
“Jelaskan kepaadaku? Siapa yang telah membuat Monster mengerikan itu marah?” Tanya Kaisar Yin Long kini memijit keningnya.
Tidak ada yang mengetahui Ras Singa Merah yang sebenarnya, jadi mereka hanya menamakannya Monster serta Hutan yang ia tinggali.
Semenjak kedatangan Singa Merah ribuan bahkan jutaan tahun lalu, para leluhur mereka telah berpesan untuk jangan mengusik Hutan Monster, jika tidak. Alam tempat mereka tinggal akan hancur olehnya jika mengamuk.
Para leluhur mereka juga mengatakan jika para monster ini muncul tidak sendiri, melainkan berdua, salah satunya burung Elang.
Leluhur mereka meyakini jika itu sebenarnya bukan Elang, melainkan Monster Iblis karena wujudnya yang mengerikan serta memiliki kekuatan di luar akal sehat, sama seperti Singa Merah.
...
Aula Kekaisaran kini dalam keheningan, tidak ada satupun dari mereka yang berani menjawab asal saat Kaisar Yin Long bertanya.
“Ayah, itu hanyalah rumor saja, kenapa harus takut kepada monster sih,” teriak seorang gadis remaja sambil mengembungkan pipinya.
Mendengar itu, semua orang yang ada di sini menutup mulut untuk menahan tawa.
Sementara Kaisar Yin Long semakin memijit keningnya, putri semata wayangnya ini selalu bertindak semborono, ia tidak tahu jika saat ini rapat penting atau tidak. Selalu saja putrinya datang mengacau.
“Jie'er masuklah lebih dulu bersama bibi Ning,” ucap Kaisar Yin Long dengan nada lembut.
__ADS_1
Bibi Ning adalah wanita tua yang dulu pernah mengasuhnya, sehingga ia memanggilkan bibi.
Yin Jie seketika cemberut saat di usir oleh ayahnya, tak lama matanya berkaca-kaca, padahal umurnya telah mencapai 19 tahun, tapi sifatnya yang manja membuatnya seperti anak-anak.
Dengan sigap Kaisar Yin Long berdiri. “Selidiki semuanya dengan pasti, lalu laporkan kepadaku sedetail mungkin, rapat hari ini sampai di sini saja.”
Kaisar Yin Long langsung mengejar putrinya yang lari dengan langkah tergesa-gesa.
“Jie'er tunggu ayah nak, ayah tidak bermaksud menyakiti hatimu,” ucap Kaisar Yin Long melalui telepati dengan nada lembut.
Yin Jie menghentikan langkahnya lalu membalik badannya. “Hmm,, ayah jahat, ayah tidak pernah mau bersama Jie'er dan ibu yang sedang sakit,” ucap Yin Jie berteriak dengan nada kesal di sertai mata berkaca-kaca.
Tapi hasilnya selalu nihil.
...
Di aula rapat, para Jendral Kekaisaran maupuan para pejabat dan mentri kini menghela nafas setelah melihat kepergian Kaisar Yin Long.
Walau Kaisar Yin Long terlihat lembut, tapi ia sebenarnya sangat tegas dan kejam kepada musuh maupun pengkhianat. Tapi hal itulah yang membuat semua orang sangat segan dan menghormatinya.
“Mungkin aku akan langsung ke perbatasan Hutan Monster untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, apa ada yang mau ikut?” Tanya salah satu Jendral menawarkan dirinya.
__ADS_1
Seketika semua Jendral maupun Mentri mengangkat tangan untuk ikut.
“Huuf,, cukup satu saja, jika kita semua pergi, maka tidak ada yang menjaga Kekaisaran,” ucap Jendral tersebut.
Jendral itu bernama Yin Feng, Jendral Terkuat milik Kekaisaran Yin.
Setelah berdiskusi, Jendral Yin Feng mengajak Jendral Muda Yin Chen.
Jendral Yin Chen adalah jendral yang baru saja mendapat gelar Jendralnya sehingga di panggil Jendral Muda Yin Chen, di samping itu, ia juga Jendral termuda milik Kaisar Yin.
****
Urghh..!!
Xi Juan langsung memegangi kepalanya yang terasa nyeri.
Kini pandangan Xi Juan langsung mengarah ke sekelilingnya sambil memegangi kepalanya yang masih sakit.
Tatapan Xi Juan langsung melihat kakaknya Xi Luan yang tengah duduk bersila memulihkan energi qi-nya.
“Uhh,, kenapa kakak tidak membangunkanku sih,” gumam Xi Juan langsung berniat memulihkan energinya juga.
__ADS_1