
“Energi kuat serta tekanan ini, mungkin Tuan Yang Tan masih menyerap energi yang kakak Juan berikan,” ucap Lan Yuheng melesat ke arah sana.
Bruk..!!
Namun baru saja ia melangkah sejauh 10 meter, Lan Yuheng langsung terjatuh.
“Eeh,, aku lupa bagaimana caranya terbang, seperti seekor burung yang terbang bebas kemana saja, dan yang aku bisa hanya melayang diam di udara tanpa bisa begerak,” gumam Lan Yuheng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Saking semangatnya Lan Yuheng lupa jika ia baru saja menerobos tingkatan Immortal dan belum belajar caranya terbang.
Dengan cepat Lan Yuheng berlari cepat ke arah Xi Juan berada.
...
Sementara di tempat Xi Juan.
Xi Juan saat ini masih terus menerus mengalirkan Energi Ilahinya ke dalam tubuh Yang Tan.
Perubahan kini terlihat jelas pada tubuh Yang Tan, tubuhnya semakin membesar, kulitnya yang bewarna putih bersih kini bewarna biru muda, taringnya yang memiliki satu cabang kini menumbuhkan beberapa cabang. Bukan hanya itu saja, auranya juga terlihat semakin mengerikan.
Sret sret..!!
Energi di sekeliling Xi Juan dan Yang Tan seketika menjadi liar dan menindas.
Bom bom bom..!!
Ledakan seketika tercipta terus menerus akibat gesekan dari energi yang keluar dari tubuh Yang Tan.
Melihat hal itu, Singa Api Merah seketika merasakan firasat buruk. “Sial, kalian semua cepat menjauh sejauh yang kalian bisa,” teriak Singa Api Merah.
Dengan cepat ia menarik Qin Ji sambil memerintahkan para Binatang Buas yang ikut menyaksikan fenomena yang terjadi di sekitar Xi Juan dan Yang Tan.
Sementara Lan Yuheng yang baru saja tiba langsung di seret oleh ekor Singa Api Merah.
“Eeh eeh,, apa apaan ini, aku baru saja datang dan kau main tarik saja Tuan Singa Api Merah,” teriak Lan Yuheng tidak terima.
Duar..!!
Ledakan besar seketika menggema dan tak lama, dampak dari ledakan tersebut menyebar ke segela arah.
Wuss..!!
__ADS_1
Seketika dalam radius beberapa Km langsung hancur. Beberapa Binatang Buas yang sedikit lambat mundur langsung terlempar.
Saat mereka semua bangun, pandangan mereka kini mengarah ke sebuah kawah besar layaknya sebuah jurang.
Mata Lan Yuheng dan Qin Ji mau tak mau melotot.
“Apa apaan ini.” Teriak Lan Yuheng tidak percaya.
Bam..!!
Kepala Lan Yuheng langsung tertanam di tanah.
“Tidak bisakah kau untuk tidak berteriak di depan telingaku,” ucap Singa Api Merah dengan nada geram kini menurunkan kaki kirinya.
Setelah itu Singa Api Merah melihat ke arah Hutan yang ia jaga sangat lama. Wajahnya semakin jelek.
“Sial, tidak Leluhurnya, putra-putranya, cucu-cucunya, kini keturunannya yang lain juga sama saja, apa mereka sangat hobi merusak dan mengacau setiap tempat yang mereka datangi?” Gumam Singa Api Merah.
Entah Singa Api Merah mau bahagia atau marah saat ini, di satu sisi ia tentu bahagia melihat peningkatan Xi Juan, tapi di satu sisi lainnya ia sangat marah karena ia menghancurkan tempatnya.
***
Di Kekaisaran Yin Daratan Timur.
“Fenomena apa ini? Apa ini karena adanya orang yang menerobos ke ranah Immortal?” Gumam Kaisar Yin Long merasa was-was.
Tentu Kaisar Yin Long sedikit khawatir saat melihat petir biru yang menjadi petir Kesengsaraan seseorang yang akan menerobos ranah Immortal. Ia takut jika itu adalah musuhnya yang berada di Daratan Selatan, karena musuh bebuyutan mereka adalah Kekaisaran Yuan.
