
“Hemm..!! Banyak aura membunuh di dalam klan ini,” gumam Xi Juan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Wuss..!!
Xi Juan langsung muncul di puncak bangunan tertinggi kediaman klan Liu.
“Kurang ajar,” gumam Xi Juan saat merasakan aura dari Liu Feng yang melemah.
“Siapa di sana?” Teriak sosok berjubah merah.
Bom..!!
Atap tempat Xi Juan berdiri sebelumnya langsung hancur oleh bilah energi dari sosok berjubah merah.
Wuss..!!
“Hemm..!! Apa hanya perasaanku saja?” Gumam sosok berjubah merah kini tidak menemukan apa-apa.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Ada apa? Apa ada penyusup Penetua Dong?” Tanya sosok yang Xi Juan kenal.
__ADS_1
“Hemm..!! Xe Lang kau perketat penjagaan untuk ruangan Liu Feng dan putrinya, aku merasakan fisarat tidak baik saat ini.” Ucap sosok berjubah merah langsung melesat pergi.
Xe Lang hanya mengerutkan keningnya karena tidak mendapat penjelasan.
Dengan cepat Xe Lang memerintah para bawahannya untuk memperbaiki atap yang di hancurkan.
Xe Lang pun langsung pergi menuju aula kediaman Klan Liu yang tidak jauh dari kediaman Liu Feng.
***
“Huuf beruntung aku cepat pergi, jika tidak aku bisa langsung mati terkena serangan tadi,” gumam Xi Juan mengelap keringat yang ada di keningnya.
“Orang tadi setidaknya setingkat dengan Yue Qie, dan aku masih belum mampu melawan setingkat itu,” gumam Xi Juan kini memikirkan rencana bagaimana caranya ia membebaskan Liu Feng dan putrinya Liu Mei Ling.
Saat Xi Juan ingin menyelinap, ia seketika terhenti. “Kenapa setelah sadar aku terlihat menjadi bodoh?” Gumam Xi Juan sedikit kesal.
Dan ia saat ini menyadari jika dengan kekuatannya saat ini yaitu Ranah Nirwana, ia pasti tidak akan mampu lepas dari orang setingkat Yue Qie jika tidak menggunakan token teleportasi.
Tapi tadi Xi Juan sama sekali tidak menggunakan token tersebut dan ia hanya reflek menghindari serangan saja.
Bruk..!!
Tanpa memirkan area sekitarnya, Xi Juan langsung memejamkan matanya untuk melihat energi yang ada di dantiannya.
__ADS_1
Mata Xi Juan seketika melotot. “Eeh kapan aku bisa menyerap energi Ilahi sebanyak ini?”
Xi Juan tentu tak sama sekali tidak percaya apa yang ia lihat saat ini di lautan Energinya, pasalnya Energi Ilahi hanya mampu di serap setelah para kultivator melewati tahap Fana dan setelah memasuki Ranah Immortal, maka di sanalah setiap kultivator di sebut kultivator sejati karena sudah bisa menyerap energi Ilahi.
Sementara untuk Energi Qi hanya para kultivator Fana saja yang menyerapnya dan para kultivator Immortal tidak menyerapnya karena Energi Qi sangat lemah menurut mereka.
...
“Tunggu dulu, apa lagi yang ada di sana? Kenapa aku tidak bisa melihatnya?” Gumam Xi Juan kini dalam wujud roh kesadarannya saja melihat sebuah bola kecil dan di dalam bola kecil inilah kekuatan yang di maksud oleh Kolosal Naga Berlian Langit.
Untuk Energi Ilahi di anggap sebagai bonus pertemuan mereka saja.
Semakin Xi Juan melihat bola tersebut semakin ia penasaran, terlebih Xi Juan saat ini tidak mampu mendekati bola tersebut lantaran aura di sekitar bola tersebut sangat kuat.
Wuss..!!
Xi Juan kembali membuka matanya. “Kalau begitu aku pasti mampu melawan orang setingkat Patriark Klan Bangsawan Yue, jika di lihat dari Energi Ilahi yang tersimpan di lautan spiritualku saat ini,” ucap Xi Juan tersenyum mengerikan.
Xi Juan tidak langsung bangkit, melainkan ia kini mempelajari cara menggunakan Energi Ilahinya.
“Hehe ternyata menggunakan Energi Ilahi sama saja dengan Energi Qi, yang berbeda cara mengendalikannya saja, jika berlebihan maka akan melukai diri sendiri,” gumam Xi Juan menutup buku pemberian Gurunya.
Xi Juan langsung memejamkan matanya, tak lama ia membuka matanya, bilah energi bewarna biru muncul dari tangan Xi Juan dalam bentuk pedang.
__ADS_1
Sebenarnya bukan pedang, melainkan seperti sawit karena bilah energi tersebut sedikit melengkung.
“Eeh, kenapa tidak lurus sialan,” gumam Xi Juan kembali menghapus bilah energi berbentuk sawit tersebut. Lalu mencoba lagi membentuk pedang.