Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Kesialan Beruntun Xi Juan


__ADS_3

“Baiklah apa maumu dengan mencoba menyerangku?” Tanya Xi Juan begitu polos dan pertanyaan ini adalah sebuah bumerang baginya.


Wajah Yue Qie seketika memerah hingga mengeluarkan asap yang mengepul tipis-tipis.


“Aku akan membunuhmu bocah tak tahu diri, bangsat, bajingan,” teriak Yue Qie langsung melesat ke arah Xi Juan.


Xi Juan yang merasa nyawanya akan terancam langsung mengeluarkan sebuah token, dengan cepat ia mengalirkan energi Qi nya sambil menekan token tersebut.


Blush..!!


Bertepatan dengan beberapa belati sampai ke tempat Xi Juan berjongkok, Xi Juan sudah tidak berada di sana.


“Token teleportasi, aku tak menduga jika bajingan itu mempunyai barang beharga,” gumam Yue Qie terlihat masih dendam dengan Xi Juan.


Setelah memastikan jika Xi Juan benar-benar menggunakan token teleportasi, Yue Qie langsung pergi dengan wajah kesal, benci, dan ada perasaan bersalah karena langsung menyerangnya saat bertemu.


***


Wuss..!!


Xi Juan muncul dari atas langit dan saat ini ia sedang berteriak karena belum bisa terbang.


“Argh,, Yang Tan sialan, kenapa di saat seperti ini kau tidak berada di sisiku,” teriak Xi Juan langsung menyalahkan Yang Tan yang tidak tahu apa-apa.


...


Huaciihh..!!

__ADS_1


“Sial, siapa yang mengutuk ku saat aku makan,” gumam Yang Tan melirik ke arah Lan Yuheng dan Qin Ji.


Saat ini Yang Tan sedang mengawasi kedua orang ini, jika terjadi sesuatu kepada mereka, maka ia akan langsung membantu.


Xi Juan menebak jika Qin Ji pasti akan menjadi incaran Klan Bangsawan Wei dan Jin secara diam-diam, itu karena telah menyebar berita tentang masalah Yue Qie.


...


Wuss..!!


Duar..!!


Burr..!!


Tubuh Xi Juan yang melesat jatuh entah kemana, kini mendarat di sebuah danau kecil. Lebih tepatnya danau yang sangat indah dan di hiasi oleh bunga-bunga dan tanaman langka.


Xi Juan yang tenggelam langsung naik ke atas permukaan air, saat kepalanya muncul.


Matanya seketika keluar saat seorang wanita tanpa busana kini melesat ke arahnya dengan sebilah pedang di tangannya.


“Dasar mesum sialan, mati kau,” teriak wanita seputih giok dan gunung salju yang sedikit gempa saat wanita tersebut bergerak.


“Sial, kenapa nasibku hari ini sial sekali,” gumam Xi Juan langsung mengeluarkan token teleportasi miliknya lalu menekannya.


Wung..!!


Duar..!!

__ADS_1


Bertepatan dengan wanita tersebut mengayunkan pedangnya ke arah kepala Xi Juan, ledakan besar tercipta.


Beberapa detik kemudian, wajah wanita tersebut langsung memerah saat mengetahui jika orang yang ingin mengintipnya mandi berhasil melarikan diri.


Dengan cepat wanita tersebut mengenakan gaun indah dan sedikit longgar saat merasakan beberapa orang yang ia kenal datang.


Tap tap..!!


“Ada apa Tuan putri? Apa ada masalah?” Tanya seorang pria terlihat berumur 40 tahunan.


“Paman Yin Feng, apa yang anda lakukan di luar selama ini?” Tanya wanita tersebut dengan wajah kesal.


“Eeh, tentu saja berjaga agar tidak ada orang masuk dengan niat jahat Tuan putri,” jawab Yin Feng sedikit heran.


Wajah Yin Jie, putri Kaisar Yin Long atau keponakan Yin Jing langsung merajuk kesal.


“Berjaga apanya, lihatlah tadi ada orang yang berniat mengintip Jie'er mandi, beruntung Jie'er belum membuka baju,” teriak Yin Jie marah.


Yin Jie juga terlihat sengaja menutupi dan tidak memberitahu jika orang yang mengintipnya telah melihat semuanya, jika itu tersebar. Maka Yin Jie akan malu dan reputasi ayahnya akan hancur.


Sementara Jendral Yin Feng yang mendengar itu langsung mengeluarkan auranya karena marah besar.


Dengan cepat ia menyebarkan kesadarannya, lalu tatapannya mengarah ke sisa jubah milik Xi Juan yang sempat terkena serangan Yin Jie.


“Hem,, aura dari jubahnya ini sepertinya aku mengenalnya. Tapi aku yakin bukan dia pelakunya,” gumam Jendral Yin Feng menggeleng.


“Ada apa paman? Apa kau mengenalinya? Jika ia maka bawa aku kesana karena aku ingin memberinya pelajaran,” ucap Yin Jie saat melihat raut wajah Jendral Ling Feng.

__ADS_1


__ADS_2