
Tidak ada yang menghentikan langkah kaki Xi Juan dan yang lainnya saat melihat pemilik Restaurant langsung memimpin jalan menuju lantai 4.
Tap tap..!!
Saat ini Xe Lang menatap ketiga pemuda yang duduk sejajar di hadapannya.
“Lan Yuheng, langsung saja aku katakan, dulu sebelum ayahmu ingin hidup tenang, ia meninggalkan ini untukmu, ia sengaja menitipkannya kepadaku seolah tahu dirinya mati lebih cepat,” Xe Lang terdiam sesaat sambil melihat reaksi Lan Yuheng.
Saat melihat ketenangan Yuheng, ia mengangguk kagum.
“Ini dia yang telah ia titipkan, aku tak tahu apa isinya, yang jelas ini sangat berguna untuk perkembanganmu,” ucap Xe Lang langsung menaruh cincin penyimpanan bewarna perak di atas meja.
Lan Yuheng yang melihat itu sebenarnya sangat gugup di dalam hatinya, tapi ia memberanikan diri untuk kuat di depan Xi Juan.
Lan Yuheng sangat menganggumi sosok pemuda yang ada di sampingnya ini, ia terlihat sangat gagah saat membunuh murid sekte racun serta putra tetua klan Xin. Itulah yang membuat Lan Yuheng tidak ingin di anggap cengeng atau lemah.
Dengan tenang ia mengambil cincin penyimpanan milik ayahnya.
Tak lama beberapa pelayan datang membawa makanan mewah.
Mereka pun makan dengan lahap tanpa mengeluarkan sepatah suara.
Setelah makan, Xe Lang yang ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba berdiri.
“Mereka datang lebih cepat,” gumam Xe Lang saat batu komunikasinya bercahaya.
__ADS_1
Walau Xe Lang belum mengathui isinya, ia telah yakin jika klan Xin datang menyerang Kota Naga.
Tatapan Xe Lang melirik Lan Yuheng serta Xi Juan dan Xi Luan.
“Kalian tunggu di sini, aku akan kembali tak lama lagi,” ucap Xe Lang langsung keluar dari Restaurant Walet.
Xi Juan yang melihat itu menghela nafas lega. “Orang ini sangat kuat, ia sudah berapa kali mencoba untuk melihat paksa tingkat kultivasiku dan kakak,” gumam Xi Juan dalam hati.
Lan Yuheng tidak mengetahui apa yang di gumamkan serta tidak mengetahui jika Xe Lang mencoba untuk mengetahui siapa Xi bersaudara.
Saat ini Lan Yuheng melihat ke arah Xi Juan dengan senyum lebar.
”Apa kau ingin jalan-jalan?”
Xi Juan menggelengkan kepalanya, sambil melirik ke arah Xi Luan.
Mereka pun bangun lalu melangkah keluar, Lan Yuheng tentu mengikuti keduanya dalam diam.
Saat mereka akan keluar, beberapa pelayan terlihat berbisik-bisik.
Tap tap..!!
“Kita cari penginapan dulu kak, aku merasa kota ini ada sesuatu yang tidak beres atau kota ini menyembunyikan sesuatu. Jadi sebelum pergi, kita selidiki dulu,” pandangan Xi Juan mengarah ke tanah yang ia pijaki.
Lan Yuheng yang melihat ke arah lain tak tahu Xi Juan berhenti hingga ia langsung menabrak punggung Xi Juan.
__ADS_1
Bruk..!!
“Aduh aduh, kenapa kau malah berhenti tiba-tiba Juan,” ucap Lan Yuheng dongkol.
Tapi Xi Juan tidak menanggapi.
“Hmm..!! Kak apa kau mendengarnya?” Tanya Xi Juan melirik ke arah kakaknya.
Xi Luan langsung berjongkok sambil memegangi tanah.
Srek srek..!!
Telinga Xi Luan langsung berdenyut beberapa kali.
“Ada kota di bawah tanah ini,” ucap Xi Luan saat mendengar banyak langkah kaki serta teriakan.
“Eeh aku baru mendengar ada kota bawah tanah,” Lan Yuheng yang mendengar itu terkejut. Tapi tak ada yang merespon ucapannya sehingga ia kembali diam.
...
10 menit telah berlalu.
Saat ini Xi Juan dan Xi Luan telah berada di penginapan, ketiganya memesan kamar perorangan.
Tapi kini Xi Juan dan Xi Luan terlihat bersama.
__ADS_1
“Kak, apa kita akan mencari jalan menuju kota bawah tanah itu?” Tanya Xi Juan bersemangat.
“Jangan sekarang, aku merasa ada yang mengawasi kita. Tunggu beberapa hari setelah mereka tidak curiga.”