
“Tunggu, biarkan dia bertemu Patriak Yue,” ucap Yue Tian yang mengenal sosok Shen Ju.
Shen Ju yang melihat sosok Yue Tian langsung tersenyum tipis. “Salam tetua pertama,” sapa Shen Ju.
“Salam juga Tuan muda Shen,” sapa Yue Tian terlihat sangat menghormati Shen Ju.
Melihat tetua pertama Yue Tian menghormati Shen Ju, layaknya menghormati Patriak Yue, salah satu prajurit yang ingin menyerang Shen Ju seketika berkeringat dingin.
Bruk..!!
Dengan cepat prajurit tersebut berlutut dan ingin meminta maaf terhadap Shen Ju, karena ia sadar jika ia pasti akan di hukum setelah kepergian Shen Ju.
“Bawa dia lalu beri hukuman karena ingin mencelakai Tuan muda Shen Ju,” ucap tetua Yue Tian melambaikan tangannya.
“Ampun tetua,” hanya itu yang di katakan prajurit tersebut saat di seret.
Shen Ju yang melihat itu langsung melambaikan tangannya. “Lepaskan saja dia tetua pertama, ia melakukan ini mungkin demi keamanan,” ucap Shen Ju mengatupkan kedua tangan yang telah ia genggam.
Yue Tian tentu tak ingin menyinggung Paviliun Shen, dengan cepat ia menyuruh melepaskan prajurit tersebut. Tapi tak tahu di belakang Shen Ju apa yang terjadi.
Klan Bangsawan Yue sangat tegas dan kejam, hal itulah yang membuat klan tersebut sebagai ujung tombak Kekaisaran Yin, karena kebanyakan dari klan Yue memegang kemiliteran Kekaisaran Yin, salah satunya Yue Tian yang menjabat sebagai Jendral Utara Kekaisaran Yin.
...
Tap tap..!!
Setelah berjalan ke arah kereta yang paling besar, Yue Tian langsung berhenti. “Tunggu sebentar, aku akan memberitahu patriak Yue.”
Shen Ju mengangguk santai.
Yue Tian langsung masuk, tak sampai satu menit, ia keluar bersama Yue Qie.
Tap tap..!!
“Silahkan masuk Tuan muda Shen,” ajak Yue Qie langsung mempersilahkan Shen Ju masuk.
__ADS_1
Shen Ju yang melihat Yue Qie sedikit terkejut, karena sangat jarang Yue Qie langsung menjamu tamu siapapun itu.
Tapi Shen Ju tidak terlalu memikirkannya, ia langsung masuk bersama Yue Qie.
Sementara Yue Tian kini akan mengatur pasukan untuk mengepung kediaman Klan Bangsawan Tang.
Tap tap..!!
Saat Shen Ju sampai, ia langsung melihat patriak bersama para tetua klan Yue yang sedang mengatur rencana cadangan.
“Salam patriak Yue, salam tetua yang tidak bisa saya sebut namanya,” ucap Shen Ju dengan nada sopan dan gaya layaknya pemuda bangsawan.
Melihat jika yang datang benar Shen Ju, putra dari Shen Qian. Patriak Yue langsung tersenyum tipis.
“Apa yang membuat putra dari sahabatku Shen Qian datang kesini secara langsung?” Tanya Patriak Yue, ia sangat mengenal Shen Ju sangat jarang keluar dunia luar.
Shen Ju adalah sosok pemuda jenius, tapi ia lebih giat belajar dan fokus urusan informasi dan politik.
Mendengar itu, senyum Shen Ju langsung keluar. “Mari kita berbisnis paman Han,” ucap Shen Ju tentu mengenal Yue Han yang selalu datang ke tempat ayahnya.
“Hooh, rupanya kau sudah berani berpolitik,” ucap Patriak Yue langsung melirik para tetua, sadar maksud lirikan Patriak Yue, mereka semua keluar dan hanya menyisakan Yue Qie dan ibunya.
Shen Ju terdiam beberapa saat dan ingin memulai dari mana. Setelah mendapat momentum yang pas, ia langsung berkata dengan serius.
“Informasi yang akurat dan pastinya akan menguntungkan paman Han, jika bayarannya telah di sepakati, maka Ju'er akan langsung mengatakannya.”
Mendengar itu Yue Qie yang baru pertama kali bertemu Shen Ju cukup ragu jika pemuda ini ingin memanfaatkan ayahnya.
