Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Kelompok Pembunuh Bayaran Bunga Malam


__ADS_3

Kepala pria tua tersebut langsung meledak, mata Yang Tan langsung berkilat, dengan cepat ia membuka mulutnya lalu melahap tubuh pria tua tersebut hingga tanpa sisa.


...


Di sisi yang tidak jauh, saat ini Xi Juan juga ikut membunuh semua bawahan pria tua tersebut.


“Teknik Dewa Pedang.”


“Tebasan Cakar Singa.” Teriak Xi Juan mengayunkan pedangnya.


Tak lama muncul 3 bilah pedang mirip lambang cakar.


Crash..!!


Tanpa bisa menghindar, ketiga bawahan pria tua tersebut langsung terpotong menjadi dua bagian.


Di tempat Xi Luan dengan dingin ia mencincang tubuh musuhnya hingga beberapa bagian.


Wuss..!!


“Teknik Tinju Pembantai.”


“Kehancuran.” Gumam Xi Luan.


Wuss..!!


Tangan Xi Luan yang terkepal langsung menghantam tubuh musuhnya.


Bom..!!


Tak berhenti sampai di sana saja, Xi Luan dengan cepat menggunakan langkah angin yang telah ia pelajari dari Singa Merah dan di gabungkan dengan teknik langkah bayangan dari gurunya.


Wuss..!!

__ADS_1


Bom bom bom..!!


Tanpa merasa kasihan atau iba, Xi Luan membantai musuhnya hingga menyisakan satu orang saja.


Tap tap..!!


Bawahan yang tersisa dari pria tua tersebut kini mundur secara perlahan.


“A..Ampuni aku tuan,” ucap sosok yang menggunakan penutup wajah layaknya assasint.


“Hem,, di lihat dari pakaian kalian, kalian tidak mungkin sekelompok perampok, dan Ranah kultivasi kalian bersepuluh rata-rata berada di Ranah Kaisar ⭐ 1 Awal.” Ucap Xi Juan langsung menatap dingin pria berjubah layaknya assasint.


“Jadi dari kelompok mana kalian?” Sambung Xi Juan.


Pria tersebut langsung diam, jika ia menjawab maka ia akan mati oleh pemimpinnya, jadi dengan naif ia memilih diam.


“Hooh,, kau rupanya belum sadar jika kau di sini sangat tidak di untungkan,” ucap Xi Juan langsung mengeluarkan pedangnya.


Crash..!!


Suara jerit kesakitan seketika menggema saat Xi Juan memotong lengan pria berjubah assasint.


Setiap Xi Juan bertanya dan pria tersebut diam, maka Xi Juan akan terus menyiksanya hingga ia buka suara.


“Ba..Baiklah aku akan bicara, kami dari Kelompok Pembunuh Bayaran Bunga Malam, kami di suruh untuk membawa kepala kalian oleh banyak kelompok yang kalian singgung dan orang pertama yang menyuruh kami adalah-”


Wuss..!!


Jlep..!!


Sebuah anak panah beracun seketika mengenai kepala pria berjubah assasint.


Xi Juan dan Xi Luan langsung menatap dari mana asal panah tersebut.

__ADS_1


Tatapan mata mereka langsung mengarah ke Ibukota Awan, tepatnya pusat kota Awan.


“Walau aku tidak bisa melihat atau merasakan, anak panah ini berasal dari pusat kota kak, jika begitu ini pasti ulah orang dalam di Kekaisaran,” ucap Xi Juan langsung menebak siapa orangnya.


Xi Luan mengangguk diam.


“Bocah, ini karena ulahmu yang selalu mencari masalah, jika saja kau tidak mencari masalah yang berawal dari Kota Meng, mungkin saat ini kita tidak akan menjadi incaran dan bisa hidup tenang,” dengus Yang Tan memasang wajah kesal.


“Heeh Harimau Taring Kecoa, apa kau takut? Jika kau takut maka pulanglah lalu mengadu ke ibumu jika aku seorang pengecut yang lebih baik menyusu saja,” ejek Xi Juan.


Wajah Yang Tan langsung mengeras, ia tidak sadar masuk dalam jebakan Xi Juan saat ini.


“Siapa yang pengecut hah? Akan ku buktikan kepadamu, siapapun yang mencari masalah terhadap kita, maka aku akan memakan mereka hidup-hidup,” teriak Yang Tan langsung keluar dari jubah Xi Juan.


Goarr..!!


Layaknya mengatakan sumpah, Yang Tan langsung berteriak keras hingga terdengar sampai Kota Awan.


Jderr..!!


Jder..!!


Seketika suara petir keluar dari langit lalu menyambar ruang kosong.


“Eeh,, kapan aku melakukan sumpah?” Gumam Yang Tan langsung melirik Xi Juan.


Tak lama setelah sadar, ia seketika memasang wajah jelek. “Sialan kau bocah, aku tak akan lagi termakan umpanmu,” teriak Yang Tan dalam hati.


...


“Dari pada kalian ribut, lebih baik kita segera masuk, saat ini banyak prajurit ibukota sedang menuju kesini setelah mendengar keributan yang kalian perbuat,” ucap Xi Juan datar.


Mereka pun segera bergegas menuju gerbang Ibukota melalui jalan berbeda.

__ADS_1


__ADS_2