
“Apa ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama?” Gumam Yue Qie seketika pipi memerah merona.
Xi Juan yang melihat wajah Yue Qie memerah pun mendekatinya dan mencoba untuk menggodanya.
“Hei,, apa kau jatuh cinta kepada pemuda tampan ini,” bisik Xi Juan.
Yue Qie yang merenung langsung mengayunkan tinjunya tepat ke arah perut Xi Juan.
Bam..!!
Wuss..!!
Bom.!!
Tubuh Xi Juan pun langsung menabrak beberapa pohon hingga terhenti di sebuah gundukan kecil.
Yue Qie yang tidak sengaja menggunakan energinya memukul Xi Juan terlihat sedikit panik, ia takut jika Xi Juan mati, maka siapa yang akan bertanggung jawab, itulah yang kini ada di benak Yue Qie.
Dengan segera Yue Qie melesat ke arah Xi Juan yang kini telah pingsan dan berlumuran darah.
“Hei bau, apa kau tidak apa-apa?” Tanya Yue Qie tidak terlalu tahu nama asli Xi Juan sehingga memanggilnya bau.
Melihat tidak ada respon dari Xi Juan, Yue Qie semakin panik. Dengan tergesa-gesa ia mencoba memegangi tangan Xi Juan untuk mengecek apakah Xi Juan masih hidup.
Saat merasakan nadi Xi Juan terhenti, Yue Qie membeku di tempat.
“Hei bau, jangan bercanda denganku, cepat bangun,” ucap Yue Qie dengan nada dingin.
Namun tetap tidak ada respon dari Xi Juan, Yue Qie yang tidak tahu harus melakukan apa langsung membawa Xi Juan ke tempat yang lebih bagus.
__ADS_1
Tap tap..!!
Setelah sampai Yue Qie terlihat berusaha membangunkan Xi Juan, dari menampar hingga memukul Xi Juan. Tetap tidak ada reaksi.
Kini Yue Qie tanpa terasa meneteskan air matanya, wajahnya yang selalu dingin seketika rapuh. Walau ia belum mencintai Xi Juan seutuhnya karena baru kenal dan ia lebih membenci Xi Juan karena telah merengguk kesuciannya.
Tapi tetap saja ia merasa bersalah karena terlalu berlebihan.
“Bau, bangunlah. Jangan tinggalkan Yue Qie seorang diri,” ucap Yue Qie kini mulai luluh, tangannya mulai membersihkan darah yang menempel di bibir Xi Juan.
Dan tanpa terasa karena terlalu lelah menangis, Yue Qie terlelap di atas dada Xi Juan.
Xi Juan yang sebenarnya hanya ingin bermain-main kini tersenyum terus menerus dalam hatinya.
“Tidak sia-sia aku menggunakan metode dari Guru yang mengunci semua jalur Meridian dan nadiku tadi, hehe, kini ia luluh dalam sekali percobaan,” kekeh Xi Juan dalam hati.
Karena tidak ingin tersadar dalam waktu dekat, Xi Juan pun ikut terlelap, ia sadar jika wanita di depannya ini cukup cerdas. Jadi jika ia tersadar dalam beberapa jam, maka ia akan ketahuan berbohong.
Yue Qie yang bangun langsung melihat ke arah Xi Juan, melihat wajah tampan Xi Juan, Yue Qie seketika mengeluarkan air matanya lagi.
“Tunggu di sini, Yue Qie akan mencari air untuk membersihkan tubuhmu,” ucap Yue Qi, walau ia tahu Xi Juan terlihat seperti orang mati, ia memiliki keyakinan jika Xi Juan masih hidup dan Yue Qie juga terlihat menyemangati dirinya.
Dalam beberapa menit Yue Qie datang membawa nampan berisi air, dengan penuh kasih sayang Yue Qie mulai membasuh wajah Xi Juan.
Saat mencoba membuka pakaian Xi Juan, terlihat Yue Qie malu-malu.
Tapi tak lama ia memberanikan dirinya.
Melihat tubuh Xi Juan yang berotot dan mulus, wajah Yue Qie tanpa sadar memerah.
__ADS_1
“Urgh..!! Apa ada dengan diriku,” gumam Yue Qie dalam hati, dengan tegas ia langsung menggelengkan kepala saat mengingat adegan ia bertempur dengan Xi Juan.
Xi Juan yang terlelap seketika tersadar saat ada yang menyentuh perutnya.
Urgh..!!
Xi Juan yang perlahan membuka matanya kini melihat Yue Qie yang melihat dirinya dalam jarak beberapa inci.
Entah mengapa Yue Qie sangat senang melihat wajah Xi Juan sehingga terus menerus menatapnya.
Clup..!!
Mata Yue Qie seketika melotot saat Xi Juan menarik kepalanya lalu ******* bibir tipisnya.
Umm...!!
Yue Qie langsung memberontak, namun entah mengapa ia merasa tidak bisa mengeluarkan tenaga dan energi Qi_nya.
Xi Juan yang merasa Yue Qie malu-malu mau langsung membalik tubuh Yue Qie dengan senyum lebar.
Srek..!!
Dengan kasar Xi Juan merobek pakaian Yue Qie, pandangan pertama yang Xi Juan lihat tentu Kelinci besar miliknya.
Glek..!!
Xi Juan menelan ludahnya menatap kedua Kelinci tersebut.
“A..Apa yang kau lakukan bau? Cepat lepaskan aku,” ucap Yue Qie malu-malu saat bicara, Yue Qie juga memandang ke arah samping dan tidak berani menatap mata Xi Juan secara langsung.
__ADS_1
“Hehe,, apa yang aku lakukan?” Xi Juan menaikkan alisnya. “Tentu saja sebagai seorang suami aku harus memenuhi tugasku,” sambung Xi Juan terkekeh kecil.