
Song Jun seketika semakin marah dalam hatinya, ia juga cukup menyesal telah mengambil poster buronan Xi bersaudara di Sektenya tadi karena terlalu tergiur oleh hadiahnya.
Jika hadiahnya bukanlah sebuah pil racun tingkat 5 dengan persentase 90% dan koin emas sejumlah 5000 koin emas, ia mungkin akan enggan melanjutkan misinya.
“Tidak punya pilihan lain, aku harus hati-hati saat berada di daerah Raja Binatang Buas Pinggiran nantinya,” ucap Song Jun meyakinkan diri sambil melesat kembali.
...
Tap tap..!!
Mata Xi Juan seketika melebar saat melihat siapa yang saat ini sedang melakukan pertarungan.
Pantas saja instingnya mengatakan jika ia harus kesini.
“Hahaha,, aku tak menduga jika yang bertarung adalah kau Yang Tan,” teriak Xi Juan dengan lantang.
Binatang Buas Harimau dengan taring pedang dan bewarna putih kini melirik ke arah asal suara dengan kepala terlihat enggan.
Saat melihat sebuah senyum dari manusia yang sangat ia kenal, seketika tubuhnya berkeringat dingin.
“Sialan, kenapa aku harus bertemu dengan mereka lagi,” gumam Yang Tan merutuki nasibnya.
Yang Tan yang saat ini akan membunuh gorila berkela hijau kembali menaikkan kakinya dengan anggun.
Crash..!!
Gorila tersebut langsung tewas, dengan santai Yang Tan mengambil inti Binatang Buas yang berada di kepalanya.
__ADS_1
Tap tap..!!
Bom..!!
“Hei hei,, berhenti mengabaikanku, apa kau ingin aku hajar hah,” dengus Xi Juan dengan kesal saat melihat tingkah Yang Tan.
Yang Tan hanya bisa tersenyum kecut.
“Maaf Tuan muda, aku hanya ingin menunjukkan kekuatanku terhadapmu, agar kau tahu bahwa aku ini bukan Yang Tan yang lemah seperti dulu,” ucap Yang Tan menaikkan kumis sebelah kanannya.
Xi Juan seketika menyeringai licik.
Glek..!!
“Apa lagi yang ingin bocah ini rencanakan?” Gumam Yang Tan dalam hati.
Yang Tan seketika merutuki dirinya jika lupa bahwa Xi Juan bisa membaca pikirannya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Eeh,, Yang Tan.” Ucap Xi Luan dengan wajah sedikit terkejut.
Setelah itu pandangannya mengarah ke adiknya yang saat ini berdiri di atas kepala Yang Tan dengan bangga.
“Bagaimana kak? Rencanaku hebat bukan.” Tanya Xi Juan menaikkan sebelah alisnya dengan bangga.
__ADS_1
Xi Luan seketika membuang wajahnya, pandangannya kembali mengarah ke Yang Tan.
“Berapa lama kau ada di dunia ini?” Tanya Xi Luan.
“Hmm..!! Tentu saja berapa lama Tuan muda Luan di sini maka begitupun aku, hanya saja kita di kirim di tempat yang berbeda. Tapi sebelum aku di kirim. Guru Tuan muda berpesan jika pilihlah jalan kalian masing-masing, jangan pernah mau di atur oleh siapapun.” Jawab Yang Tan dengan jujur.
“Oohh,, Guru memang terbaik,” ucap Xi Juan menepuk nepuk kepala Yang Tan.
Yang Tan entah merasa nyaman atau kesal. Karena setiap mereka bersama, di satu sisi ia merasakan kasih sayang dari Xi Juan, tapi di satu sisi, karena kenakalannya ia juga kesal.
“Lalu apakah kau telah menjadi kultivator Immortal saat ini?” Tanya Xi Luan yang sama sekali tidak bisa melihat tingkat kekuatan Yang Tan.
Xi Juan yang mendengar itu seketika ikut penasaran.
Sementara Yang Tan hanya menggelengkan kepalanya. “Aku saat ini masih Setengah Immortal. Tapi walau begitu, Gorila ini yang telah mencapai Kultivator Immortal pun mampu aku bunuh dengan mudah.”
Wuss..!!
Bertepatan dengan selesainya Yang Tan menjawab.
Song Jun mendaratkan kakinya dalam jarak 100 meter dari Yang Tan, Xi Juan dan Xi Luan.
Saat Song Jun melihat Yang Tan, tubuhnya seketika bergetar hebat.
“Ha..Harimau Taring Pedang. Be..Bewarna putih.”
Keringat dingin langsung membasahi wajah dan tubuh Song Jun.
__ADS_1