
Tanpa basa basi, ia langsung melesat mengikuti jalur lorong sambil membawa Xi bersaudara.
Wuss wuss..!!
Dret..!!
Setelah beberapa bulan berlalu, terlihat sosok Monster bertubuh manusia langsung merobek cahaya putih di depannya, yang tak lain adalah pintu masuk ke Alam Semestanya.
Tap tap..!!
Setelah muncul di tengah-tengah hamparan luas, kini sosok monster bertubuh manusia kembali melangkah sesaat melihat area sekelilingnya.
Dret..!!
Wuss..!!
Wung..!!
Saat sosok manusia bertubuh monster melesat di udara dalam beberapa meter, terlihat sosok Phoenix Emas muncul menyambar monster bertubuh manusia.
Duar..!!
Dengan cepat monster bertubuh manusia menahan dengan kaki kananya, karena sadar jika ia tidak mempu menghindar.
“Sudah ku duga jika aku muncul di sarang musuh,” ucap monster bertubuh manusia.
Tatapannya pun mengarah ke sosok Phoenix Emas yang kini berubah wujud ke bentuk manusia dengan jubah emas.
Tap tap..!!
“Apa yang di lakukan Ras Campuran di tempat kami?” Tanya Phoenix Emas terdengar sombong.
__ADS_1
Tepat setelah bertanya, tatapannya pun mengarah ke dua sosok manusia yang tak lain Xi bersaudara.
“Manusia,” ucap Phoenix Emas sedikit terkejut, tapi tak lama, ia pun langsung menyeringai lebar.
“Berikan kedua manusia itu, maka aku akan melepaskanmu,” ucap Phoenix Emas kini melirik monster bertubuh manusia.
“Heng,, enak saja, ini adalah buruanku, aku lebih dulu-”
Wuss..!!
Duar..!!
Bom bom bom..!!
Dengan cepat sosok monster bertubuh manusia menghindari setiap serangan yang Phoenix Emas lancarkan.
Dan pada saat mereka berdua bertarung, terlihat tubuh Xi bersaudara terlempar ke tempat yang cukup jauh.
Urgh..!!
“I..Ini, apakah ini yang dulu paman Naga Berlian maksud adalah tempat asalnya?” Gumam Xi Luan dalam hati.
Urgh..!!
Tepat setelah Xi Luan selesai bergumam, Xi Juan pun terdengar mengerang saat ia tersadar dan mencoba untuk bangkit, tapi tubuhnya tak mau mengikuti keinginanya karena tekanan yang ada di tempat ini.
Bukan hanya karena itu saja, kekuatan tekanan juga bertambah kuat akibat pertarungan dari monster bertubuh manusia dan Phoenix Emas yang sedang memperebutkan dirinya.
“Juan'er, coba serap energi di tempat ini, energi di sini sangat padat dan jauh lebih murni dari energi yang pernah kita rasakan di tempat asal kita,” ucap Xi Luan terlihat berbaring sambil memejamkan matanya.
Mendengar itu, Xi Juan pun langsung ikut memejamkan matanya.
__ADS_1
“I..Ini,” gumam Xi Juan saat merasakan energi yang ia serap benar-benar murni, saking murninya, semua energi yang tersimpan di dalam dantiannya terlihat seperti kotoran dan langsung terbuang dari tubuh Xi Juan di saat energi yang ada di tempat ini masuk tanpa di cerna.
Dret..!!
Bam bam bam..!!
Dalam sekejap Xi Juan dan Xi Luan menerobos ke tingkat yang tidak ia ketahui sama sekali, ia merasa saat ini sudah kuat. Tapi saat mereka melirik ke arah kejauhan dan merasakan pertarungan yang masih berlangsung.
Mereka pun kembali memejamkan matanya karena merasa seperti semut kecil di depan kedua monster yang sedang bertarung.
“Sial, aku tak menyangka jika diriku hanya setitik debu di depan mereka berdua yang sedang memperebutkan kami,” umpat Xi Juan.
“Dan jika aku tidak salah, seperti yang paman Naga Berlian Langit katakan, tingkat kultivasi kami saat ini pasti ada di tingkat Kaisar Dewa ⭐ 9 Puncak. Tapi aku merasa di tempat ini, tingkat ini hanyalah awalan saja.”
“Itu artinya kami muncul di tempat Alam yang jauh lebih kuat dari Alam tempat paman Naga Berlian Langit di lahirkan,” gumam Xi Juan kini terdengar mencoba menebak-nebak dimana mereka berada saat ini.
“Jangan melamun Juan'er, cepat tingkatkan kekuatanmu lalu kita kabur dari sini, jangan sia-siakan waktu yang ada,” ucap Xi Luan terdengar memperingati adiknya.
Mendengar itu, Xi Juan pun kembali menyerap energi sekitar dan kembali menerobos dengan mudahnya. Tanpa harus menguatkan pondasi mereka, atau menyetabilkan tingkat kultivasi mereka.
Waktu berlalu, tanpa terasa 1 minggu terlewati, kini Xi bersaudara langsung bangkit dengan hati-hati.
“Ayo, jangan sampai aura kita di rasakan oleh mereka berdua,” ajak Xi Luan terdengar datar.
Xi Juan pun langsung mengangguk patuh.
Dret..!!
Dengan hati-hati pun mereka melesat ke arah Barat.
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, Xi bersaudara kini melangkah ke sarang monster yang jauh lebih brutal dari kedua monster yang memperebutkan dirinya.