Sementara Yue Han, terdiam sesaat. “Hem, informasi tentang atau dalam hal apa? Apa yang membuat kami untung jika mengetahui informasi ini dan apa yang membuat kami rugi?” Tanya Yue Han menatap tajam Shen Ju.
Shen Ju langsung melambaikan tangannya. “1000 batu kristal tingkat rendah untuk jawaban ini paman,” kekeh Shen Ju langsung terlihat sifat tamak dan mata duitannya.
Yue Qie yang mendengar itu ingin menyanggah. Tapi Yue Han langsung melempar satu cincin penyimpanan ke meja tempat mereka duduk.
Setelah memastikan bayaran yang pas. Shen Ju mengangguk puas. “Ini tentang klan yang paman serang, mereka yang terlihat di luar hanyalah umpan.” Ucap Shen Ju tersenyum kecil.
__ADS_1
“Aku yakin paman paham maksudku bukan, tentu ini akan menjadi kerugian paman karena jika mereka berhasil melarikan diri, maka nama baik klan paman akan semakin tercoreng,” sambung Shen Ju dengan santai mengambil teko berisi teh lalu menuangkan dirinya sendiri.
Brak..!!
Amarah Yue Han yang mendengar itu tentu tak bisa ia tahan, Yue Han marah bukan terhadap Shen Ju. Melainkan Klan Bangsawan Tang, ia yakin jika mereka telah melarikan diri, mungkin semalam atau pagi hari saat mereka berangkat kesini.
“Sebut bayaran yang kau inginkan Ju'er, jika paman mendapat Tang Ren dan ayahnya Tang We, maka bayarannya akan bertambah dua kali lipat,” ucap Yue Han terdengar serius.
“10.000 batu kristal tingkat menengah, maka paman akan mendapat semuanya, bahkan paman akan mendapat semua harta jarahannya,” ucap Shen Ju serius.
Yue Han yang terpancing ucapan Shen Ju langsung mengeluarkan hampir 30% hartanya demi mengetahui lokasi Tang We dan Tang Ren.
Shen Ju mengambil cincin penyimpanan kelas menengah lalu melihat isinya kini sesuai, ia langsung menaruh sebuah lembaran di depan Yue Han.
“Jangan berikan sisa yang paman janjikan, cukup ini saja dan terimakasih telah bekerjasama, oh ya. Tunggu Ju'er pergi baru buka isinya, setelah membaca isinya, Ju'er yakin paman akan mengetahui lokasi mereka.” Ucap Shen Ju.
Dengan santai ia keluar, setelah keluar dari kereta, dengan cepat Shen Ju melarikan diri dari amukan Patriak Yue Han.
Duar..!!
Benar saja, patriak Yue Han seketika menghancurkan kereta tempat mereka tadi berbisnis hingga membuat Yue Han, Yue Qie dan istrinya terlihat oleh semua pasukan klan Yue.
Apa yang membuat Yue Han marah adalah, bisa-bisanya ia di tipu oleh Shen Ju.
“Sialan otak anak itu tak ada bedanya dengan ayahnya. Ayah dan anak selalu menipu demi uang,” gumam Yue Han langsung mengedarkan kesadarannya.
Setelah membaca lembaran yang menyuruhnya mengedarkan kesadarannya, Yue Han tentu langsung mengikuti ucapan Shen Ju.
Benar saja, ia langsung merasakan pergerakan di bawah tanah menuju luar kota Awan.
“Sialan, kenapa aku tidak berpikir ke arah sana,” gumam Yue Han masih tak terima jika di tipu oleh anak muda.
“Uang 10.000 batu kristal tingkat tinggi yang selalu ku kumpulkan bertahun-tahun hilang karena kebodohanku,” gumam Yue Han masih tak terima.
“Ayah, apa kau baik-baik saja,” sapa Yue Qie yang masih tidak mengetahui apa tulisan di lembaran tersebut, ia juga heran mengapa ayahnya langsung marah setelah membacanya.
__ADS_1
“Huuf,, tidak ada Qie'er,” jawab Yue Han menghela nafas, dengan cepat ia menghanguskan lembaran kertas tersebut lalu memerintah Yue Tian bersama para tetua lainnya untuk mengedarkan kesadaran mereka.
Tak lama setelah itu, para tetua klan Yue yang tahu adanya jalan bawah tanah langsung menggempur salah satu yang mereka yakini lorong hingga membuat jalur untuk melakukan pengejaran.