Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Kedatangan Patriak Han Wen dan Jendral Kekaisaran Yin


__ADS_3

Saat Xi Juan dan Xi Luan ingin memasukkan pedang mereka, tiba-tiba terdengar sebuah suara menggelegar dari dalam kota Han.


“Siapa yang begitu berani membuat keributan di kotaku.”


Xi Juan dan Xi Luan melirik ke arah atas.


Wuss..!!


Terlihat sosok pria yang berusia sekitar 40 tahunan, namun jika di pastikan dari usia tulang, maka usianya akan terlihat ratusan tahun.


Saat pandangan sosok yang tak lain penguasa kota mengarah ke kepala Han Fu, aura penguasa kota seketika keluar.


Blush..!!


“Kau, aku merasakan jejak energimu berada di tubuh keponakanku,” tunjuk Penguasa Kota Han Wang.


Tatapan mata Han Wang saat ini memerah saat mengetahui jika seorang bocah yang telah membunuh keponakannya.


“Aku akan membuatmu menderita bocah,” karena di liputi oleh amarah, Penguasa Kota Han Wang belum menyadari keberadaan Yin Jing, Yin Jian dan pria tua yang menjadi kusir kereta.


Wuss..!!


Han Wang muncul lalu mengayunkan tinjunya yang telah di selimuti oleh energi qi.


Xi Juan dan Xi Luan pun langsung mengayunkan pedang mereka secara bersamaan, walau sadar akan langsung kalah, mereka terlihat sama sekali tidak takut.


“Mati kau bocah sialan.” Teriak Han Wang.

__ADS_1


Bam..!!


Sebuah sinar putih melesat lebih dulu mengenai tubuh Han Wang.


Duar..!!


Han Wang pun langsung menabrak tembok kota, tapi tak lama ia keluar dengan aura yang jauh lebih besar.


Tatapan Han Wang langsung mengarah ke siapa orang yang telah menyerangnya secara diam-diam.


Glek..!!


Tubuh Ha Wang seketika menjadi kaku saat melihat seorang wanita cantik kini tersenyum kecil ke arahnya.


Orang-orang mungkin mengira jika senyum tersebut senyum menggoda. Tapi Han Wang yang mengenal wanita ini jika tersenyum seperti ini maka nasib naas akan mendatanginya.


Bruk..!!


Mendengar itu, semua orang yang ada di sana ikut berlutut kecuali kelompok yang bersama Yin Jing.


“Hem..!! Aku baru tahu jika klan Han akan menjijikan seperti ini, apa karena kalian semua pengikut Pangeran ketiga Yin Ming sehingga berbuat seenaknya,” ucap Yin Jing dengan nada dingin.


Tubuh Han Wang semakin lemas saat mendengar itu, ia kini merasa tertangkap basah, terlebih tatapannya kini tidak pernah hilang dari Xi Juan yang telah membunuh keponakannya.


Wuss..!!


Wuss..!!

__ADS_1


“Maafkan kami Putri Yin, tapi ini bukan urusan anda,” ucap Han Wen, patriak klan Han.


Tatapan Han Wen terlihat santai saat bicara dengan Yin Jing. Setelah itu ia melirik Xi Juan dan Lan Yuheng dengan tatapan membunuh.


“Jika anda ingin lewat maka silahkan, tapi tinggalkan ketiga pemuda ini, karena mereka telah membunuh putraku,” ucap Han Wen santai.


Namun beberapa orang yang pintar termasuk Yin Jing tahu ada sedikit ancaman.


“Haha,, Han Wen, aku tak menduga setelah kau menjadi pengikut Yin Ming kau sangat berani kepada orang-orang kekaisaran, aku tak tahu dari mana asal keberanianmu ini. Tapi bersiaplah untuk menerima hukumannya karena telah mengancam Putri Yin Jing dan Pangeran Yin Jian.” Sebuah tawa muncul dari atas langit.


Srek..!!


Muncul pria tua yang tak lain adalah kusir kereta rombongan Yin Jing.


Blush..!!


Bam..!!


Tubuh Han Wen, Han Wang beserta para tetua klan langsung ambruk saat menerima tekanan dari sosok Jendral terkuat Kekaisaran Yin, yaitu Yin Feng.


Srek..!!


Jendral Yin Feng pun membuka topeng palsunya, tatapan Jendral Yin Feng sangat ganas ke arah Han Wen.


Tap tap..!!


Tubuh Han Wen seketika bergetar hebat saat Jendral terkuat milik kekaisaran Yin melangkah ke arahnya.

__ADS_1


“A..Ampuni aku Jendral Feng, aku tidak berani-” ucapan Han Wen seketika di potong.


“Hem,, seandainya aku tidak ada, aku tahu kau semakin sewenang-wenang kepada orang-orang Kekaisaran, terlebih berani sekali kau mengancam Tuan putri Yin Jing.”


__ADS_2