
“Maka apa?”
Terdengar sebuah suara dingin tiba-tiba menggema di tempat itu.
Wuss..!!
Melihat sebuah serangan, tetua Xin Qing seketika memasang wajah jelek.
“Sialan kau patriak Liu, apa kau berniat berperang dengan klan Xin,” teriak tetua Xin Qing.
Tangan tetua Xin Qing yang memegang kapak juga terayun ke arah sebuah bola pusaran.
Bom..!!
Tubuh tetua Xin Qing seketika terlempar saat bentrokan bola pusaran dan kapak beradu.
Urghh..!!
Hoek hoek..!!
Tetua Xin Qing seketika mengeluarkan seteguk darah saat bangkit dari puing-puing bangunan yang hancur akibat benturan tubuhnya yang terlempar.
Sementara patriak Liu Feng saat ini menatap ke arah putrinya dengan senyum lembut.
“Apakah kau tidak apa-apa Ling'er?” Tanya Patriak Liu Feng.
Liu Mei Ling langsung menggelengkan kepalanya. “Aku tidak apa-apa ayah,” jawab Liu Mei Ling dengan nada lembut dan penuh kehangatan.
Patriak Liu Feng langsung mengalihkan pandangannya ke arah Liu Kai.
__ADS_1
Liu Kai seketika berkeringat dingin.
“Pa..Patriak ini salah paham.” Ucap Liu Kai mencoba untuk melindungi diri, tatapan Liu Kai mengarah ke Liu Seng dan Liu Ji.
“I..Ini salah mereka berdua, yah mereka berdua lah yang telah menghasut ku untuk melakukan ini,” sambung Liu Kai.
Tapi Patriak Liu Feng yang telah lama melintang di dunia kultivator ini seketika mendengus saat di bohongi oleh anak kecil.
Wuss..!!
Hanya dengan lambaian tangan tubuh Liu Kai seketika terlempar.
Bam..!!
“Aku hanya membuatmu sekaray saja, beruntung aku tidak membunuhmu. Walau begitu kau tidak akan bisa berkultivasi lagi, karena Dantianmu telah aku hancurkan,” ucap Patriak Liu Fang dingin.
Pandangan patriak Liu Feng mengarah ke Liu Seng dan Liu Ji. “Untuk kalian berdua, bawa bocah tidak tahu diri ini pergi dari kota ini lalu buang jauh-jauh, setelah itu kembali dan jalani hukuman kalian.”
Tap tap..!!
Setelah kepergian Liu Seng, Liu Ji membawa Liu Kai yang pingsan. Patriak Liu Feng berjalan santai ke arah tetua Qin Sing.
“Hmm..!! Saat ini aku tak ingin memnunuhmu, bawa pergi mayat Tuan muda mu lalu beritahu Xin Liang. Bahwa Patriak Liu Feng saat ini sudah tidak menahan diri lagi, suruh saja ia bersiap-siap untuk menemui ajalnya nanti.”
Tubuh tetua Xin Sing bergetar ketakutan saat mendengar suara dingin patriak Liu Feng. Apalagi suara patriak Liu Feng sangat serius.
Dengan perlahan ia merangkak ke arah kepala Xin Tian yang paling dekat.
Setelah mengambil mayat Xin Tian, tetua Xin Qing langsung melarikan diri dengan langkah tergesa-gesa.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Ayah, kemana Xi Juan dan Xi Luan pergi?” Karena sudah tidak ada orang, Liu Mei Ling bertanya dengan nada khawatir.
Liu Feng seketika menggelengkan kepalanya. “Ayah juga tidak tahu, karena saat ayah mengawasi kalian semua tadi, mereka berdua secara tiba-tiba menghilang seolah di telan alam.”
“Ayah juga merasa jika kedua pemuda ini bukan pemuda biasa, karena kau tahu sendiri jika sampai saat ini ayah belum bisa melihat berada di tingkat apa kultivasi mereka berdua.”
Mendengar jawaban ayahnya, Liu Mei Ling seketika gugup.
“A..Ayah apakah-”
“Cukup Ling'er, mereka itu laki-laki sejati dan seorang laki-laki sejati tidak akan butuh perlindungan, itu akan membuat mereka merasa terhina dan di anggap lemah.” Ucap Liu Feng dengan tegas memotong ucapan putri satu-satunya ini.
Sebenarnya ia tidak tega, tapi jika ia tidak begini maka ia yakin kedua pemuda itu tidak akan senang di ikuti atau di bantu.
Jika mereka tidak senang atau kecewa, maka ia takut akan membenci putrinya yang sedang jatuh cinta ini. Hal itulah yang ia tidak inginkan jika membuat putrinya sedih.
***
Wuss wuss..!!
Saat ini terlihat dua pemuda berambut biru muda dan hitam pekat melesat di kedalaman Hutan.
“Hehe kak, bagaimana rencanaku? Hebat bukan?” Kekeh Xi Juan bertanya dengan nada bangga.
Xi Luan hanya melirik sekilas lalu kembali fokus ke depan.
“Jangan senang dulu, saat ini kita harus fokus ke pelarian ke tempat aman lalu meningkatkan kekuatan kita.” Ucap Xi Luan datar.
__ADS_1
Hal itu membuat Xi Juan sedikit cemberut dengan tingkah kakaknya ini.