Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Perjuangan Xi Juan di Dimensi Jiwa dan Sebuah Fakta


__ADS_3

Tanpa menunggu waktu lama, Xi Luan kembali mengalirkan energinya dalam jumlah banyak ke dalam tubuh Lan Yuheng.


Blush..!!


Waktu terus berlalu, Xi Luan tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar semenjak Ras Iblis menginvasi Daratan Immortal.


Xi Luan juga terlihat tidak peduli, karena tidak ada anggota keluarga yang berada di luar selain Xi Juan, Lan Yuheng yang telah ia anggap sebagai adiknya dan juga Qin Li yang ia ketahui berada di dalam Hutan Monster.


Firasat Xi Luan mengatakan jika Raja Iblis yang ia lawan tadi tidak berani masuk ke dalam hutan monster.


Sebenarnya bukan tidak berani, melainkan Raja Iblis memang tidak bisa masuk karena adanya sebuah perisai transparan yang entah kapal perisai tersebut terpasang. Dan Xi Luan tidak mengetahui perisai tersebut.


***


Di sebuah tempat yang hanya di tutupi oleh cahaya bewarna merah kecoklatan.


Urgh..!!


“Diamana aku? Apa aku sudah berada di Neraka?” Gumam Xi Juan kini berusaha bangkit sambil menahan tekanan yang menimpanya saat ini.


Saat Xi Juan melihat hanya hamparan tanah yang bercampur dengan darah mengelilingi seluas matanya memandang. Dugaan Xi Juan semakin kuat jika ini memanglah Neraka.


Tak lama Xi Juan menghela nafas di sertai mencengkram erat tangannya.


“Apa mereka juga mati?” Pikir Xi Juan.


“Tidak, aku harus yakin mereka selamat, jangan berpikir yang tidak-tidak Juan. Cukup hanya kau saja yang mati,” ucap Xi Juan menggelengkan kepala dan mencoba berpikir fositive.


Setelah merenung, Xi Juan mencoba melangkahkan kakinya, namun tak lama Xi Juan mengerutkan keningnya.


“Sial, kenapa tekanan ini tidak bisa menggerakkan kakiku. Apakah ini karena hukuman akibat dosa-dosa yang telah aku perbuat semasa hidup?” Gumam Xi Juan terlihat mencoba menerima nasib


Bruk..!!


Xi Juan langsung duduk karena ingin menerima nasib.


Satu tahun.


Dua tahun.


Tiga tahun.


Sepuluh tahun.


Seratus tahun.


Kini Xi Juan yang memejamkan matanya, beberapa detik kemudian ia perlahan membuka matanya.


Blush..!!

__ADS_1


Dari pancaran mata Xi Juan langsung mengeluarkan cahaya yang bisa membunuh banyak ahli yang berada di tingkat Immortal. Namun tentu Xi Juan tidak menyadari hal tersebut.


“Sudah seratus tahun aku di sini dan sudah 40 tahun aku mencoba menyelidiki tempat ini. Dan kini aku sedikit menemukan jawaban jika aku merasa ini bukan lah neraka. Jika ini neraka maka pasti akan banyak jiwa-jiwa yang sudah terbunuh ke tempat ini.”


“Walau terbilang Neraka tingkat berapapun, tidak mungkin jika hanya ada satu penghuni di setiap nerakanya.” Gumam Xi Juan langsung bangkit.


Wuss..!!


Bam..!!


Saat Xi Juan memaksa menggunakan sesuatu energi yang ia serap selama puluhan tahun untuk membantu kakinya terangkat.


Terdengar ledakan yang langsung membuat guncangan cukup besar.


“Eeh aku tak menyangka jika dengan sedikit energi aneh yang aku alirkan langsung membuat guncangan hebat. Apa ini energi jiwa?” Gumam Xi Juan bertanya-tanya.


“Tapi ini sedikit berbeda dengan energi jiwa atau energi spiritual milik Iblis tersebut. Jadi ini tidak mungkin energi jiwa.” Sambung Xi Juan mulai melangkah.


Bam bam bam..!!


Di setiap Xi Juan melangkahkan kakinya, guncangan demi guncangan terdengar.


Mata Xi Juan juga terlihat tidak pernah lepas dari sebuah bola cahaya kecil yang jauh dari tempatnya saat ini.


Satu tahun.


Dua tahun.


Sepuluh tahun.


“Tunggu dulu, apa cahaya itu yang menjauh atau aku yang di buat menjauh?” Ucap Xi Juan kini melihat sekelilingnya.


