
Tidak berhenti sampai di sana, Xi Juan langsung mengeluarkan puluhan jarum kecil, dengan cepat Xi Juan melempar jarum kecil tersebut ke musuh-musuhnya.
Wuss wuss..!!
Dengan kecepatan tak kasat mata puluhan jarum tersebut langsung menancap ke setiap mata anggota perampok.
Hanya pemimpin perampok dan satu orang mengenakan pakaian assasint yang mampu menghindarinya.
Xi Juan yang melihat itu langsung waspada. “Siapa orang itu, aku merasakan bahaya jika berhadapan dengannya,” gumam Xi Juan dalam hati.
Tapi karena karena tidak merasakan niat membunuh dari orang berpakaian assasint tersebut, Xi Juan melesat ke arah semua anggota perampok.
Tanpa membuang waktu Xi Juan mengayunkan pedangnya.
Crash..!!
Crash..!!
Teriakan jerit kesakitan seketika menggema di desa tersebut.
Sementara pemimpin perampok yang melihat kejadian tersebut begitu cepat langsung tertegun. Tak lama ia langsung berteriak.
“Bocah sialan, aku akan membunuhmu,” teriak Pemimpin perampok langsung melesat ke arah Xi Juan yang hanya memiliki tingkat kekuatan ranah Nirwana ⭐ 1
Wuss..!!
Trank..!!
Dengan gerakan cepat Xi Juan melempar sebuah belati ke arah belakangnya saat merasakan bahaya.
Pemimpin perampok sedikit terkejut saat serangan dadakannya mampu di deteksi.
Sret..!!
Pandangan Xi Juan mengarah ke pemimpin perampok, saat ini ia sudah tidak mewaspadai anggota perampok lagi yang sudah ia lumpuhkan.
Sesekali Xi Juan melirik ke arah sang assasint yang masih terdiam di atas atap salah satu rumah penduduk.
“Kau lumayan juga untuk setingkat ranah Nirwana ⭐ 1,” ucap pemimpin perampok dengan mata memerah.
__ADS_1
Xi Juan yang mendengar itu langsung menyunggingkan senyum tipis.
“Kau terlalu lemah untuk seukuran ranah Nirwana ⭐ 3,” ejek Xi Juan.
Wajah pemimpin perampok langsung jelek, dengan cepat ia melesat ke arah Xi Juan sambil mengayunkan pedangnya.
Xi Juan pun tak mau kalah, dengan cepat ia bergerak ke arah pemimpin perampok.
Wuss..!!
Saat sudah berjarak tiga meter, Xi Juan langsung mengubah arah larinya ke arah samping.
Crash..!!
Pemimpin perampok yang sudah mengayunkan pedangnya hanya mendengus saat Xi Juan mampu menghindari serangannya. Dengan cepat pemimpin perampok mengubah arah pedangnya ke samping lalu mengayunkannya.
Xi Juan tersenyum tipis. “Kena kau,” gumam Xi Juan.
Sebuah jarum perak melesat ke arah mata pemimpin perampok dan dua lagi mengarah ke kaki dan tangannya.
Pemimpin perampok yang hanya melihat jarum kecil mengarah ke matanya langsung memiringkan kepalanya.
Pemimpin perampok langsung membeku saat tangan dan kakinya membeku tanpa bisa ia gerakkan lagi.
Pandangan pemimpin perampok kini mengarah ke Xi Juan.
Crash..!!
Namun sebuah pedang lebih dulu melesat ke leher.
Bruk..!!
Dengan mata melotot, pemimpin perampok tak percaya ia mati semudah itu.
Xi Juan tersenyum kecil saat mampu membunuh musuh yang memiliki tingkatan 2 bintang di atasnya.
Prok prok..!!
“Kau lumayan licik juga,” ucap suara lembut.
__ADS_1
Xi Juan yang sedang tersenyum bangga seketika membeku saat mengenali suara dari sosok assasint tersebut.
“Sial, kenapa wanita ini mengejar sampai sejauh ini,” gumam Xi Juan sedikit bergidik.
Dengan cepat Xi Juan mengeluarkan token teleportasi miliknya dan mencoba untuk melarikan diri.
Tapi ia langsung mengurungkan niatnya saat mendengar suara sosok yang ia kenali.
“Ooh apa kau ingin lari lagi dari tanggung jawabmu?” Ucap Yue Qie.
“Sebagai seorang laki-laki kau tak lebih dari seorang pecundang,” dengus Yue Qie dengan nada kesal dan dingin.
Glek..!!
Xi Juan tentu membenarkan ucapan Yue Qie. Kini pandangan Xi Juan mengarah ke Yue Qie yang perlahan membuka penutup wajahnya.
Saat melihat wajah Yue Qie, entah mengapa Xi Juan terpana, terlebih melihat dua kelinci milik Yue Qie membuat Xi Juan ingin melahapnya.
Wuss..!!
Tap tap...!!
“Mati kau bajingan mesum,” teriak Yue Qie dengan wajah cemberut saat melihat Xi Juan hanya menatap kelinci beharganya.
Secara spontan Xi Juan melempar dirinya ke arah samping.
Duar..!!
Sebuah kawah kecil tercipta dari serangan Yue Qie.
“Hei hei apa yang kau lakukan? Apa begini caramu kepada suamimu,” ucap Xi Juan tersenyum kecil.
Xi Juan sadar saat ini jika Yue Qie tidak berniat membunuhnya dan hanya mencoba melampiaskan kekesalannya dengan apa yang dirinya lakukan saat waktu itu.
Mendengar Xi Juan mencoba merayunya, Yue Qie hanya mendengus dingin sambil membuang wajahnya ke arah samping.
Entah mengapa jantungnya langsung berdetak lebih cepat saat melihat wajah Xi Juan.
“Apa ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama?” Gumam Yue Qie seketika pipi memerah merona.
__ADS_1