam bam..!!

__ADS_1


Dengan mudah Xi Juan melumpuhkan keempatnya tanpa melakukan perlawanan.


Xin Deng yang melihat itu langsung geram.


“Kau lumayan kuat juga, aku tak tahu bagaimana caramu membunuh putra patriak Xin, tapi di hadapanku maka kau layaknya sebuah semut,” ucap Xin Deng dengan nada dingin.


Wuss..!!


Aura Xin Deng langsung meletus, Xi Juan yang tahu jika Xin Deng sengaja menyembunyikan tingkat kultivasinya kini pura-pura terkejut.


Melihat wajah Xi Juan, Xin Deng kini tersenyum lebar. Xin Deng saat ini berada di Ranah Nirwana ⭐ 1 Awal.


“Hahaha takutlah ayo perlihatkan wajahmu yang paling menyedihkan,” ucap Xin Deng tertawa terbahak-bahak.


Lan Yuheng yang melihat itu seketika menjadi tegang.


Dengan cepat ia menghampiri Xi Juan.


“Hei kau larilah dari sini, aku akan menahannya dan terimakasih karena telah membantuku,” ucap Lan Yuheng langsung membungkukkan badannya.


“Heeh,, siapa juga yang membantumu, aku memiliki dendam dengan klan Xin hingga ke akar-akarnya, jadi kau tak perlu berkata seperti itu,” ucap Xi Juan dengan acuh.


Karena sedari awal Xi Juan memang tidak berniat membantu Lan Yuheng, ia tidak mau terlalu baik atau sok pahlawan kepada orang yang belum ia kenal.


“Hahaha,, kalian berdua majulah dan aku akan menunjukkan sebuah penderitaan,”


Tawa di sertai ejekan terdengar semakin menjadi-jadi dari Xin Deng saat melihat keduanya kini ingin saling bantu.

__ADS_1


__ADS_2