Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Kedatangan Yin Jing


__ADS_3

Setelah membacanya, Xi Luan sedikit mengeryitkan alisnya. “Aku yakin ini ada campur tangannya dengan Yin Jing,” ucap Xi Luan datar.


Xi Luan seketika merenung, tak lama ia menghela nafas saat menyadari jika Yin Jing ingin melibatkan dirinya juga dalam masalah Kekaisaran Yin.


“Wanita ini tidak akan menyerah sebelum mendapatkanmu seutuhnya Tuan muda Luan,” kekeh Yang Tan melalui telepati.


“Hemm..!! Biarkan ia mencobanya, karena aku tidak mudah untuk di dekati, apalagi jika itu wanita yang mencoba mengambil hatiku.” Jawab Xi Luan melalui telepati.


“Aku tahu sifatmu, tapi aku heran, biasanya laki-laki yang mengejar wanita, tapi ini sebaliknya, dunia ini sudah semakin tua rupanya.” Ucap Yang Tang memegang dagunya sambil berbaring.


Tap tap...!!


“Beri jalan, Tuan Putri kedua mau lewat,” teriak sosok prajurit lengkap dengan jirah dan senjata.


Pandangan Xi Luan dan yang lainnya seketika mengarah ke luar restaurant.


Tak lama, wajah Xi Luan sedikit dingin saat melihat wanita yang ia kenal kini berjalan ke arahnya.


“Ara ara,, bukankah ini Tuan muda Xi,” ucap Yin Jing langsung melangkah ke meja makan Xi Luan.

__ADS_1


Lan Yuheng yang sudah mengenal Yin Jing terlihat santai, sementara Qin Ji kini gugup, dengan cepat ia bangkit sambil menarik Lan Yuheng. “Ayo pergi dari sini, ajak Tuan muda. Tuan Putri Jing mungkin menginginkan tempat ini.” Bisik Qin Ji.


“Tidak perlu gugup, Nona Yin Jing adalah teman kakak pertama,” ucap Lan Yuheng memanggil Xi Luan kakak pertama tanpa persetujuan dari Xi Luan.


“Pelayan, bawakan makanan terbaik, aku ingin mentraktir calon suamiku,” ucap Yin Jing terang-terangan.


Hal tersebut seketika membuat gaduh seisi Restaurant.


Xi Luan yang mendengar itu langsung menatap Yin Jing dengan dingin. “Aku tak tahu apa yang kau rencanakan, tapi pergilah Nona Jing, jangan buat kesabaranku habis.” Ucap Xi Luan dengan nada datar.


“Lancang, berani sekali kau mengancam Tuan Putri kedua,” teriak seorang komandan mengacungkan senjatanya ke arah Xi Luan.


Duar..!!


Serangan tak kasat mata langsung menghantam tubuh komandan yang memiliki tingkat kekuatan Ranah Tyrant ⭐ 5 Awal.


Yin Jing yang melihat itu langsung menatap ke arah komandan nya yang kini terlempar. “Berani sekali kau menodongkan senjatamu ke arah calon suamiku, pergi tunggu di luar. Termasuk kalian juga,” ucap Yin Jing dengan nada dingin.


Para prajurit Kekaisaran langsung berhamburan keluar, mereka sadar jika Yin Jing marah, maka tidak akan ada ampun bagi mereka.

__ADS_1


Setelah semuanya kembali tenang, Yin Jing menatap ke arah Xi Luan dengan senyum kecil.


“Oh ya, kemana adik tampanku? Kenapa aku tidak melihatnya bersama kalian?” Tanya Yin Jing.


Melihat Xi Luan tetap diam, Lan Yuheng langsung menjawab. “Itu kakak Juan saat ini sedang pergi menjalani hukuman, kakak Luan sedang menghukumnya beberapa hari yang lalu.”


Mendengar itu, Yin Jing mengerutkan alisnya, tapi karena tujuan utamanya adalah Xi Luan. Ia langsung melupakan Xi Juan.


“Aku ingin membawamu menemui Kaisar Yin, ia ingin bertemu denganmu dan adikmu.” Ucap Yin Jing berubah serius.


“Tidak, kau lebih baik pulang.” Balas Xi Luan datar.


Dengan santai Xi Luan bangkit lalu melirik Lan Yuheng dan Qin Ji. Sadar maksud Xi Luan, keduanya bangkit.


Saat Xi Luan akan melangkah. Yin Jing langsung menarik tangannya. “Ini demi kebaikanmu dan adikmu, ayah mengetahui dalang dari hancurnya Klan Bangsawan Tang,” ucap Yin Jing terdengar serius.


Xi Luan menatap Yin Jing sekilas. “Kau jangan khawatir, bagaimana klan yang sudah hancur bisa membalas dendam, jika itu terjadi, maka ini pasti ulahmu,” jawab Xi Luan datar.


“Kau salah paham maksudku, Klan Bangsawan Yue tidak sesederhana yang kalian kira, bahkan jika mereka ingin, mungkin mereka bisa saja merebut Kekaisaran Yin ini. Tapi karena mereka setia, mereka tak melakukannya.”

__ADS_1


“Terlebih Yue Qie dan ayahnya pasti tidak akan melepaskan kalian.” Ucap Yin Jing terdengar sedikit khawatir.


__ADS_2