Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Pergerakan Xi Luan dan Membunuh Master Sekte Pedang Awan


__ADS_3

Setelah celah tercipta, Xi Juan langsung melesat masuk.


Wuss..!!


***


Xi Luan yang sedang memejamkan matanya kini membuka matanya setelah mendapat pesan dari adiknya.


“Hemm..!! Anak nakal itu semakin hari malah semakin jadi,” gumam Xi Luan sadar jika adiknya pasti akan membunuh musuhnya dengan kejam.


Dulunya Xi Juan tidak berani membunuh, sedendam apapun adiknya itu, ia tidak akan sampai membunuh, ia hanya akan membuat musuhnya jera dengan membuat kekacauan jika musuhnya mempunyai bisnis, dan jika itu kelompok perampok, adiknya hanya akan membuatnya jera menjadi perampok.


Apapun posisi musuhnya, mau Tuan muda klan besar, penjahat yang di takuti, Patriak sekte, Xi Juan selalu mencari cara untuk menanganinya hanya dengan kecerdasannya.


Mengingat masa lalu adiknya yang kini berubah drastis, Xi Luan tak tahu mau mengatakan apa jika kembali ke orang tuanya.


“Hais,, semoga ibu dan ayah tidak memarahiku karena lembek terhadap Juan'er,” gumam Xi Luan.


Tak lama Xi Luan bangkit lalu melirik ke arah Lan Yuheng yang kini asik mengobrol dengan pasangan ayah dan putrinya, ia juga melirik kejauhan di mana tempat Singa Api Merah yang tertidur mendengkur di kelilingi bawahannya.


“Apa aku perlu memberitahu mereka?” Gumam Xi Luan dalam hati.


Merasa tidak perlu, karena pasti akan merepotkan membawa mereka, Xi Luan pun langsung menghilang.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tidak sampai beberapa menit, Xi Luan kembali muncul membawa Yang Tan yang masih menyerap energi pemberian Xi Juan.


Sebelum Xi Luan kembali pergi, ia sempat menghubungi Lan Yuheng jika ia akan pergi dan tak perlu mencarinya jika ia tidak berada di tempatnya nanti. Xi Luan juga memberikan pesan untuk tidak memberitahu Singa Api Merah dan yang lainnya agar tidak menjadi masalah.


Wuss..!!


Dret.!!


Xi Luan muncul tepat di luar Hutan Monster.


Tatapan Xi Luan mengarah ke Daratan Tengah. “Huuff,, semoga aku tidak bertemu wanita merepotkan itu lagi,” gumam Xi Luan langsung mengingat Yin Jing.


Dengan cepat Xi Luan melesat, saat melesat, terlihat Xi Luan seolah membelah langit lantaran kecepatannya.


Wuss..!!


Tanpa menahan diri, Xi Luan sampai dalam waktu kurang dari 5 menit.

__ADS_1


Blush..!!


Xi Luan langsung mengedarkan kesadarannya. “Hais,, ternyata sangat banyak yang harus aku bunuh di sini,” gumam Xi Luan saat merasakan banyak sekali aura membunuh yang ia rasakan walau telah di tekan sedemikian rupan oleh penghuni Daratan Tengah.


Dan yang paling memiliki niat membunuh adalah Master Sekte Pedang Awan. Kini pandangan Xi Luan mengarah ke Sekte Pedang Awan. Tepatnya ke dimana Master Sekte Pedang Awan duduk bersama para Penetua sekte.


Mereka semua sedang merencanakan membunuh para Kaisar setelah mampu membunuh invasi Iblis.


...


“Apa anda yakin jika ini akan berhasil Master?” Tanya Penetua Agung berpikir sesaat. “Aku cukup ragu dengan rencana anda, dan maafkan aku jika lancang seperti ini, itu karena aku takut jika gagal, maka mereka pasti akan menyebarkan gosip tentang sekte kita sehingga mencoreng nama sekte kita yang telah lama mendominasi.” Sambung Penetua Agung menatap ke arah Master Sekte.


Para penetua yang mendengar itu mengangguk setuju dengan ucapan Penetua Agung. Kini mereka semua menatap ke arah Master Sekte yang masih terlihat tenang.


“Apa yang kalian takutkan, aku sangat yakin jika kekuatan mereka pasti akan melemah nanti saat melawan para Iblis, jikapun mereka berhasil selamat dari serangan dadakan kita, aku yakin mereka cukup cerdas jika kita memburu mereka.” Ucap Master Sekte dengan wajah percaya diri.


