Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Rencana Xi Juan Membantu Qin Ji


__ADS_3

“Hei jal**ng aku akan membuatmu menderita dengan menjualmu di tempat hiburan malam,” kekeh Tang Ren kini mencekik leher Qin Ji tanpa rasa iba.


Tubuh Qin Ji langsung meronta-ronta, tapi bagaimanapun ia berusaha, Qin Jin yang dantiannya telah hancur atau lumpuh, kini sama sekali tidak bisa melawan.


“Mengapa? Mengapa langit sangat tidak adil terhadapku,” teriak Qin Ji dalam hati, terlihat Qin Ji mengigit bibirnya.


Melihat jika Qin Ji terlihat menderita, bukannya iba atau senang, malah Tang Ren terlihat kurang puas atas penderitaan Qin Ji.


“Hei, ikat jal**ng ini dan bawa ia keliling pinggiran ibukota, aku masih belum puas melihat penderitaannya,” ucap Tang Ren memberi perintah kepada bawahannya.


...


“Sial, Juan aku sudah tidak tahan melihat ketidak adilan ini, terlebih lagi bukankah ada peraturan di Ibukota Awan ini jika di larang membunuh, dan wanita ini terlihat akan mati,” ucap Lan Yuheng geram.


Xi Juan terlihat santai, pandangannya kini mengarah ke beberapa prajurit kota yang seolah tidak mempunyai mata saat melihat kejadian tersebut.


“Hem..!! Pemuda ini sepertinya bukan kalangan Bangsawan biasa,” gumam Xi Juan sambil menunjukkan Lan Yuheng ke arah beberapa prajurit kota.


Melihat itu, amarah Lan Yuheng semakin tak tertahankan. Ia melihat ke arah Xi Juan untuk meminta izin bergerak membantu wanita tersebut.


“Tunggu dulu, jangan gegabah dalam bertindak. Aku memiliki beberapa rencana,” ucap Xi Juan langsung tersenyum licik.

__ADS_1


Lan Yuheng langsung mengangguk patuh, ia telah menganggap Xi Juan guru sekaligus idolanya di dalam hati.


...


Beberapa menit kemudian, setelah kelompok tiga pemuda tersebut pergi ke arah tempat yang cukup sepi, kini Xi Juan melakukan aksinya.


“Hei,, apa kau mendengar suaraku, jika kau mendengar suaraku maka kau tenangkan dirimu lalu melirik ke arah pojok bangunan yang ada sebuah gang kecil,” ucap Xi Juan melalui telepati.


Qin Ji yang di seret oleh 5 bawahan Tang Ren seketika terkejut saat mendengar ada suara di pikirannya.


Tapi dengan cepat ia tenang lalu melirik ke arah yang di maksud oleh Xi Juan.


“Benar, buat mereka menggiringmu kesana, lakukan segala cara, aku yakin kau wanita cerdas, sisanya serahkan padaku,” ucap Xi Juan saat melihat Qin Ji dengan cepat meresponnya.


Tapi setidaknya mencoba sesuatu yang memiliki peluang 0,1% Kenapa tidak, itulah yang ada di dalam benak Qin Ji.


“Ah,, tubuhku kenapa panas, tuan tolong buka pakaianku, aku kepanasan.” Ucap Qin Ji langsung terjatuh sambil memegangi belahan dadanya.


Glek..!!


Kelima bawahan Tang Ren seketika menelan ludah melihat betapa menggodanya apa yang mereka lihat saat ini.

__ADS_1


“Sepertinya Tuan muda sudah pergi, tidak ada salahnya kita menggilirnya,” kekeh salah satu pria botak dengan wajah yang sangat menyeramkan.


“Hemm.!! Aku setuju denganmu, bagaimana jika kita membawanya kesana sebentar,” tunjuk temannya ke arah lokasi yang telah Xi Juan rencanakan.


Hehehe..!!


Tawa jahat kelima tersebut langsung terlihat jelas, mereka pun menyeret Qin Ji ke arah gang kecil yang cukup sepi.


Tap tap..!!


Bruk..!!


“Haha nona Qin biarkan aku bantu kau membuka bajumu,” kekeh pria botak menyeramkan, ia tidak sabar ingin mencicipi tubuh Qin Ji sehingga langsung melempar Qin Ji ke pojok.


Qin Ji langsung mundur dengan wajah ketakutan ia melirik kini kanan. “Jangan sentuh aku, aku mohon,” ucap Qin Ji terbata-bata.


Qin Ji juga berusaha mencari sosok suara yang ada di pikirannya tapi ia tidak melihatnya.


Hahahaha..!!


“Senior Yeng, kami ijinkan kau lebih dulu-”

__ADS_1


Crash..!!


Seketika kepala bawahan Tang Ren yang bicara langsung terpotong rapi oleh bilah pedang.


__ADS_2