
Mendengar suara dari sang pelayan. Banyak dari pelanggan lain mengeluarkan niat membunuhnya ke arah Lan Yuheng karena iri.
“Sialan bocah itu, aku saja yang datang kesini setiap hari malah di acuhkan. Tapi dia yang pendatang baru malah di goda oleh wanita pujaanku,” ucap pria berbadan kekar dengan nada dingin.
“Kau benar, terlebih berani sekali dia mendahului kita para senior,” sambung pria tua dengan wajah sangar.
Tak hanya mereka berdua saja yang bicara, terdengar banyak bisikan dari berbagai meja yang di penuhi oleh pelanggan yang ingin datang demi melihat pelayan wanita dewasa ini.
Walau mereka sering menggoda pelayan ini, tidak ada yang berani menyentuhnya. Itu karena sosok di belakang pelayan ini sangat kuat, sosok itu tak lain pemilik kedai ini.
Banyak yang mencoba untuk menyentuh tubuh pelayan ini, mereka semua mengalami nasib tragis saat keluar dari sini. Hal itulah semua pelanggan berpikir jika pemilik kedai pelakunya.
...
“Hei bocah, pergilah dari sini, jangan merebut milikku,” teriak pria buncit dengan dua kapak di pinggangnya.
Aura pria buncit ini sedikit keluar, ia sengaja melakukan itu untuk menakut-nakuti Lan Yuheng dan Xi Juan.
Lan Yuheng langsung mengangkat kepalanya.
Pandangannya langsung mengarah ke pria buncit tersebut.
“Hooh,, sepertinya aku mengenal wajahmu bocah. Bukankah kau anak dari klan Lan yang klannya di hancurkan,” ucap pria buncit menyeringai saat mengenal wajah Lan Yuheng.
__ADS_1
Wajah Lan Yuheng langsung gelap. Tapi tak lama ia memasang wajah acuh.
“Hei Juan. Apakah kau mendengar ada suara hewan di sembelih di sini?” Tanya Lan Yuheng pura-pura bingung sambil menggaruk kepalanya.
Sontak hal itu membuat semua langsung tertawa terbahak-bahak.
Sama halnya dengan pelayan wanita yang bernama Yin Jing. Yin Jing kini semakin tertarik dengan kedua pemuda di depannya ini. Ia merasa keduanya adalah sesuatu. Sesuatu yang membuatnya ingin menggali tentang kedua pemuda ini.
Yin Jing kini menutup sedikit mulutnya menggunakan tangan kirinya. Hal itu membuat tubuh seksinya terpampang jelas.
Bentuk lekuk tubuhnya kini membuat para pelanggan meneteskan air liur mereka.
...
Sementara wajah pria buncit dengan dua kapak di pinggangnya kini memerah marah.
Jumlah mereka ada 4, mereka berempat melangkah ke tempat meja Lan Yuheng dan Xi Juan.
Yin Jing yang melihat itu langsung mundur, ia tidak ingin mencampuri urusan Lan Yuheng dan Xi Juan. Karena menurutnya itu tak perlu.
“Hmm..!! Ayo kita lihat apakah kedua anak ini bisa menghadapi mereka berempat,” gumam Yin Jing dalam hatinya.
Tap tap..!!
__ADS_1
Brak..!!
“Bersujud di depanku maka aku akan memberimu pengampunan bocah,” ucap pria buncit menaruh kedua kapaknya di meja Xi Juan dan Lan Yuheng.
Lan Yuheng melirik ke arah Xi Juan yang terlihat santai, malah Xi Juan kini sedang mengorek kupingnya.
“Hei bocah, berani sekali kau mengabaikanku. Apa kau teman dari bocah klan Lan ini,” teriak pria buncit marah kepada Xi Juan.
Xi Juan mendongakkan kepalanya.
“Hmm..!! Ada apa? Apa kau tidak terima jika aku melakukan apa yang aku lakukan sesuka hati?” Tanya Xi Juan berdiri.
Tinggi Xi Juan jauh lebih tinggi dari pria buncit itu sehingga gantian pria buncit mendongak ke arah Xi Juan.
“Heng tentu saja kau tidak boleh melakukannya, karena di sini aku yang berkuasa, kau ingin melakukan apapun harus memberitahuku.” Dengus pria buncit dengan angkuh.
Mendengar itu Xi Juan menggerakkan tangannya.
Bom..!!
Serangan tiba-tiba Xi Juan langsung membuat pria buncit terlempar keluar.
“Sama halnya dengan diriku, aku muak melihat wajahmu. Jadi pergilah dari sini,” dengus Xi Juan kembali duduk.
__ADS_1
Lan Yuheng langsung tersenyum melihat Xi Juan tanpa kenal rasa takut.
“Haha inilah sahabat yang aku kagumi,” ucap Lan Yuheng tersenyum bangga.