“Untuk masyarakat, siapa yang peduli, kalian sadar jika kekuatanlah yang berkuasa, mereka bisa apa jika menuntut atau menjelekkan kita, jika pun itu terjadi maka kita harus tegas dengan memberantas mereka.” Sambung Master Sekte menyeringai kejam.


Glek..!!


Penetua Agung bersama para Penetua mau tak mau menelan ludah mendengar itu.


Mereka sadar jika Master Sekte sangat licik dan kejam. Tapi mereka semua tak menduga jika ia selicik dan sekejam ini lantaran takut posisinya ketenarannta di rebut oleh Para Kaisar.


“Jangan bilang kalian masih ragu? Atau jangan-jangan kalian ingin berkhianat?” Ucap Master Sekte langsung mengeluarkan auranya menekan para penetuanya.


Blush..!!


Bam..!!


Terdengar suara bentrokan aura dari Master Sekte dengan Penetua Agung yang memiliki tingkatan Ranah yang setara.


“Hentikan Master, kami bukannya ragu atau ingin berkhianat, tapi kami diam untuk menunggu perintah anda. Karena anda belum memberi perintah.” Ucap Penetua Agung dengan nada tegas. Namun di dalam hatinya ia sangat membenci Master Sekte yang telah kelewatan batas.


Bukan hanya dirinya, beberapa dari Penetua Sekte juga diam-diam membenci Master Sekte.


“Eeh,, apa aku belum memberikan kalian tugas masing-masing ya?” Ucap Master Sekte kini terkejut. “Maafkan aku jika begitu karena telah berpikir yang tidak-tidak.”


“Jika begitu,” tanpa menunggu lama, Master Sekte langsung menugaskan semua Penetuanya ke beberapa tempat yang akan mendampingi Para Kaisar nanti saat bertarung.


Setelah memberitahu mereka, Master Sekte langsung menyuruh mereka bubar kembali ke kediaman mereka masing-masing dan akan memanggil mereka jika waktunya telah tiba.


Tidak sampai satu menit setelah kepergia para penetua Sekte.


Wuss..!!

__ADS_1


Muncul bayangan dari belakang Master Sekte. “Apa yang hamba akan lakukan Tuan?” Ucap bayangan tersebut berlutut di belakang Master Sekte.


“Suruh pengikutmu untuk mengikuti beberapa penetua yang aku curigai akan berkhianat, sementara kau,” ucap Master Sekte melirik sosok berjubah coklat dengan penutup kepala, hanya matanya saja yang terlihat dari penutup kepala tersebut.


“Untukmu, ikuti Penetua Agung, aku yakin kau tidak akan ketahuan jika kau menjaga jarak.” Sambung Master Sekte dengan wajah dingin.


Tanpa mengucapkan apapun, bayangan yang tak lain assasint langsung menghilang dari tempatnya.


...


Xi Luan yang melihat maupun mendengar rencana Master Sekte Pedang Awan hanya bisa memasang wajah dingin karena jijik.


“Jika ini Juan'er, ia pasti akan bermain-main lebih dulu,” gumam Xi Luan langsung muncul tepat di belakang Master Sekte tanpa ia sadari.


Jlep..!!


Dengan cepat tangan Xi Juan menembakkan energinya menggunakan satu jari hingga membentuk pedang energi.


Uhuk..!!


Kini Master Sekte hanya bisa melotot dengan darah menyembur dari mulut dan dadanya.


Saat pandangan Master Sekte ingin mengarah ke belakang.


Crash..!!


Bruk..!!


Kepalanya langsung melayang hingga menggelinding ke tangga yang hanya berjumlah tiga anak tangga.


“Kau belum pantas melihat wajahku,” ucap Xi Luan dengan nada datar.


Tatapan Xi Luan lalu mengarah ke sosok berpakaian assasint berdiri termangu di samping sebuah pilar penyangga aula.


“Kemarilah, aku bukan musuh dan juga aku kakak Xi Juan.” Ucap Xi Luan mengetahui jika sosok berpakaian assasint tersebut adalah Yue Qie.


Yue Qie sedikit ragu, tapi ia tetap maju karena melihat wajah Xi Luan sedikit mirip dengan Xi Juan.


Wajah Xi Luan lebih matang atau lebih tua, dan juga Xi Luan memasang wajah dingin yang membuat orang yang tidak mengenalnya sedikit takut.


Sementara Xi Juan selalu menyunggingkan seutas senyum, wajahnya jauh lebih ceria dari sang kakak.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Aku yakin kau pasti ingin menanyakan kabar Juan'er bukan?” Ucap Xi Luan datar.

__ADS_1


__ADS_2