
“Jangan sekarang, aku merasa ada yang mengawasi kita. Tunggu beberapa hari setelah mereka tidak curiga.”
Xi Luan tiba-tiba terdiam setelah mendengar suara langkah kaki.
Tap tap..!!
Tok tok tok..!!
“Juan, apa kau ada di dalam.”
Mendengar sebuah ketukan pintu serta sebuah suara, wajah Xi Juan langsung kesal.
“Sialan anak ini, apakah ia tidak bisa untuk tidak mengangguku hanya satu jam saja,” gumam Xi Juan sedikit memasang wajah gelap.
Walau begitu ia tetap berdiri lalu melangkah ke arah pintu.
Cklek..!!
“Ada apa? Bisakah kau jangan menganggu kami dulu,” Xi Juan secara terang-terangan berniat mengusir Lan Yuheng.
Lan Yuheng yang sedikit biasa dengan sikap Xi Juan hanya tersenyum canggung di sertai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Itu,, anu-”
“Itu apa? Anu apa?” Wajah Xi Juan langsung berkerut mendengar Lan Yuheng bicara setengah-setengah.
__ADS_1
“Ju'er biarkan ia masuk, tidak enak jika ada orang yang menginap kebetulan lewat lalu melihat kalian seperti ini.”
Xi Juan melirik ke arah belakang, ia hanya bisa menghela nafas.
“Ayo masuk,” ajak Xi Juan.
Dengan wajah senang Lan Yuheng masuk.
Setelah beberapa saat Lan Yuheng telah memberanikan diri untuk mengungkapkan keinginannya untuk mengajarinya mempelajari teknik pedang yang ayahnya berikan.
Lan Yuheng sangat bingung dengan cara mempelajari teknik yang ayahnya tulis.
Kini Xi Juan yang melihat buku teknik bertulis Pedang Kehampaan mengerutkan keningnya saat melihat isinya.
“Apa ayahmu benar-benar ingin kau hebat dalam menggunakan pedang atau bagaimana?” Ucap Xi Juan.
“Coba kakak lihat Ju'er,” ucap Xi Luan mengulurkan tangannya.
Xi Juan langsung memberikan buku tersebut ke kakaknya.
Setelah melihat ada 10 gerakan di dalam buku teknik Pedang kehampaan dan di setiap gerakan hanya ada setengah. Xi Luan awalnya bingung.
Tapi setelah melihat kesepuluh gerakan di setiap tahapnya kini Xi Luan tersenyum kecil.
“Teknik ini sangat kuat, dan aku yakin bukan ayahnya yang membuatnya. Melainkan seseorang untuk membingungkan para kultivator,” gumam Xi Luan dalam hati.
__ADS_1
“Coba perhatikan dengan teliti Ju'er, jangan seperti tadi kau hanya melihat tahap pertamanya,” ucap Xi Luan langsung melempar teknik tersebut ke arah Xi Juan.
Xi Luan langsung memejamkan matanya untuk mempelajari Teknik Pedang Kehampaan ini tanpa izin dari pemiliknya.
...
Sementara Xi Juan yang melihatnya selama 1 menit kini tersenyum tipis.
“Biarkan aku mempelajari setiap tahapnya terlebih dahulu, nanti jika aku bisa menggabungkan atau menutupi kekurangan setiap tahapnya, maka aku akan memberitahumu. Kau tenang saja, aku yakin kau bisa mempelajari teknik ini. Karena teknik ini sangat kuat,” ucap Xi Juan tersenyum senang.
Lan Yuheng mengangguk patuh, ia tidak keberatan untuk berbagi teknik berpedang kepada Xi Juan maupun Xi Luan, ia pun senang jika Xi Juan akan memberitahunya nanti teknik Pedang Kehampaan ini.
Lan Yuheng tadinya meminta bantuan kepada Xe Lang saat ia bertemu sekaligus memberitahu jika ia menginap di penginapan sederhana, tapi Xe Lang tidak bisa membantu karena ia bingung juga dengan teknik Pedang Kehampaan ini.
Selama hidupnya Xe Lang baru kali ini melihat Teknik yang setiap tahapnya setengah. Jadi ia hanya bisa menyerah.
...
Melihat Xi bersaudara kini memejamkan matanya, Lan Yuheng pun berjalan menjauhi mereka agar tidak terganggu.
Lan Yuheng kini duduk di depan pintu untuk berjaga agar tidak ada yang menganggu keduanya saat mempelajari Teknik Pedang Kehampaan.
***
Di kejauhan.
__ADS_1
Sosok laki-laki tua bersama laki-laki sedikit lebih muda berumur sekitar 50 tahun mengintip dari atas atap.