Cukup banyak orang yang mengetahui tentang petir biru, karena hanya ada 3 orang yang bisa menarik petir kesengsaraan bewarna biru dan saat ini mereka telah menjadi ahli kuat yang di segani di Daratan Tengah.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Beberapa Jendral Kekaisaran muncul, mereka adalah orang-orang yang di kenal oleh Xi bersaudara.
“Salam Yang Mulia,” ucap Jendral Yin Feng langsung berlutut dengan satu kaki yang di tekuk.
“Salam Yang Mulia,” terdengar juga suara beberapa jendral Kekaisaran di belakang Jendral Yin Feng.
Kaisar Yin Long langsung mengangkat tangannya. “Jelaskan apa yang terjadi, dan bagaimana kalian bisa cepat kembali?” Tanya Kaisar Yin Long penasaran.
__ADS_1
“I..Itu, maafkan hamba Yang Mulia, ada banyak Binatang Buas tingkat 5 ke atas yang menjaga wilayah perbatasan, kami tidak berani kesana,” ucap Jendral Yin Feng sedikit takut.
Kaisar Yin Long mengerutkan keningnya. Saat ia akan bicara.
Tap tap..!!
Terdengar langkah kaki dari luar pintu aula Istana.
“Apa yang perlu di takutkan Jendral Feng, kenapa orang sekuat anda harus ragu,” ucap sosok pria tua dengan jengot yang panjang.
Pria tua tersebut berjalan bersama banyak orang yang terlihat kuat.
Wajah Kaisar Yin Long sedikit gelap, tapi dengan cepat ia mengubah wajahnya dengan senyum lembut.
“Apa yang anda lakukan di sini Patriark Mu, Patriark Bing dan Patriark Wei?” Tanya Kaisar Yin Long dengan nada tegas.
Patriark Mu langsung melirik ke arah Kaisar Yin. “Aah maafkan hamba Yang Mulia, hamba kesini karena ingin membantu Kekaisaran, melihat seseorang menarik petir kesengsaraan yang begitu hebat, hamba takut itu adalah pihak musuh,” ucap Patriark Mu dengan senyum tipis.
“Apa yang di rencanakan oleh tua bangka ini?” Gumam Kaisar Yin Long dan Jendral Yin Feng serempak dalam hati.
“Ah,, jika begitu, maka ini akan memudahkan pihak Kekaisaran.” Ucap Kaisar Yin Long terdiam beberapa saat. “Lalu apa yang anda akan rencanakan? Aku yakin memasuki wilayah dalam Hutan Monster sangat sulit?” Tanya Kaisar Yin dengan nada serius.
“Hemm..!! Biarkan hamba yang menjelaskan Yang Mulia,” ucap Patriark Wei dengan nada sopan di sertai membungkukkan badannya.
Dengan santai ia lalu menjelaskan bagaimana cara memasuki wilayah dalam Hutan Monster.
Namun Kaisar Yin dan para Jendral Kekaisaran tahu jika ini adalah akal-akalan ketiga Klan Bangsawan.
Jika Kaisar Yin Long tidak menuruti ucapan ketiganya, maka ia tahu akan terjadi perang di istananya. Itulah yang tidak ia inginkan.
“Huuf,, saat ini aku akan mengikuti permainanmu, jika Leluhur Yin sudah keluar dari pengasingannya, maka kalian semua tidak akan bisa berkutik,” gumam Kaisar Yin mencengkram erat tangannya.
***
Duar duar duar..!!
Di Wilayah Barat, saat ini terlihat beberapa orang menggunakan peralatan lengkap sedang bertarung melawan Binatang Buas tingkat 7 ke atas.
“Sialan, mereka semakin banyak Jendral Yuan, apakah kita lebih baik mundur lebih dulu,” ucap salah satu Komandan dari Kekaisaran Yuan.
Jendral Yuan De melihat para Binatang Buas tingkat 6 ke atas belum bergerak langsung melambaikan tangannya.
__ADS_1
“Semua pasukan mundur, kita akan menunggu bala bantuan tiba baru melakukan serangan lagi,” ucap Jendral Yuan De memberi perintah.