Xi Juan tersadar saat ini jika ia masih di tempat yang sama, malah ia semakin mundur dari tempatnya pertama kali melangkah.


Xi Juan langsung memejamkan matanya untuk merasakan energi yang ada di sekelilingnya.


Saat ia samar-samar merasakan energi misterius yang sangat tipis dan tersembunyi, Xi Juan langsung membuka matanya.


Tak lama Xi Juan kembali menutup matanya untuk mencoba menyerap energi misterius tersebut.


“Emm..!! Ini jauh lebih sulit dari mencari jarum kecil yang terjatuh ke laut.” Gumam Xi Juan terlihat tidak ingin menyerang.


Waktu kembali berlalu, tanpa terasa Xi Juan butuh seribu tahun lebih untuk bisa menyerap energi misterius yang tipis tersebut.


Jiwa Xi Juan kini jauh lebih tua dari sebelumnya, anehnya lagi rambut Xi Juan kini memanjang dan dagunya di penuhi oleh jenggot yang lebat.


Dret..!!


Dret..!!

__ADS_1


Bom..!!


Ledakan terdengar keras yang membuat tempat Xi Juan berada berguncang hebat.


Tubuh Xi Juan langsung melayang dengan sendirinya.


Jder..!!


Jder..!!


Petir langsung bermunculan lalu menyambar di sekeliling tubuh Xi Juan, bersamaan dengan itu Xi Juan membuka matanya.


“Hukum Waktu, dan Hukum Ruang, aku tak menyangka akan membutuhkan waktu untuk meneyerap dan mempelajari kedua hukum tersebut agar bisa mendapatkan Energi Asura, jenis energi yang tercipta dengan sendirinya, energi ini juga mampu menekan semua energi yang ada di seluruh alam semesta.” Ucap Xi Juan kini melihat sebuah cahaya bewarna merah kebiruan di tangannya.


Wung..!!


Jlep..!!


Cahaya yang dulunya Xi Juan coba datangi langsung muncul di depan Xi Juan saat Xi Juan hanya melambaikan tangannya.


Xi Juan tentu menggunakan hukum ruang dan waktu yang ia kuasai untuk mendatangi tempat tersebut sehingga terlihat bukan Xi Juan yang ke sana, melainkan cahaya itu yang terlihat mendatangi Xi Juan.


“Hehe,, Kedua Hukum yang mengerikan dan jarang bisa di kuasai hingga ke tahap ini oleh semua makhluk hidup.” Kekeh Xi Juan.


Prok prok..!!


Bertepatan dengan Xi Juan selesai tertawa, terdengar sebuah suara tepuk tangan.


“Aku tak menyangka jika yang datang kesini bukan anak itu, melainkan keturunannya.” Ucap sosok jiwa berambut biru langit dan mengenakan jubah putih polos.


Mata Xi Juan menyipit. Tapi tak lama ia langsung berlutut.


“Salam hormat leluhur, apa anda Leluhur Bai An, suami dari Leluhur Xi Xing?” Tanya Xi Juan menundukkan kepalanya.


Wuss..!!


Sebuah tekanan jiwa langsung mengangkat kepala Xi Juan.


“Bukan, aku adalah leluhur dari orang yang kau sebut Bai An, dan awalnya aku menunggu Bai An, tapi tak menyangka jika Naga Berlian itu membawa keturunannya kesini.” Ucap sosok jiwa yang mirip Bai An tapi jiwa di depan Xi Juan jauh lebih dewasa dari Bai An.


Xi Juan yang mendengar itu mengangguk, walau ia bingung dan banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan. Tapi ia menahan diri karena sadar akan ucapan leluhurnya jika ternyata ia di bawa kesini pasti memiliki sebuah tujuan.


“Kau sama cerdasnya dengan Bai An. Aku suka sikapmu ini dan langsung saja aku katakan tujuanku adalah-”


Leluhur dari Xi Juan tersebut langsung memberitahu semua yang selama ini ia sembunyikan termasuk fakta tentang Dimensi Alam Dewa.


Xi Juan yang mendengar itu tak henti-hentinya terkejut dengan cerita dan fakta apa yang leluhurnya ucapkan.


“Jadi begitu, saat ini ada sosok tertentu yang sampai saat ini belum di ketahui siapa itu sedang mengincar Dewa Asura beserta keturunannya.”

__ADS_1


“Dan keturunan Dewa Asura yang di ketahui oleh orang-orang itu saat ini adalah leluhurku Bai An.”


__ADS_2