Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Xe Lang dan Restaurant Walet


__ADS_3

“Berhenti, apa tujuan kalian ke Kota Naga? Dan berapa lama kalian ingin menetap di sini?” Tanya penjaga tersebut dengan nada tegas.


Pandangan penjaga itu juga agak curiga saat melihat tampilan Xi Juan dan Xi Luan yang sedikit berbeda.


Setelah itu pandangan penjaga tersebut mengarah ke pemuda yang paling belakang, setelah melihat dan mengenali sosoknya.


Penjaga tersebut langsung merasa lega. “Lan Yuheng. Kau Lan Yuheng putra dari Lan San bukan?” Tanya penjaga tersebut.


Lan Yuheng yang mendengar nama ayahnya di sebut seketika menjadi tegang bercampur dendam. Ia kini sedikit waspada kepada penjaga tersebut karena mengira ia adalah mata-mata dari klan Xin maupun Sekte Racun.


Melihat tingkah laku Lan Yuheng, penjaga tersebut menghela nafas berat. “Aku dulu adalah orang yang ayahmu pernah bantu, dan setelah mendapat berita buruk serta surat sebelum kematian ayahmu, aku langsung kesana, tapi aku tak menduga jika klan Xin, Sekte Racun beserta sekutunya langsung menghalangi jalanku.”


“Setelah bertarung lalu di pukul mundur, kami terpaksa kembali ke kota dan saat ini sedang siaga, menurut mata-mata jika klan Xin bersama sekutunya akan menyerang Kota Naga.” Penjaga tersebut langsung menjelaskan semuanya serta meminta maaf karena datang terlambat.


Kini Lan Yuheng tahu siapa sebenarnya orang yang ada di depannya ini. Tentu Lan Yuheng mengetahuinya dari ayahnya, ayahnya memberitahunya jika berhasil selamat maka ia harus mencari orang yang saat ini ada di depannya.


“Paman Lang, jika kau paman Lang, mengapa kau menjadi penjaga di Kota Naga? Apakah kau memang penjaga kota?” Tanya Lan Yuheng dengan nada polos.

__ADS_1


Xi Juan yang mendengarkan seketika ingin memukul kepala Lan Yuheng yang begitu bodoh bertanya seperti itu, pertanyaan itu menyinggung serta merendahkan orang yang ada di depannya ini.


Tapi orang yang di panggil paman Lang sama sekali tidak marah, ia malah tersenyum bahagia jika pemuda ini putra Lan San.


Wajah Lan Yuheng dan Lan San sangat jauh berbeda, Lan San memiliki wajah pas-pasan sementara Lan Yuheng sangat tampan, jadi wajar paman Lang itu tidak megetahui wajah Lan Yuheng.


“Hmm..!! Aku di sini karena baru saja membunuh beberapa penjaga yang menyamar menjadi penjaga kota Naga, mereka adalah penyusup dari klan Xin. Secara kebetulan aku melalui tempat ini untuk melihat-lihat jadi aku sadar ada yang salah dengan tingkah mereka.” Pan Lang kembali menjelaskan, ia juga memberitahu siapa ia sebenarnya di kota ini.


“Ayo kita bicara di dalam saja,” ajak Xe Lang.


“Oh mereka adalah sahabatku,” ucap Lan Yuheng langsung menggandeng tangan Xi Juan layaknya wanita.


Dengan cepat Xi Juan mendorong tangan Lan Yuheng.


“Heng,, siapa yang sahabatmu, kita saja baru kenal,” dengus Xi Juan terang-terangan.


Bukannya sedih atau marah, Lan Yuheng malah semakin dan kini Xi Juan dengan Lan Yuheng seketika ribut.

__ADS_1


Xe Lang yang melihat itu seketika yakin jika mereka sahabat abadi, ia pun dulu memiliki sahabat dan ia selalu bertengkar dengan sahabatnya.


“Ayo masuk, jangan ribut di gerbang masuk, mereka semua yang ingin menginap, berdatang atau berlibur menjadi menunggu lama,” ajak Xe Lang.


Keempatnya pun langsung masuk ke dalam Kota Naga.


Jabatan Xe Lang cukup tinggi di kota ini, ia adalah tangan kanan Pemimpin Kota sekaligus Jendral yang memimpin pasukan kota.


Tap tap..!!


Setelah berjalan sekitar 10 menit, kini mereka sampai di bangunan yang cukup tinggi.


“Restaurant Walet.” Gumam Xi Juan mengangguk-angguk.


“Ayo tempat ini adalah milikku jadi kalian bisa makan apa saja sesuka hati kalian,” ajak Xe Lang memasuki Restaurant dengan 5 lantai.


Tidak ada yang menghentikan langkah kaki Xi Juan dan yang lainnya saat melihat pemilik Restaurant langsung memimpin jalan menuju lantai 4.

__ADS_1


__ADS_2